MacBook Neo Laris Keras, Apple Terancam Sulit Pertahankan Harga Murahnya

Author: Qoo Media

MacBook Neo seharga USD 600 ternyata melaju jauh lebih cepat dari perkiraan Apple. Permintaan yang meledak membuat perusahaan disebut menaikkan target produksi laptop murah itu di tengah tekanan pasokan komponen global.

Target pengiriman internal MacBook Neo untuk tahun ini disebut sudah direvisi Ming-Chi Kuo dari 5 juta unit menjadi 10 juta unit. Di pasar, laptop entry-level ini juga tercatat terjual sekitar 1,1 juta unit hanya dalam waktu kurang dari tiga minggu pada kuartal lalu.

Yang membuat situasi ini menarik, penjualan MacBook Neo bahkan disebut melampaui MacBook Air dan MacBook Pro. Harga yang rendah menjadi daya tarik utama, meski perangkat ini hanya mengandalkan chip prosesor daur ulang dari iPhone dan RAM bawaan 8GB.

Tekanan Komponen Bisa Mengganggu Strategi Harga

Masalahnya, memperbesar produksi di tengah kondisi industri saat ini bukan hal sederhana. Pasokan memori global, terutama DRAM dan NAND, sedang tersedot besar-besaran untuk kebutuhan pusat data AI.

Di sisi lain, prosesor iPhone daur ulang yang menjadi kunci harga murah MacBook Neo juga berpotensi menipis. Penjualan laptop ini ternyata melampaui prediksi awal, sehingga Apple bisa kesulitan menjaga ketersediaan chip untuk unit berikutnya.

Tekanan juga datang dari sisi manufaktur. Kapasitas pabrik chip TSMC untuk fabrikasi 3-nanometer disebut sudah penuh sesak, sehingga Apple mungkin harus mencari cara lain agar margin keuntungan tetap aman.

Rival Windows Mulai Bergerak

Kesuksesan MacBook Neo ikut memicu respons cepat dari produsen laptop Windows. Asus, HP, dan Dell mulai menyiapkan laptop kelas budget dengan prosesor Intel Wildcat Lake untuk merebut kembali pasar di bawah USD 600.

Dell bahkan disebut menghidupkan lagi lini XPS 13 versi murah untuk menantang Apple secara langsung. Namun, laptop itu juga hanya dibekali RAM 8GB, padahal banyak pakar teknologi menilai Windows 11 lebih nyaman berjalan dengan RAM minimal 16GB.

Dalam laporan yang sama, Ming-Chi Kuo juga menyinggung tren AI lokal lewat chip Nvidia RTX Spark. Meski promosi pemrosesan AI di perangkat terus digencarkan, mayoritas pengguna saat ini masih lebih memilih AI berbasis cloud.

Dengan kombinasi harga yang agresif, permintaan besar, dan tekanan pasokan yang sama-sama meningkat, MacBook Neo kini berada di titik penting. Apple bukan hanya harus menjaga stok, tetapi juga memastikan harga murah itu tetap masuk akal untuk dipertahankan.

Source: inet.detik.com
Terbaru