
Workshop Creator Lab “Concert Mode with Samsung Galaxy S26 Ultra” menarik perhatian peserta yang ingin merekam konser dengan hasil yang lebih stabil, tajam, dan enak dibagikan ke media sosial. Acara yang digelar KompasTekno bersama Samsung di Jakarta itu memberi kesempatan kepada peserta untuk mencoba langsung teknik pengambilan gambar di kondisi panggung yang dinamis dan sering menantang.
Sejumlah peserta mengaku pengalaman itu membantu mereka memahami cara merekam konser dengan hasil yang lebih rapi. Mereka menilai Galaxy S26 Ultra menawarkan kombinasi fitur yang relevan untuk kebutuhan konser, terutama zoom, nightography, auto-framing, dan stabilisasi video.
Peserta merasakan manfaat praktik langsung
Workshop ini tidak hanya membahas teori, tetapi juga mengajak peserta mempraktikkan cara mengambil gambar dan video di situasi yang serba cepat. Freddy, peserta dari Kebon Jeruk, Jakarta, menyebut sesi tersebut membantu karena ia ingin memahami teknik pengambilan konten agar hasilnya lebih optimal.
Setelah mengikuti materi dan praktik, Freddy menilai workshop memberi banyak wawasan baru tentang cara merekam konser memakai ponsel. Ia juga merasa semakin tertarik mempelajari teknik perekaman karena penjelasan yang disampaikan terasa lebih terarah dan mudah dipahami.
Anita, fotografer lepas yang gemar konser K-pop, merasakan hal serupa. Ia menyebut pengalaman menonton konser belum cukup jika kemampuan menangkap momen masih terbatas, apalagi saat ingin mengabadikan artis favorit seperti Blackpink, Suga BTS, Bruno Mars, Maroon 5, Bryan Adams, dan Westlife.
Teknik dasar yang dibahas saat merekam konser
Materi workshop menekankan aspek dasar yang sering menentukan hasil rekaman di konser. Peserta belajar memilih angle, menjaga kestabilan video, dan memanfaatkan pengaturan kamera agar hasil tetap nyaman dilihat meski kondisi pencahayaan tidak ideal.
Berikut poin yang dipelajari peserta dalam sesi tersebut:
- Menentukan sudut pengambilan gambar agar subjek terlihat jelas.
- Menjaga tangan tetap stabil supaya video tidak goyang.
- Memahami pengaturan mode pro video untuk kontrol yang lebih baik.
- Menyesuaikan kamera dengan perubahan cahaya yang cepat.
- Memanfaatkan fitur ponsel agar rekaman tetap tajam dari jarak jauh.
Zee, salah satu peserta, mengatakan dirinya jadi lebih memahami cara mengambil gambar dan video yang benar. Ia menilai pengetahuan seperti ini penting karena banyak orang hanya mengandalkan kebiasaan saat merekam, bukan teknik yang benar-benar membantu hasil akhir.
Tantangan konser dan peran Galaxy S26 Ultra
Rekaman konser kerap menghadapi tantangan besar karena cahaya panggung berubah cepat dari gelap ke sangat terang. Kondisi itu sering membuat video tidak konsisten, terutama jika kamera tidak mampu menyesuaikan warna dan cahaya dengan cepat.
Alanis menyebut dirinya mendapat penjelasan tentang teknik merekam yang lebih tepat agar hasilnya layak dibagikan. Ia juga menilai Galaxy S26 Ultra terasa lebih mulus saat digunakan untuk menangkap momen yang bergerak cepat di atas panggung, termasuk saat tangan mulai sulit dijaga tetap stabil.
Satria turut menyoroti kemampuan zoom dan auto-framing pada Galaxy S26 Ultra. Menurut dia, dua fitur itu membantu pengguna mengikuti pergerakan artis dari jarak jauh tanpa kehilangan fokus pada objek utama.
Ia juga menilai nightography penting karena konser sering berlangsung dalam cahaya minim. “Dia bisa nangkap warna di cahaya yang gelap, jadi hasilnya tetap bagus,” ujar Satria.
Fitur yang paling menarik perhatian peserta
Selain zoom dan nightography, peserta juga menilai dual camera memberi pengalaman yang lebih personal saat merekam konser. Anita menyebut fitur tersebut memungkinkan pengguna tampil dalam satu frame bersama artis yang sedang tampil, sehingga momen kehadiran di konser terasa lebih utuh.
Berikut fitur Galaxy S26 Ultra yang paling banyak mendapat perhatian peserta workshop:
| Fitur | Manfaat saat konser |
|---|---|
| Zoom | Menangkap artis dari jarak jauh |
| Auto-framing | Mengikuti pergerakan subjek secara otomatis |
| Nightography | Menjaga warna dan detail di cahaya minim |
| Dual camera | Merekam artis dan pengguna dalam satu frame |
| Horizontal lock | Membantu menjaga stabilitas video |
Fitur horizontal lock juga menjadi sorotan karena membantu menjaga arah video tetap stabil saat tangan bergerak. Dalam suasana konser yang penuh getaran dan desakan penonton, stabilitas menjadi faktor penting agar rekaman tetap nyaman ditonton.
Biaya terjangkau dan materi dinilai sepadan
Dengan biaya registrasi sekitar Rp 65.000, peserta menilai workshop ini memberikan nilai yang sepadan. Freddy bahkan menyebut materinya menarik, edukatif, dan terasa “worth it banget” karena bisa langsung dipraktikkan.
Satria dan Anita juga menilai tarif workshop tergolong ekonomis jika dibandingkan dengan kesempatan belajar langsung dari sesi praktik dan mencoba perangkat secara nyata. Kolaborasi KompasTekno dan Samsung Indonesia ini memperlihatkan bagaimana edukasi teknologi bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna yang ingin mengabadikan konser dengan hasil lebih profesional.
Di tengah meningkatnya minat membuat konten konser untuk media sosial, kombinasi zoom, nightography, auto-framing, dan stabilisasi video menjadi elemen yang banyak dicari pengguna. Galaxy S26 Ultra pun mendapat sorotan karena dinilai mampu menjawab tantangan utama saat merekam konser, terutama ketika jarak jauh, cahaya minim, dan gerakan cepat terjadi dalam satu momen yang sama.





