Obsbot Tiny 3 Makin Kecil, Webcam AI Ini Tetap Terlalu Pintar Untuk Diabaikan

Obsbot kembali memperlihatkan arah yang berbeda di pasar webcam. Tiny 3 dan Tiny 3 Lite dibuat makin kecil, tetapi keduanya justru terasa makin canggih karena membawa gimbal mekanis dua sumbu, pelacakan AI, video 4K, dan kontrol software yang jarang ada di webcam biasa.

Daya tarik utamanya bukan sekadar ukuran yang ringkas. Kamera ini dirancang untuk mengikuti subjek secara otomatis dengan gerakan yang halus, sehingga cocok untuk kreator, pengajar jarak jauh, streamer, dan pekerja kantoran yang ingin tampilan video jauh lebih rapi daripada kamera laptop bawaan.

Ukuran kecil, pendekatan berbeda

Obsbot Tiny 3 hadir dengan bodi 1,5 x 1,5 x 1,9 inci dan bobot 2,2 ons atau 63 gram. Dalam pengujian sekitar satu bulan, ukuran itu disebut 48% lebih ringkas dan 34% lebih ringan dibanding Tiny 2.

Bodi utama kamera dan gimbal dua sumbunya dibalut material metal alloy berwarna abu-abu gelap. Material itu tetap terasa dingin saat dipakai streaming 4K dalam waktu lama, sekaligus memberi kesan premium pada perangkat yang sangat kecil.

Tiny 3 Lite mengambil bentuk sedikit berbeda dengan ukuran 1,6 x 1,6 x 2,3 inci. Desainnya juga lebih lembut dan membulat, sehingga tampilannya tidak seagresif Tiny 3.

Perbedaan lain terlihat pada sistem pemasangan. Tiny 3 memakai basis magnetik yang dapat dilepas dan dipasangkan ke screen clip terpisah, sedangkan Tiny 3 Lite memakai clamp terintegrasi yang langsung siap dipasang ke laptop atau monitor.

Pendekatan Tiny 3 lebih fleksibel untuk tripod atau desktop stand. Namun untuk pemakaian harian, clamp bawaan pada Tiny 3 Lite terasa lebih praktis karena pengguna tidak perlu membawa dua komponen terpisah.

Sensor besar jadi pembeda utama

Tiny 3 diposisikan sebagai model flagship dengan harga $349. Kamera ini memakai sensor CMOS 50 megapiksel berukuran 1/1.28 inci, aperture f/1.8, dual native ISO hingga 12.800, serta dukungan perekaman 4K 30fps atau 1080p 120fps.

Kombinasi itu membuat hasil gambarnya menonjol saat pencahayaan rumit. Teknologi DCG HDR membantu menahan glare dan menjaga eksposur tetap seimbang, termasuk ketika cahaya datang dari berbagai arah.

Sensor besar itu juga memberi blur latar yang lebih alami. Efek kedalaman bidang terlihat optik, bukan sekadar pemisahan subjek buatan seperti yang sering muncul di aplikasi konferensi video.

Tiny 3 Lite dibanderol $199 dan memakai sensor 48 megapiksel berukuran 1/2 inci. Kamera ini tetap mendukung 4K 30fps dan 1080p 120fps, dan masih tampil sangat baik saat cahaya cukup.

Perbedaan paling terasa muncul di kondisi low light. ISO maksimum Tiny 3 Lite berhenti di 6.400, sehingga noise ringan mulai muncul di latar saat pencahayaan minim, meski hasilnya masih jauh di atas kamera laptop bawaan.

Pelacakan AI yang jadi ciri khas

Ciri khas lini Obsbot ada pada gimbal mekanis dan AI Tracking 2.0. Pada Tiny 3 dan Tiny 3 Lite, gimbal bisa bergerak pan hingga 150 derajat secara mekanis dan tilt 90 derajat.

Saat pelacakan aktif, kamera bergerak fisik untuk menjaga subjek tetap di tengah frame. Gerakannya disebut halus tanpa hentakan robotik yang kasar, sehingga kamera bisa mengikuti orang yang berdiri, berjalan, atau berpindah di dalam ruangan.

Obsbot juga memberi pilihan framing yang luas. Pengguna dapat memilih pelacakan tubuh penuh, tubuh bagian atas, atau crop ketat ke wajah.

Yang paling menarik ada pada Object Tracking di aplikasi Obsbot Center. Pengguna bisa menggambar kotak pada objek tertentu, seperti cangkir, ponsel, mainan, atau produk, lalu kamera mengunci dan mengikutinya.

Fitur ini relevan untuk kreator produk dan pengajar yang sering mendemonstrasikan barang. Namun performanya disebut belum selalu konsisten dan masih berpotensi ditingkatkan lewat pembaruan software.

Tiny 3 juga mendukung kontrol gestur dan perintah suara. Perintah seperti “Hi, Tiny”, “Track me”, dan “Sleep, Tiny” bisa memanggil kamera, mengaktifkan tracking, atau mengarahkan kamera ke bawah untuk memutus tampilan video demi privasi.

Audio dan software ikut dipoles

Kedua model memakai sistem tiga mikrofon yang terdiri dari satu omnidirectional dan dua directional. Dalam penggunaan sehari-hari, pemrosesan audionya disebut lebih baik daripada mikrofon webcam pada umumnya.

Mode audio yang tersedia meliputi Pure Audio Mode, Spatial Audio Mode, dan Directional Mode. Directional Mode dinilai paling berguna karena dapat menonjolkan suara pembicara dan menekan bunyi kipas atau kebisingan ringan dari sekitar.

Tiny 3 juga memiliki Voice Tracking. Kamera bisa mendeteksi arah suara lalu berputar menghadap penutur, yang membantu saat dua orang berbagi satu webcam dalam panggilan yang sama.

Seluruh fitur utama diakses lewat aplikasi Obsbot Center untuk Windows dan macOS. Pengguna bisa memilih mode Lite untuk pemakaian sederhana, atau masuk ke mode Pro untuk mengatur exposure curve, white balance, hingga tiga preset sudut gimbal.

Obsbot juga menyertakan fitur virtual camera seperti background replacement dan bokeh buatan. Pemisahan latarnya disebut lebih rapi dibanding alat bawaan di Zoom atau Teams, terutama di area tepi rambut.

Ada pula fitur eksklusif di Tiny 3 yang tidak tersedia di Lite, yaitu Desk Mode dan Whiteboard Mode. Desk Mode memungkinkan kamera menunduk ke meja lalu membalik gambar secara digital agar dokumen atau sketsa tetap tampil benar di layar penonton.

Dengan susunan fitur itu, Tiny 3 terlihat sebagai opsi bagi pengguna yang mengejar kualitas gambar terbaik dan performa low light tertinggi. Tiny 3 Lite lebih menarik bagi mereka yang ingin AI tracking kelas atas dan audio serupa, tetapi dengan harga lebih rendah serta desain clamp yang lebih praktis untuk laptop.

Source: www.gizmochina.com
Terkait