Samsung Galaxy A37 Turun Ke Rp5 Jutaan, Baterai Nyaris 15 Jam Jadi Senjata Utama

Harga Samsung Galaxy A37 kini jauh lebih ramah di kantong setelah turun ke kisaran Rp5 jutaan di berbagai marketplace. Perubahan ini membuat posisinya di kelas menengah terlihat lebih menarik, terutama karena model 256GB kini selisih harganya makin dekat dengan varian 128GB.

Dari banderol awal Rp6,5 juta untuk 8/128GB dan Rp7,3 juta untuk 8/256GB, harganya kini berada di Rp5,6 juta dan Rp5,9 juta. Dengan selisih yang tipis, varian 256GB terasa lebih masuk akal karena Galaxy A37 tidak mendukung MicroSD.

Harga turun, kapasitas besar makin relevan

Kondisi tersebut mengubah pertimbangan pembelian secara cukup signifikan. Bagi pengguna yang ingin menyimpan banyak aplikasi, foto, dan video untuk jangka panjang, ruang internal menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

Di saat yang sama, desain Galaxy A37 masih menampilkan bodi yang relatif ramping. Ponsel ini punya ketebalan 7,4 mm dengan bobot 196 gram, sehingga tetap nyaman digenggam untuk pemakaian harian.

Namun, kesan premiumnya belum terlalu kuat karena Samsung masih memakai material plastik. Ini berbeda dari seri A55 yang sudah menggunakan frame metal, sehingga A37 masih terlihat bermain aman di sisi material.

Layar AMOLED tetap jadi daya tarik

Di bagian depan, Galaxy A37 masih membawa bezel yang tergolong tebal. Di tengah tren layar dengan bezel tipis simetris, tampilan ini terasa kurang modern untuk standar 2026.

Meski begitu, panel Super AMOLED tetap menjadi salah satu nilai jual utamanya. Layar ini menampilkan warna yang vibrant, hitam yang pekat, dan akurasi warna sRGB yang hampir 100%.

Brightness maksimalnya ada di angka 460 nits. Artinya, layar masih nyaman dipakai untuk penggunaan sehari-hari, meski pengguna perlu usaha ekstra saat berada di bawah sinar matahari terik.

Performa cukup untuk harian

Samsung membekali Galaxy A37 dengan Exynos 1480, chipset yang juga dipakai pada Galaxy A55. Skor AnTuTu perangkat ini berada di kisaran 1 jutaan, sehingga performanya tidak menonjol di atas kertas.

Untuk game berat, hasilnya juga belum terlalu menggoda. Genshin Impact pada setelan terendah hanya mencatat rata-rata 44 FPS, sementara Wuthering Waves masih terasa tersendat pada momen tertentu.

Sebaliknya, performa harian dan game populer masih aman digunakan. PUBG dan Mobile Legends berjalan lancar, sehingga ponsel ini lebih cocok untuk pengguna yang bermain game ringan hingga menengah.

Stabilitasnya juga cukup meyakinkan. Dalam stress test, stabilitas mencapai 99,7 persen dengan suhu terjaga di 41 derajat Celsius.

Baterai jadi senjata utama

Daya tahan baterai menjadi alasan paling kuat untuk melirik Galaxy A37. Dalam tes PCMark, perangkat ini bertahan hingga 14 jam 55 menit, nyaris menyentuh 15 jam.

Hasil itu membuatnya terasa sangat cocok untuk kebutuhan mobile seperti travelling. Pengguna yang sering berpindah tempat bisa lebih tenang karena ponsel ini tidak menuntut pengisian daya terlalu sering.

Optimasi sistem ikut membantu efisiensi tersebut. Meski kapasitas baterainya tergolong standar, hasil akhirnya justru terasa lebih hemat dibanding banyak kompetitor di kelas harga yang sama.

Software panjang dan fitur AI siap pakai

Galaxy A37 langsung menjalankan One UI 8.5 berbasis Android 16 saat keluar dari boks. Samsung juga menjanjikan dukungan software hingga 6 tahun, yang memberi nilai tambah bagi pengguna yang ingin memakai perangkat lebih lama.

Antarmukanya disebut berjalan mulus dan bebas iklan sampah. Sejumlah fitur AI juga tersedia, termasuk Circle to Search, Object Eraser, dan Auto Trim video untuk kebutuhan konten media sosial.

Kamera aman untuk kebutuhan harian

Di sektor kamera, Galaxy A37 mengandalkan kamera utama 50MP dengan OIS. Hasil fotonya khas Samsung, dengan detail tajam, warna langit yang biru matang, dan karakter gambar yang siap unggah tanpa banyak edit.

Fitur Nightography juga dinilai solid untuk pemakaian harian. Untuk hasil terbaik, kamera utama dan kamera depan 12MP lebih layak diandalkan karena skin tone-nya terlihat natural.

Kamera ultrawide 8MP menjadi bagian yang paling lemah. Detailnya minim, sehingga fungsinya lebih cocok sebagai pelengkap daripada andalan utama.

Dengan harga yang sudah turun ke kisaran Rp5 jutaan, Galaxy A37 kini terlihat lebih masuk akal untuk pengguna yang memprioritaskan layar AMOLED, baterai awet, software panjang, dan kamera utama yang konsisten. Di sisi lain, pencari performa tinggi atau desain bezel yang lebih modern masih mungkin menemukan opsi lain yang lebih menggoda di kelas yang sama.

Terkait