Chip Apple Silicon kembali menarik perhatian karena performa gaming MacBook Pro M5 kini dinilai makin mendekati kartu grafis desktop. Hasil pengujian terbaru menunjukkan lini MacBook Pro dengan M5 Pro dan M5 Max mampu menjalankan sejumlah game berat pada resolusi tinggi dengan frame rate yang sebelumnya sulit dicapai laptop berbasis chip Apple.
Selama ini, Apple Silicon memang dikenal kuat di tugas kreatif, beban kerja AI, dan efisiensi daya, tetapi masih kerap tertinggal dari GPU dedicated saat dipakai bermain game. Namun, pengujian yang dilakukan YouTuber Andrew Tsai terhadap puluhan game PC kelas atas menunjukkan bahwa jarak itu mulai menyempit secara signifikan.
Performa gaming MacBook Pro M5 makin kompetitif
Berdasarkan laporan detikINET yang mengutip Techspot, MacBook Pro terbaru dengan M5 Pro dan M5 Max tampil lebih serius di ranah gaming dibanding generasi sebelumnya. Hasil ini cukup penting karena MacBook selama ini lebih identik sebagai laptop kerja, bukan perangkat untuk bermain game berat.
Dalam pengujian tersebut, MacBook Pro M5 Pro dengan GPU 20-core mampu menjalankan Cyberpunk 2077 di sekitar 60 fps pada resolusi 1440p upscaled dengan pengaturan tinggi. Sementara itu, M5 Max dengan GPU 40-core bisa mempertahankan performa serupa di resolusi 4K upscaled.
Skor itu menempatkan MacBook Pro terbaru dalam posisi yang jauh lebih menarik bagi pengguna yang ingin satu perangkat untuk kerja dan hiburan. Meski belum sepenuhnya menyamai desktop gaming kelas atas, capaian tersebut menunjukkan peningkatan performa grafis yang nyata.
Game berat bisa jalan di 1440p dan 4K
Pengujian Andrew Tsai juga memperlihatkan bahwa beberapa judul berat bisa berjalan stabil tanpa harus memangkas pengaturan grafis terlalu jauh. Baldur’s Gate 3, misalnya, dilaporkan mampu menjaga 60 fps pada pengaturan maksimal di resolusi 4K native.
Hasil ini penting karena Baldur’s Gate 3 dikenal menawarkan beban grafis yang cukup tinggi saat efek visual dan detail lingkungan dipertahankan penuh. Dengan performa seperti itu, MacBook Pro M5 mulai terlihat lebih siap untuk menangani game modern yang menuntut tenaga besar.
Berikut ringkasan hasil yang disebut dalam pengujian:
| Game | Chip | Resolusi | Hasil |
|---|---|---|---|
| Cyberpunk 2077 | M5 Pro 20-core GPU | 1440p upscaled | Sekitar 60 fps |
| Cyberpunk 2077 | M5 Max 40-core GPU | 4K upscaled | Sekitar 60 fps |
| Baldur’s Gate 3 | M5 Max | 4K native | 60 fps di setting maksimal |
| Doom 2016 | M5 Max | 4K native | 60 fps terkunci |
Capaian ini menjadi sinyal bahwa chip Apple kini tidak hanya unggul di efisiensi, tetapi juga makin sanggup bersaing di beban grafis berat. Bagi sebagian pengguna, hal ini bisa mengurangi kebutuhan membawa laptop kerja dan PC gaming secara terpisah.
Lapisan kompatibilitas ikut membuka lebih banyak game
Kemajuan performa MacBook Pro M5 juga didorong oleh dukungan lapisan kompatibilitas seperti Crossover. Menurut laporan referensi, sejumlah game Windows kelas atas kini memberikan hasil yang layak di M5 Pro dan M5 Max meski tetap ada penurunan performa bawaan dari emulasi atau translasi API.
Game seperti Resident Evil 9 dan demo Pragmata disebut dapat berjalan mulus pada resolusi 1440p di M5 Pro. Ini menunjukkan bahwa kompatibilitas game di ekosistem Mac ikut berkembang, bukan hanya kekuatan chipnya saja.
Selain itu, modifikasi API grafis baru memungkinkan chip M5 menjalankan beberapa game berbasis Vulkan, termasuk Doom 2016, Wolfenstein, dan No Man’s Sky versi Windows. Dukungan ini memperluas daftar game yang sebelumnya sulit dijalankan secara layak di Mac.
Beberapa judul populer lain yang kini dilaporkan bisa dimainkan antara lain:
- Star Wars Jedi: Survivor
- Black Myth Wukong
- Elden Ring
- Death Stranding 2
Ray tracing masih jadi titik lemah
Meski kemajuannya terlihat jelas, Apple masih belum bisa menutup seluruh celah dengan kartu grafis desktop. Salah satu kelemahan paling menonjol ada pada ray tracing, yang langsung menekan performa secara drastis saat diaktifkan.
Dalam pengujian pada Elden Ring, performa grafis dilaporkan turun tajam ketika ray tracing dinyalakan. Ini menegaskan bahwa kekuatan mentah chip M5 belum sepenuhnya seimbang dengan GPU dedicated yang memang dirancang khusus untuk rendering grafis real-time tingkat tinggi.
Kondisi tersebut membuat MacBook Pro M5 lebih tepat dipandang sebagai laptop serbaguna dengan kemampuan gaming yang jauh membaik, bukan sebagai pengganti penuh PC gaming kelas atas. Namun, untuk pengguna yang ingin bermain game berat sambil tetap mendapat efisiensi daya dan kualitas build premium, hasil ini tetap sangat menarik.
Apa artinya bagi pasar laptop gaming
Peningkatan ini juga memperlihatkan arah strategi Apple yang makin serius di pasar performa tinggi. Jika dulu Mac hanya dianggap cocok untuk kreator dan pekerja profesional, kini MacBook Pro M5 mulai menunjukkan potensi sebagai perangkat hybrid yang bisa dipakai untuk produktivitas sekaligus gaming serius.
Di sisi industri, pencapaian ini bisa memberi tekanan pada produsen laptop Windows untuk terus meningkatkan efisiensi sekaligus kemampuan grafis. Pasalnya, Apple kini memperlihatkan bahwa laptop tipis dengan chip terintegrasi pun bisa mendekati pengalaman bermain yang selama ini identik dengan kartu grafis desktop.
Dengan dukungan game yang terus meluas, performa M5 Pro dan M5 Max berpotensi membuat lebih banyak pengguna mempertimbangkan MacBook Pro bukan hanya sebagai mesin kerja, tetapi juga sebagai perangkat bermain yang jauh lebih layak dari sebelumnya.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di artikel sumber: inet.detik.com






