Sebelum menjadi perusahaan teknologi bernilai raksasa, Apple pernah berdiri di atas modal yang sangat terbatas. Steve Jobs menjual mobil van Volkswagen miliknya, sementara Steve Wozniak melepas kalkulator ilmiah HP-65 untuk membiayai prototipe Apple-1.
Pengorbanan dua pendiri itu terjadi saat dana untuk membangun komputer pertama Apple menipis. Uang hasil penjualan barang pribadi tersebut dipakai untuk memesan papan sirkuit cetak profesional pertama mereka.
Wozniak sebelumnya sudah terlibat dalam sejumlah proyek komersial, termasuk pengembangan game Breakout untuk Atari. Namun, penghasilan dari pekerjaan itu belum cukup untuk mewujudkan komputer yang kemudian dikenal sebagai Apple-1.
Kalkulator HP-65 milik Wozniak dijual seharga USD 500, meski ia kemudian mengingat pembelinya hanya membayar separuh dari nilai tersebut. Di sisi lain, Jobs menjual van Volkswagen seharga beberapa ratus dolar AS dan kemudian menggunakan sepeda sebagai kendaraan.
Peluang dari Byte Shop
Modal terbatas itu mendapat arti besar ketika Paul Terrell, pemilik Byte Shop di Mountain View, menyatakan bersedia membeli 50 papan Apple-1. Pesanan itu bernilai USD 500 per unit, tetapi ada syarat penting bahwa komputer harus dikirim dalam kondisi telah dirakit sepenuhnya.
Syarat tersebut membedakan Apple-1 dari perangkat bongkar pasang yang mengharuskan pembeli menyolder komponen sendiri. Jobs dan Wozniak pun perlu menyiapkan papan yang siap digunakan, bukan sekadar rangkaian komponen elektronik.
Menurut inet.detik.com, Apple-1 kemudian dipasarkan dengan harga USD 666,66. Angka itu berasal dari margin keuntungan sepertiga di atas harga grosir USD 500, sekaligus mencerminkan kegemaran Wozniak terhadap deretan angka berulang.
Komputer yang Dijual Belum Lengkap
Apple-1 yang ditawarkan kepada pembeli pada masa itu pada dasarnya berupa motherboard rakitan. Pengguna masih harus menyediakan sejumlah perangkat penting agar komputer dapat dipakai secara penuh.
| Komponen | Rincian |
|---|---|
| Prosesor | MOS Technology 6502 dengan kecepatan sekitar 1MHz |
| Memori | RAM 4KB |
| Tampilan | 40 kolom x 24 baris teks pada monitor komposit |
| Perlengkapan tambahan | Keyboard, catu daya, layar, casing, dan media penyimpanan dijual terpisah |
Apple-1 juga memiliki opsi antarmuka kaset untuk memuat program. Perangkat tambahan itu dapat digunakan menjalankan interpreter BASIC yang dibuat oleh Wozniak.
Garasi Bukan Awal Utamanya
Kisah Apple sering dikaitkan dengan garasi keluarga Jobs, tetapi tahap awal Apple-1 berlangsung di tempat lain. Wozniak menyebut komputer tersebut dirancang, diuji, dan diperbaiki kodenya di apartemennya di Cupertino serta bilik kerjanya di Hewlett-Packard.
Garasi keluarga Jobs baru berperan ketika teman-teman mereka membantu memasang chip, menguji papan yang selesai dirakit, dan menyiapkannya untuk pengiriman. Apple-1 kemudian diperlihatkan kepada publik di Homebrew Computer Club di Palo Alto, California, pada Juli 1976.
Jumlah produksi Apple-1 hanya sekitar 200 papan sebelum perusahaan mengalihkan perhatian ke Apple II yang lebih disempurnakan. Kelangkaan itu membuat unit yang masih bertahan sering mencapai harga ratusan ribu dolar AS di balai lelang.
Nilai sejarahnya bahkan terus meningkat puluhan tahun kemudian. Pada awal 2026, sebuah prototipe papan Apple-1 generasi sangat awal terjual seharga USD 2,75 juta, menunjukkan betapa mahalnya sebuah gagasan yang dahulu didanai dari kalkulator dan mobil van.
Source: inet.detik.com






