Intel Serbu Data Center, Xeon 6+ Dan Crescent Island Siap Ubah Peta AI

Intel kembali mengubah peta persaingan data center lewat kombinasi prosesor Xeon 6+, jaringan Ethernet E835, dan GPU Crescent Island. Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar performa komputasi, tetapi juga membangun fondasi infrastruktur AI yang lebih terkoordinasi dari sisi CPU, jaringan, dan akselerator grafis.

Arah itu sejalan dengan kebutuhan era agentic AI yang menuntut orkestrasi, konkurensi, dan pergerakan data dalam skala besar. Kevork Kechichan, Executive Vice President dan General Manager Intel Data Center Group, menegaskan bahwa CPU tetap menjadi control plane bagi infrastruktur AI modern karena skalabilitas tidak lagi cukup jika hanya mengandalkan komponen yang berjalan sendiri-sendiri.

Xeon 6+ jadi pusat perhatian

Di antara semua pengumuman, Xeon 6+ menjadi sorotan utama karena tercatat sebagai CPU data center pertama yang dibangun dengan teknologi fabrikasi Intel 18A. Prosesor ini ditujukan untuk beban kerja cloud-native dan agentic AI yang membutuhkan kepadatan tinggi.

Intel menyebut Xeon 6+ mampu menampung hingga 288 Efficient-cores atau E-cores. Perusahaan juga mengklaim performanya 2,5 kali lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya dan menawarkan efisiensi daya 45% lebih baik pada performa per thread per watt dibanding kompetitor sekelasnya.

Kapasitas itu diarahkan untuk konsolidasi server yang lebih agresif. Intel menyebut rasio konsolidasi 9:1 dapat dicapai, sehingga footprint server dan biaya operasional berpotensi turun lebih jauh.

Jaringan ikut digenjot

Intel juga merilis controller dan adapter Ethernet Seri 800 E835 untuk mendukung arus data yang semakin padat di lingkungan AI. Perangkat ini mendukung throughput hingga 200 GbE dengan berbagai opsi konfigurasi.

Dalam klaim internalnya, E835 menawarkan efisiensi daya yang lebih baik daripada beberapa pesaing utama. Intel menyebut rasio performa per watt adapter ini 1,9 kali lebih tinggi dibanding Nvidia ConnectX-6 DX dan 1,4 kali lebih tangguh dari Broadcom BCM957508-P2100G.

Crescent Island siapkan ruang lebih besar untuk AI

Di sisi akselerator grafis, Intel memperkenalkan detail awal GPU data center generasi berikutnya dengan nama sandi Crescent Island. GPU ini memakai arsitektur Xe 3P dan dibekali memori LPDDR5x hingga 480 GB.

Kapasitas memori sebesar itu disiapkan untuk beban kerja AI berskala besar yang padat token. Intel juga menyoroti desain dayanya yang relatif hemat, dengan konfigurasi PCIe 350W yang masih bisa didinginkan memakai sistem pendingin udara biasa.

Perhatian ke pasar UKM tetap dibuka

Selain menyasar kebutuhan pusat data skala besar, Intel juga membawa pembaruan untuk pelaku usaha kecil dan menengah. Perusahaan resmi meluncurkan opsi prosesor 12-core untuk keluarga Intel Xeon 6300.

Pembaruan ini melampaui batas maksimal 8-core yang sebelumnya menjadi standar di server pemula. Intel menyebutnya kompatibel langsung atau drop-in dengan desain motherboard server yang sudah ada, sehingga UKM dapat meningkatkan komputasi tanpa perlu merombak infrastruktur dasar.

Rangkaian pengumuman ini memperlihatkan strategi Intel yang lebih luas dalam mengamankan posisi di pasar data center. Dengan menggabungkan CPU baru, jaringan berkecepatan tinggi, GPU berkapasitas besar, dan opsi untuk server entry-level, Intel mencoba menjawab kebutuhan AI modern dari berbagai lapisan infrastruktur.

Source: inet.detik.com

Terkait