Merakit PC gaming 1080p dengan dana di bawah 70.000 rupees masih mungkin dilakukan, tetapi ruang untuk salah pilih komponen kini jauh lebih sempit. Kenaikan harga RAM dan SSD membuat rakitan entry-level tidak lagi bisa mengandalkan spesifikasi tinggi di semua sisi, sehingga prioritas harus diarahkan ke komponen yang paling memengaruhi performa gaming.
Kondisi ini membuat banyak perakit harus lebih taktis saat menyusun budget. Target bermain game Full HD tetap realistis, namun pendekatannya berubah: dana terbesar harus mengalir ke kartu grafis, sementara CPU, motherboard, dan storage perlu dipilih secukupnya agar total biaya tetap terkendali.
GPU tetap jadi penentu utama
Dalam rakitan yang dirujuk, kartu grafis menjadi komponen termahal dengan harga 26,075 rupees, yakni ASUS Dual RX 7600 EVO OC 8GB. Pilihan ini masuk akal karena performa gaming 1080p paling besar ditentukan oleh GPU, bukan oleh komponen lain yang sering terlihat lebih “mahal” di atas kertas.
RX 7600 8GB diposisikan sebagai inti rakitan karena masih sanggup menjalankan banyak game modern di resolusi Full HD. Dengan penyesuaian grafis ke level low-medium atau medium-high, target bermain game AAA masih bisa dicapai, apalagi jika memakai bantuan FSR upscaling saat dibutuhkan.
Komposisi rakitan yang masih masuk akal
Berikut daftar komponen dan harga yang dipakai dalam referensi, dengan total 69,615 rupees berdasarkan data dari mdcomputers.in.
| Komponen | Model | Harga |
|---|---|---|
| CPU | AMD Ryzen 5 5600F | 8,720 |
| CPU Cooler | Stock cooler bawaan | 0 |
| Motherboard | MSI A520M-A PRO | 5,400 |
| RAM | Adata XPG Gammix D35 16GB (2x8GB) | 13,960 |
| Storage | Patriot P210 512GB SATA SSD | 7,100 |
| GPU | ASUS Dual RX 7600 EVO OC 8GB | 26,075 |
| Casing | Ant Esports AQUA 360 4F | 4,660 |
| PSU | DeepCool PL550D 550W 80+ Bronze | 3,700 |
| Total | 69,615 |
Biaya tersebut belum mencakup monitor, keyboard, mouse, dan sistem operasi. Artinya, angka total untuk membangun satu set PC gaming utuh akan lebih tinggi dari nominal rakitan inti ini.
CPU AM4 masih relevan karena efisien
Ryzen 5 5600F masih menarik karena membawa enam core dan 12 thread, yang cukup untuk gaming masa kini. Prosesor ini juga masih mampu mendampingi RX 7600 tanpa bottleneck besar pada banyak game populer di 1080p.
Pilihan platform AM4 bukan karena paling baru, tetapi karena rasio harga dan performanya masih kompetitif. Di kelas anggaran ini, memburu platform terbaru sering kali malah mengorbankan GPU, padahal GPU justru paling penting untuk gaming Full HD.
RAM dan SSD justru jadi musuh terbesar
Harga RAM dan storage yang meningkat membuat dua komponen ini paling terasa membebani budget. Di rakitan ini, RAM 16GB dual-channel dibanderol 13,960 rupees, sementara SSD SATA 512GB dipilih dengan harga 7,100 rupees.
Konfigurasi 2x8GB tetap penting karena game modern makin sensitif terhadap bandwidth memori. Sementara itu, SSD SATA masih jauh lebih baik dibanding hard disk, meski performanya sedikit di bawah NVMe untuk urusan loading game.
- RAM 16GB dual-channel membantu menjaga frame rate dan stabilitas.
- SSD 512GB SATA menekan biaya, tetapi loading bisa sedikit lebih lambat dibanding NVMe.
- NVMe lebih ideal jika ada selisih harga yang masih masuk anggaran.
Artikel referensi menyebut waktu loading SSD SATA bisa tertinggal sekitar 3 sampai 4 detik dibanding NVMe. Selisih itu tidak membuat game tak bisa dimainkan, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa storage kini menjadi area kompromi yang paling sulit dihindari.
Motherboard dan casing dipilih hemat
MSI A520M-A PRO adalah papan masuk level awal dengan dua slot DIMM dan dukungan PCIe Gen 3.0. Pilihan ini menekan biaya, tetapi konsekuensinya ada pada ruang upgrade yang lebih terbatas dibanding chipset yang lebih tinggi.
Di sisi lain, casing Ant Esports AQUA 360 4F dipilih karena sudah membawa empat kipas bawaan. Strategi ini efisien karena membantu aliran udara tanpa menambah biaya fan tambahan.
PSU masih cukup, asal upgrade tidak agresif
DeepCool PL550D 550W 80+ Bronze menjadi sumber daya untuk seluruh sistem. Daya 550W dinilai masih memadai untuk kombinasi Ryzen 5 5600F dan RX 7600, selama tidak ada rencana naik ke GPU yang jauh lebih boros daya dalam waktu dekat.
Skema ini menunjukkan bahwa rakitan hemat bukan sekadar memangkas harga, melainkan menahan pengeluaran di area yang tidak langsung menaikkan performa gaming. PSU sederhana masih bisa dipakai, tetapi ruang upgrade harus dihitung dari awal agar tidak memicu biaya tambahan di kemudian hari.
Jalur upgrade masih ada, tetapi tidak murah
Referensi tersebut juga menyinggung opsi upgrade ke Ryzen 7 5700X3D bagi pengguna AM4 yang ingin mengejar lonjakan frame rate. Namun, langkah ini idealnya dibarengi PSU minimal 600W dengan sertifikasi 80+ Gold agar sistem tetap aman dan stabil.
Ada pula opsi berpindah ke AM5 jika menemukan GPU refurbished dengan performa tinggi. Masalahnya, perpindahan ke platform baru berarti menambah biaya motherboard AM5 dan memori DDR5, yang dalam banyak kasus justru menggerus efisiensi budget gaming 1080p.
Pada kondisi pasar seperti sekarang, PC gaming Full HD yang benar-benar seimbang semakin sulit dirakit murah karena harga RAM dan SSD tidak lagi ramah bagi build hemat. Karena itu, rakitan berbasis Ryzen 5 5600F dan RX 7600 masih terlihat sebagai salah satu formula paling rasional, selama pengguna menerima kompromi pada motherboard dan storage demi menjaga performa gaming tetap kuat di resolusi 1080p.







