
Konser besar selalu menghadirkan tantangan tersendiri bagi kamera smartphone karena pencahayaannya kerap berubah sangat cepat. Dalam kondisi seperti itu, Samsung Galaxy S26 Ultra justru menunjukkan keunggulan Nightography saat dipakai merekam fancam di konser BTS World Tour Arirang di Goyang Stadium, Korea Selatan.
Situasi panggung yang gelap lalu mendadak terang menjadi ujian nyata bagi kamera. Backlight kuat dari layar LED, sorot lampu dari belakang, hingga efek panggung yang ekstrem sering membuat wajah idol tenggelam atau bagian gambar terlihat terlalu terang.
Panggung konser jadi medan paling sulit untuk kamera
Jurnalis KOMPAS.com, Galuh Putri Riyanto, merasakan langsung perubahan cahaya yang tajam saat menonton konser tersebut. Dalam beberapa momen, lampu panggung meredup hingga suasana hampir gelap total, lalu beberapa detik kemudian sorot terang dari belakang membuat kontras di layar sangat tinggi.
Kondisi seperti ini biasanya memunculkan hasil video yang kurang nyaman ditonton. Detail wajah bisa hilang di area gelap, sementara bagian lampu atau efek panggung mudah pecah karena overexposed.
Namun, hasil perekaman dengan Galaxy S26 Ultra memperlihatkan perbedaan yang jelas. Dalam cahaya minim, gambar tetap terang, detail wajah idol masih terbaca, dan warna panggung tetap terlihat hidup tanpa tampak berlebihan.
Nightography mendapat dorongan dari bukaan lensa lebih besar
Samsung meningkatkan bukaan lensa kamera utama 200 MP Galaxy S26 Ultra menjadi f/1.4 dari sebelumnya f/1.7. Perubahan ini memungkinkan sensor menangkap sekitar 47 persen lebih banyak cahaya, sehingga kamera tidak perlu terlalu agresif menaikkan sensitivitas.
Dampaknya, noise bisa ditekan lebih baik dan video terlihat lebih bersih. Pada kondisi konser malam, hasil rekaman terasa lebih terang tanpa mengorbankan detail yang penting bagi penonton.
Peningkatan serupa juga hadir pada kamera periskop telefoto 50 MP. Bukaan lensanya kini f/2.9 dari sebelumnya f/3.4, dengan kemampuan menangkap sekitar 37 persen lebih banyak cahaya.
Zoom tetap terang meski menonton dari jauh
Bagi penonton konser, jarak ke panggung sering menjadi kendala utama saat ingin merekam. Tidak semua orang mendapat posisi dekat, sehingga kemampuan zoom yang tetap stabil dan terang menjadi penting untuk menghasilkan fancam yang layak ditonton ulang.
Galaxy S26 Ultra membantu pada sisi ini dengan kamera telefoto yang lebih terang. Saat digunakan dari jarak jauh, hasil zoom tetap menjaga detail tanpa membuat gambar tampak kusam atau kehilangan informasi penting di wajah maupun panggung.
Peningkatan hardware itu juga didukung pemrosesan gambar yang lebih cerdas. Samsung membekali perangkat ini dengan Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang membawa image signal processor berbasis AI.
ISP tersebut menganalisis elemen gambar secara terpisah, mulai dari wajah, latar belakang, hingga pencahayaan. Proses ini membantu menyeimbangkan exposure, menjaga warna tetap natural, dan mereduksi noise secara lebih efektif.
Efek panggung ekstrem masih bisa ditangkap dengan rapi
Di konser BTS World Tour Arirang, efek panggung tidak selalu lembut. Ada momen ketika lampu sorot sangat kuat, dan ada pula bagian ketika efek api membuat panggung terlihat seolah membara.
Dalam situasi seperti itu, Galaxy S26 Ultra tetap mampu mempertahankan detail tanpa langsung kehilangan area terang. Saat panggung gelap, kamera juga masih bisa mengangkat detail penting tanpa membuat hasil rekaman tampak kasar.
Dynamic range yang lebih luas ikut membantu kamera menghadapi perubahan cahaya yang ekstrem. Area terang tidak mudah meledak, sementara area gelap tetap menyimpan informasi visual yang cukup untuk ditonton kembali dengan nyaman.
Bagi penggemar yang ingin merekam momen idol dari tribun maupun area yang jauh dari panggung, kemampuan seperti ini memberi keuntungan nyata. Fancam tidak lagi sepenuhnya bergantung pada posisi ideal, karena hasil tangkapan kamera sudah jauh lebih siap menghadapi kondisi cahaya yang sulit.
Source: tekno.kompas.com




