
Konser One Ok Rock di Jakarta memberi tantangan berbeda bagi siapa pun yang ingin merekam fancam. Lighting panggung yang gelap, laser yang agresif, dan minimnya spotlight membuat kamera harus bekerja lebih keras dari biasanya.
Situasinya makin sulit karena panggung tidak memakai extended stage, sementara penonton yang duduk di tribun juga berada cukup jauh dari area utama. Di kondisi seperti ini, banyak momen panggung berisiko tenggelam oleh backlight atau efek lampu yang terus bergerak mengikuti lagu.
Namun, hasil rekaman dengan Samsung Galaxy S26 Ultra menunjukkan perangkat ini masih bisa diandalkan untuk konser malam seperti ini. Detail wajah para personel One Ok Rock tetap terbaca, warna lampu panggung tetap hidup, dan video tidak mudah pecah meski cahaya minim.
Rekam konser di kondisi sulit
Pengujian dilakukan saat konser One Ok Rock di Jakarta, Sabtu (16/5/2026), yang memang dikenal menantang untuk perekaman video. Band rock asal Jepang itu tidak bergantung pada spotlight per personel seperti yang sering terlihat di konser K-pop.
Sebaliknya, pertunjukan lebih mengandalkan lighting panggung dan laser show yang bergerak mengikuti ritme lagu. Secara visual, suasananya terasa kuat dan “rock banget”, tetapi situasi itu membuat hasil fancam jauh lebih sulit dijaga tetap terang.
Posisi penonton juga ikut menentukan. Kursi berada di CAT 1, pintu 2I, baris 28, nomor 411, dengan posisi tengah namun tetap di barisan tribun paling belakang.
Nightography terasa membantu
Galaxy S26 Ultra dipakai untuk merekam konser ini dengan kombinasi mode video biasa dan Pro Video. Zoom yang paling sering digunakan ada di 1x, 2x, 5x, dan 10x, dengan sesekali naik ke 20x meski perangkat ini mampu sampai 25x.
Dalam kondisi minim cahaya, kamera masih mampu menangkap detail dengan cukup baik dan menjaga video tetap stabil. Wajah personel One Ok Rock masih terlihat jelas, sementara efek lampu panggung tidak terlihat terlalu pecah atau berbintik.
Peningkatan ini terasa lewat Nightography, mode malam khas Samsung. Kamera utama 200 MP kini memakai aperture f/1.4, naik dari f/1.7, sehingga sensor bisa menangkap sekitar 47 persen lebih banyak cahaya.
Zoom tinggi masih tetap terjaga
Perubahan juga terjadi di kamera telefoto 50 MP yang kini memakai aperture f/2.9 dari sebelumnya f/3.4. Bukaan itu membuat kamera menangkap sekitar 37 persen lebih banyak cahaya, sesuatu yang penting saat merekam dari jarak jauh.
Efeknya terasa ketika zoom dinaikkan. Hasil video masih terlihat terang dan detailnya tidak langsung hancur, meski sumber cahaya di panggung tidak selalu ramah untuk kamera.
Dynamic range juga terasa lebih luas. Area terang seperti lampu panggung atau efek laser tidak gampang overexposed, sementara area gelap tetap menyimpan cukup detail.
Bagi penonton konser yang duduk jauh dari panggung atau tidak mendapat spotlight ideal, kemampuan ini memberi keuntungan nyata. Pada konser seperti One Ok Rock, lighting memang lebih diarahkan untuk membangun atmosfer panggung ketimbang menerangi wajah performer terus-menerus.
Source: tekno.kompas.com




