Vivo X300 Pro Tertahan di Puncak Kamera, Huawei Pura 80 Ultra Masih Tak Tergeser

Persaingan ponsel premium dengan fokus kamera kembali mengerucut pada dua nama besar, yakni Vivo X300 Pro dan Huawei Pura 80 Ultra. Namun berdasarkan pengujian DXOMark, Vivo X300 Pro belum berhasil menggusur Huawei Pura 80 Ultra dari posisi teratas kamera smartphone dunia.

Data DXOMark menunjukkan Huawei Pura 80 Ultra meraih skor kamera total 175, sedangkan Vivo X300 Pro berada tepat di bawahnya dengan skor 171. Hasil ini menegaskan bahwa keunggulan Vivo di beberapa aspek belum cukup untuk menutup selisih pada kualitas foto secara keseluruhan.

Huawei Masih Unggul di Peringkat Kamera Global

Huawei Pura 80 Ultra lebih dulu hadir di pasar, tetapi tetap mampu mempertahankan posisi puncak saat Vivo X300 Pro muncul sebagai penantang baru. Situasi ini cukup menarik karena Vivo datang dengan reputasi kuat di fotografi mobile, namun belum mampu mengambil alih takhta.

Dalam basis penilaian DXOMark yang dikutip dari artikel referensi, Huawei Pura 80 Ultra memimpin lewat kekuatan utama pada kualitas foto. Sementara itu, Vivo X300 Pro memang tampil kompetitif, tetapi performanya masih belum merata di semua sub-kategori penting.

Berikut perbandingan skor utama keduanya menurut data DXOMark:

AspekHuawei Pura 80 UltraVivo X300 Pro
Skor kamera total175171
Skor foto180171
Skor video166169

Tabel tersebut memperlihatkan pola yang cukup jelas. Huawei unggul besar di sektor foto, sedangkan Vivo hanya bisa membalas tipis di kategori video.

Perbedaan Spesifikasi Kamera Jadi Faktor Penting

Huawei Pura 80 Ultra mengusung kamera utama 50MP dengan sensor 1 inci dan bukaan variabel f/1.6-4. Perangkat ini juga dibekali dua lensa tele periskop dengan panjang fokus setara 83mm dan 212mm.

Vivo X300 Pro membawa kamera utama 50MP dengan sensor 1/1.28 inci. Ponsel ini juga memiliki kamera ultrawide 50MP dengan sudut pandang 119 derajat serta telefoto 200MP dengan zoom optis 3,7x setara 85mm.

Di atas kertas, konfigurasi Vivo terlihat agresif, terutama pada kamera tele. Namun penilaian kamera premium tidak hanya ditentukan oleh angka megapiksel atau zoom optis, melainkan juga oleh konsistensi warna, eksposur, tone kulit, dynamic range, dan akurasi hasil akhir dalam berbagai kondisi cahaya.

Mengapa Huawei Pura 80 Ultra Masih Sulit Digeser

Pada kategori foto, Huawei Pura 80 Ultra mencetak skor 180. Angka itu menjadi yang tertinggi di data DXOMark untuk sektor tersebut.

Sub-kategori kamera utama Huawei juga menonjol dengan skor 184. Sebaliknya, Vivo X300 Pro mendapat skor foto 171 dan skor kamera utama 174, yang menunjukkan selisih cukup jauh pada area yang paling sering dipakai pengguna.

DXOMark menilai Huawei unggul karena memiliki dynamic range yang luas dan eksposur yang akurat. Perangkat itu juga dinilai mampu menghasilkan warna yang sangat baik dalam kondisi sulit, termasuk tone kulit yang natural pada pencahayaan campuran.

Salah satu faktor yang memperkuat hasil Huawei adalah kehadiran sensor multispektral. Teknologi ini membantu perangkat membaca warna dan pencahayaan dengan lebih presisi, sehingga hasil foto terlihat lebih konsisten dalam beragam skenario.

Keunggulan seperti ini sangat penting di kelas flagship kamera. Pengguna bukan hanya mencari foto tajam, tetapi juga hasil yang stabil saat memotret malam hari, backlight, ruangan minim cahaya, atau adegan dengan campuran sumber cahaya.

Vivo X300 Pro Unggul di Area Tertentu, Tapi Belum Cukup

Vivo X300 Pro bukan tanpa kelebihan. DXOMark mencatat perangkat ini meraih skor bokeh 180, yang menjadi yang tertinggi di databasenya.

Selain itu, Vivo juga mencatat skor telefoto 170, menjadikannya salah satu perangkat terbaik untuk pembesaran jarak jauh. Hasil ini memperlihatkan bahwa Vivo sangat serius mengembangkan pemotretan portrait dan tele, dua area yang memang semakin dicari konsumen premium.

Di sektor video, Vivo juga tampil lebih baik dari Huawei. Vivo X300 Pro meraih skor video 169, sementara Huawei Pura 80 Ultra mendapat 166.

Bahkan, skor exposure video Vivo disebut sebagai yang tertinggi di database DXOMark dengan nilai 133. Catatan ini menandakan Vivo punya keunggulan nyata untuk perekaman video, terutama pada kontrol pencahayaan.

Namun di pasar smartphone kamera, kualitas foto tetap menjadi penilaian paling mendasar. Keunggulan video dan tele belum cukup besar untuk mengganti dominasi Huawei yang lebih konsisten pada kamera utama dan hasil foto secara umum.

Catatan yang Masih Menghambat Vivo

Vivo X300 Pro masih menyisakan beberapa kelemahan penting. Menurut data pengujian yang dikutip dari artikel referensi, tone kulit gelap pada perangkat ini kadang terlihat terlalu terang sehingga hasilnya kurang natural.

Masalah lain juga muncul pada konsistensi detail di kondisi low light. Dalam beberapa situasi, hasil tangkapan tidak selalu stabil, terutama saat pencahayaan menurun atau adegan memiliki kontras yang rumit.

DXOMark juga mencatat adanya ghosting dan color fringing yang kadang masih muncul. Selain itu, bidang pandang kamera ultrawide Vivo dinilai lebih sempit dibandingkan sebagian kompetitor di kelasnya.

Daftar hambatan utama Vivo X300 Pro dapat diringkas sebagai berikut:

  1. Tone kulit gelap terkadang terlalu terang.
  2. Detail foto low light belum konsisten.
  3. Ghosting masih sesekali terlihat.
  4. Color fringing belum sepenuhnya hilang.
  5. Sudut pandang ultrawide relatif sempit.

Kekurangan ini tampak teknis, tetapi sangat berpengaruh pada skor akhir. Dalam pengujian kamera modern, konsistensi lintas situasi justru menjadi pembeda utama antara perangkat bagus dan perangkat terbaik.

Makna Persaingan Ini untuk Pasar Flagship Kamera

Hasil tersebut menunjukkan bahwa persaingan kamera smartphone kini tidak cukup dimenangkan lewat spesifikasi besar atau strategi pemasaran. Produsen harus mampu menghadirkan pemrosesan gambar yang matang, reproduksi warna yang akurat, dan performa yang konsisten di dunia nyata.

Bagi Vivo, posisi kedua tetap merupakan capaian penting karena X300 Pro masih masuk jajaran elite kamera smartphone global. Namun untuk menyalip Huawei Pura 80 Ultra, peningkatan pada kamera utama, tone kulit, low light, dan ultrawide tampaknya masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di artikel sumber: inet.detik.com

Terkait