Pasar Smartphone China Melemah, Huawei dan Apple Justru Melaju saat Rival Tertekan

Author: Qoo Media

Pasar smartphone China mulai kehilangan tenaga pada kuartal II 2026, tetapi Huawei dan Apple justru mencatat pertumbuhan paling menonjol di tengah tekanan tersebut. Kontras ini memperlihatkan persaingan yang makin terpolarisasi di pasar ponsel terbesar di dunia.

Menurut data Omdia, pengiriman smartphone di China mencapai 66,1 juta unit pada kuartal II 2026. Angka itu turun 2 persen secara tahunan dari 67,8 juta unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan di China memang lebih ringan dibandingkan pasar smartphone global yang merosot 4 persen secara tahunan pada kuartal yang sama. Namun, Omdia memperkirakan pasar China masih menghadapi tantangan hingga akhir 2026 dengan proyeksi penurunan pengiriman sebesar 6 persen sepanjang tahun.

Biaya memori mengubah strategi vendor

Kenaikan biaya memori menjadi salah satu tekanan utama bagi produsen smartphone. Situasi ini mendorong tiap vendor menyesuaikan harga, komposisi portofolio produk, serta pengelolaan operasional bisnis mereka.

Principal Analyst Omdia Hayden Hou mengatakan, “Sebagai respons terhadap kenaikan biaya memori, vendor menerapkan strategi yang disesuaikan dengan positioning produk, portofolio, dan operasional bisnis masing-masing.” Menurutnya, kondisi tersebut memperkuat polarisasi pasar dan memberi keuntungan lebih besar kepada pemain dengan lini produk premium.

Huawei menjadi salah satu perusahaan yang dinilai mampu menjaga posisi melalui harga yang relatif stabil. Vendor asal China itu juga memperkuat persaingan dari ponsel entry-level sampai flagship, termasuk lewat peluncuran seri Pura X Max dan Enjoy 90 Pro Max.

Apple juga mempertahankan performa di China dengan tidak banyak mengubah harga iPhone ketika sebagian pesaing melakukan penyesuaian. Strategi itu disebut mendorong distributor menambah stok dan ikut menopang permintaan konsumen.

Huawei Memimpin, Apple Cetak Rekor Kuartal Kedua

Huawei memimpin pasar China dengan pengiriman 15,2 juta unit dan pangsa pasar 23 persen pada kuartal II 2026. Apple berada di posisi kedua dengan 12,4 juta unit atau 19 persen pasar, yang menurut Omdia menjadi rekor tertinggi Apple di China untuk kuartal kedua.

Merek Pengiriman 2Q2026 Pangsa Pasar Pertumbuhan Tahunan
Huawei 15,2 juta unit 23% +25%
Apple 12,4 juta unit 19% +24%
Oppo, Realme, OnePlus 10,6 juta unit 16% -9%
Vivo, iQoo 10,5 juta unit 16% -11%
Xiaomi 8,2 juta unit 12% -21%
Lainnya 9,2 juta unit 14% -22%

Oppo, termasuk OnePlus dan realme, menempati posisi ketiga dengan 10,6 juta unit dan pangsa 16 persen. Vivo, termasuk iQoo, mengikuti dengan 10,5 juta unit serta pangsa yang sama, sedangkan Xiaomi mengirimkan 8,2 juta unit atau menguasai 12 persen pasar.

Dari lima besar, Huawei membukukan kenaikan pengiriman tertinggi sebesar 25 persen secara tahunan. Apple menyusul dengan pertumbuhan 24 persen, sementara Oppo, Vivo, dan Xiaomi masing-masing turun 9 persen, 11 persen, dan 21 persen.

Persaingan AI Tetap Berjalan di Tengah Permintaan yang Hati-hati

Selain mengelola tekanan biaya, produsen smartphone tetap melanjutkan investasi pada kecerdasan buatan atau AI. Senior Analyst Omdia Lucas Zhong menilai persaingan tidak lagi hanya bertumpu pada spesifikasi perangkat keras.

Pengembangan smartphone AI ke depan diperkirakan mengarah pada kemampuan menjalankan tugas lintas aplikasi, integrasi dengan ekosistem pihak ketiga, serta sistem operasi AI-native. Di sisi lain, konsumen diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam memutuskan waktu untuk mengganti smartphone mereka.

Source: tekno.kompas.com
Terbaru