Snapdragon 8 Gen 5 tidak hadir sebagai chip yang langsung menggantikan semua flagship lama. Posisi ini justru paling menarik karena performanya berada di tengah: jauh di atas Snapdragon 8 Gen 3, tetapi masih belum sepenuhnya menyalip Snapdragon 8 Elite.
Itulah sebabnya chipset ini lebih tepat dibaca sebagai upgrade selektif, bukan upgrade wajib. Yang paling diuntungkan bukan semua pengguna, melainkan mereka yang masih bertahan di Snapdragon 8 Gen 3, Snapdragon 8 Gen 2, atau chipset yang lebih tua.
Lonjakan performa terasa, tetapi bukan yang paling ekstrem
Hasil benchmark menunjukkan Snapdragon 8 Gen 5 punya lompatan besar dibanding Snapdragon 8 Gen 3. Di GeekBench 6, skor single-core mencapai 2.837 dan multi-core 9.352, sementara Snapdragon 8 Gen 3 hanya mencatat 2.243 dan 6.591.
Meski begitu, Snapdragon 8 Elite masih unggul di single-core dengan skor 3.026. Di sisi multi-core, Snapdragon 8 Gen 5 justru sedikit melampaui Snapdragon 8 Elite, sehingga chip ini terlihat sangat kuat untuk beban kerja panjang.
Di AnTuTu, Snapdragon 8 Gen 5 mencetak total 2.961.236. Angka itu sangat dekat dengan Snapdragon 8 Elite yang berada di 2.994.563 dan jauh di atas Snapdragon 8 Gen 3 yang meraih 2.274.520.
Paling relevan untuk pengguna flagship lama
Bagi pemilik HP dengan Snapdragon 8 Gen 3 ke bawah, Snapdragon 8 Gen 5 menawarkan peningkatan yang terasa di banyak sisi. Chip ini memakai fabrikasi TSMC N3P 3nm dan core Oryon generasi baru untuk mendorong performa sekaligus efisiensi daya.
Dalam penggunaan harian, peningkatan itu bisa muncul pada gaming yang lebih stabil, multitasking yang lebih cepat, dan aplikasi AI yang lebih responsif. Suhu perangkat juga berpotensi lebih terkendali, sementara daya tahan baterai bisa ikut membaik berkat efisiensi fabrikasi yang baru.
Bukan pilihan utama untuk gamer paling ekstrem
Di sektor grafis, Snapdragon 8 Gen 5 masih belum menggeser Snapdragon 8 Elite. Chip ini memakai GPU Adreno 829 yang modern, tetapi performanya tetap berada di bawah GPU milik Snapdragon 8 Elite.
Pada benchmark grafis, Snapdragon 8 Gen 5 tercatat sekitar 12 persen lebih rendah dari varian Elite. Selisih itu akan lebih terasa pada game dengan setting ultra, ray tracing, frame rate tinggi yang stabil, dan emulasi game berat.
Karena itu, pengguna yang mengejar performa gaming paling tinggi tetap lebih cocok memilih Snapdragon 8 Elite. Snapdragon 8 Gen 5 tetap sangat kuat untuk mayoritas game modern, tetapi bukan yang paling tinggi di kelasnya.
Kamera dan AI jadi nilai tambah besar
Salah satu daya tarik utama Snapdragon 8 Gen 5 ada di sektor kamera. Qualcomm membekalinya dengan ISP AI 20-bit yang memberi ruang lebih besar untuk HDR, pengurangan noise, dan reproduksi warna yang lebih baik.
Chip ini juga mendukung kamera hingga 320MP dan perekaman video 4K 120fps. Di sisi AI, kemampuannya mendekati Snapdragon 8 Elite karena sama-sama memakai konfigurasi Hexagon NPU modern.
Dukungan AI on-device dan generative AI membuat chipset ini relevan untuk produktivitas maupun hiburan. Bagi pengguna yang sering memotret dan mengandalkan fitur pintar di ponsel, ini menjadi peningkatan yang cukup penting.
Konektivitasnya juga sudah siap untuk beberapa tahun ke depan
Snapdragon 8 Gen 5 membawa konektivitas yang terasa sangat lengkap untuk kelas flagship. Chipset ini mendukung jaringan seluler hingga 10Gbps, Wi-Fi hingga 5,8Gbps, dan Bluetooth 6.0.
Dampaknya bukan hanya pada kecepatan, tetapi juga pada latensi yang lebih rendah dan koneksi aksesori nirkabel yang lebih stabil. Dukungan seperti ini penting saat ekosistem perangkat terus berkembang, mulai dari earbuds, smartwatch, cloud gaming, hingga streaming resolusi tinggi.
Bila perangkat yang dipakai masih mengandalkan Snapdragon 8 Gen 3 atau generasi di bawahnya, Snapdragon 8 Gen 5 menawarkan paket yang seimbang di performa, efisiensi, kamera, AI, dan konektivitas. Namun, untuk pengguna Snapdragon 8 Elite yang fokus utamanya gaming maksimal, peningkatan ke Snapdragon 8 Gen 5 belum tentu terasa lebih menguntungkan.
Source: www.idntimes.com






