Acer resmi memperkenalkan Swift Air 14 sebagai laptop AI ultra-tipis yang menonjolkan bobot ringan, bodi setipis 12,9 mm, dan klaim baterai hingga 19 jam untuk pemutaran video. Perangkat ini meluncur di Computex 2026 di Taiwan dan diarahkan untuk pengguna yang butuh laptop ringkas untuk mobilitas tinggi.
Di tengah tren PC AI, Acer memosisikan Swift Air 14 sebagai opsi yang lebih mudah dijangkau untuk pelajar, profesional, dan pekerja hybrid. Fokusnya jelas: membawa fitur AI ke laptop tipis tanpa mengorbankan portabilitas dan efisiensi.
AI jadi nilai jual utama
Swift Air 14 hadir dengan kode SFA14-I31 dan memakai prosesor Intel Core Series 3 terbaru. Acer menyebut performa AI laptop ini mencapai 40 TOPS, sementara NPU khususnya memberikan kinerja hingga 17 TOPS.
Kombinasi itu membuat Swift Air 14 tidak hanya menjual desain ramping. Acer juga menekankan kesiapan perangkat untuk menjalankan fitur AI modern langsung di perangkat tanpa sepenuhnya bergantung pada cloud.
James Lin, General Manager Notebooks Acer Inc., mengatakan Swift Air 14 merupakan bagian dari upaya Acer menghadirkan teknologi AI yang lebih mudah dijangkau. Ia menyebut perangkat ini mengemas performa tangguh dalam desain elegan untuk pengguna yang mencari laptop terjangkau namun tetap bertenaga.
Dukungan juga datang dari Intel. Josh Newman, General Manager and Vice President of Consumer PC, Client Computing Group Intel, menyebut perangkat ini hasil kolaborasi yang menawarkan performa tinggi dan harga kompetitif untuk pelajar, keluarga, dan usaha kecil.
Bodi ringan dan layar 120Hz
Acer membekali Swift Air 14 dengan sasis aluminium penuh dalam pilihan warna Sage Green dan Frost Blue. Bobotnya 1,25 kilogram, dengan ketebalan 12,9 mm, sehingga mudah dibawa untuk bekerja atau belajar dari berbagai lokasi.
Laptop ini memakai layar WUXGA 14 inci dengan refresh rate 120Hz dan cakupan warna 100 persen sRGB. Spesifikasi tersebut memberi tampilan yang mulus sekaligus warna yang akurat untuk konsumsi konten dan pekerjaan produktif.
Untuk kebutuhan multimedia, Acer menanamkan empat speaker dengan dukungan DTS Ultra. Sistem ini menghadirkan audio spasial 3D yang membuat laptop tetap relevan untuk hiburan harian.
Acer juga mengklaim baterainya sanggup bertahan hingga 19 jam untuk pemutaran video. Pengisian cepatnya disebut bisa mengisi daya sampai 50 persen dalam 30 menit.
Fitur komunikasi dan produktivitas
Untuk konferensi video dan keamanan, Swift Air 14 dibekali kamera IR 1080p dengan dukungan Windows Hello, pengenalan wajah, dan privacy shutter. Acer juga menambahkan teknologi PurifiedVoice dan PurifiedView berbasis AI untuk meningkatkan kualitas audio dan visual saat panggilan video.
Dari sisi konektivitas, laptop ini mendukung Wi-Fi 6E dan Bluetooth 5.3. Port yang tersedia meliputi dua Thunderbolt 4 USB-C, USB-A, dan HDMI 2.1, sehingga tetap fleksibel untuk monitor eksternal dan aksesori tambahan.
Acer juga menyematkan tombol khusus Copilot pada Swift Air 14. Sejumlah solusi AI lain ikut hadir, termasuk AcerSense, Acer Intelligence Space, Acer QR Capture, Acer AI Image Generator, dan Acer Video Speed Controller.
Diperkenalkan bersama model yang lebih premium
Bersamaan dengan Swift Air 14, Acer juga memperkenalkan Swift Spin 14 AI sebagai laptop konvertibel 360 derajat yang menyasar kelas lebih tinggi. Model ini memakai Intel Core Ultra 9 386H, memiliki performa NPU hingga 50 TOPS, dan total performa platform mencapai 100 TOPS.
Swift Spin 14 AI juga membawa baterai yang diklaim bisa bertahan hingga 26 jam untuk pemutaran video. Selain itu, perangkat ini memakai sasis aluminium warna Platinum Silver, lolos sertifikasi MIL-STD-810H, dan mendukung Acer Active Stylus berbasis Wacom AES 2.0 dengan 4.096 tingkat tekanan.
Acer menyebut Swift Spin 14 AI sudah masuk kategori Windows 11 Copilot+ PC. Sementara itu, informasi harga dan jadwal ketersediaan untuk kedua laptop akan diumumkan berbeda-beda sesuai wilayah pemasaran.
Source: www.suara.com






