Jerome Polin menyoroti tiga fitur Galaxy S26 Ultra yang paling menarik perhatiannya saat menjajal smartphone flagship terbaru Samsung itu. Bagi kreator konten seperti Jerome, fitur yang terasa penting bukan sekadar spesifikasi tinggi, tetapi kemudahan yang langsung bisa dipakai dalam aktivitas harian.
Dalam keterangannya di Galaxy Studio, Grand Indonesia, Jakarta, Jerome menyebut tiga hal yang paling membuatnya “kepincut”, yaitu horizontal lock, privacy display, dan Quick Share lintas brand. Ketiganya dinilai relevan untuk kebutuhan kreator modern yang sering merekam, berbagi file, dan bekerja lintas perangkat.
Horizontal lock jadi andalan saat merekam bergerak
Jerome mengaku fitur pertama yang paling menonjol adalah horizontal lock. Fitur ini membantu menjaga orientasi rekaman tetap stabil, terutama saat merekam aktivitas yang penuh gerakan seperti olahraga.
“Menurut aku, horizontal lock itu sangat penting,” ujarnya saat ditemui di Galaxy Studio, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu. Ia menjelaskan bahwa saat berolahraga, pengguna sering tidak fokus ke ponsel karena harus mengikuti gerakan, sehingga risiko video goyang menjadi besar.
Dalam kondisi seperti itu, stabilitas kamera menjadi nilai tambah yang nyata. Jerome juga menilai fitur ini berguna ketika merekam dengan bantuan orang lain, karena hasil video tidak selalu konsisten jika pengambil gambar tidak terbiasa menjaga kestabilan.
Bagi kreator konten, masalah video goyang sering muncul di momen tak terduga. Karena itu, fitur yang membantu menjaga frame tetap rapi bisa memangkas waktu pengambilan ulang dan memudahkan proses produksi konten harian.
Privacy display dinilai sebagai lompatan baru
Fitur kedua yang menarik perhatian Jerome adalah privacy display. Teknologi ini membuat layar hanya terlihat jelas dari sudut tertentu, sehingga orang di sekitar sulit mengintip isi layar pengguna.
Jerome menyebut fitur tersebut sebagai sesuatu yang “wow” dan “breakthrough banget”. Penilaian itu masuk akal karena privasi layar memang menjadi kebutuhan penting di tempat umum, terutama saat pengguna membuka pesan pribadi, dokumen kerja, atau data sensitif.
Di transportasi umum, kafe, dan ruang kerja bersama, risiko orang lain melihat layar dari samping cukup tinggi. Dengan privacy display, pengguna bisa tetap produktif tanpa harus terus waswas terhadap pandangan orang sekitar.
Fitur seperti ini juga relevan untuk kreator yang sering bekerja di luar studio. Saat mengecek naskah, melakukan revisi visual, atau membuka materi kolaborasi, perlindungan privasi bisa menjadi nilai praktis yang langsung terasa.
Quick Share lintas brand dianggap paling berguna
Dari semua fitur yang disebutkan, Jerome justru menilai Quick Share lintas brand sebagai yang paling penting. Fitur ini memungkinkan pengguna berbagi dan menerima file dengan perangkat lain, termasuk dari merek berbeda dan sistem operasi berbeda.
Sebagai kreator yang sering berkolaborasi, Jerome menilai alur kerja seperti itu sangat terbantu bila transfer file berlangsung lebih sederhana. Ia juga menyebut dirinya kerap memakai laptop kerja dengan merek yang berbeda-beda, sehingga kompatibilitas lintas perangkat menjadi faktor penting.
Berbagi file memang sering menjadi titik lambat dalam proses produksi konten. Jika pengiriman foto, video, atau dokumen bisa dilakukan tanpa banyak hambatan, maka koordinasi tim dan penyelesaian editing juga bisa berjalan lebih cepat.
Fitur Galaxy AI ikut mendukung kebutuhan kreator
Selain tiga fitur utama itu, Jerome juga menyinggung sejumlah kemampuan Galaxy AI yang membantu proses produksi konten. Ia menyebut Photo Assist sebagai salah satu fitur favorit karena pengguna kini bisa menghapus objek dalam foto lewat perintah teks atau suara.
Kemudahan itu memangkas langkah editing manual yang biasanya butuh waktu lebih lama. Untuk kebutuhan konten cepat, fitur seperti ini memberi fleksibilitas tambahan saat foto perlu dirapikan sebelum dipublikasikan.
Jerome juga menyoroti Circle to Search yang menurutnya masih menjadi fitur favorit. Dengan fitur ini, pengguna bisa mencari informasi dengan lebih cepat tanpa berpindah aplikasi secara rumit.
Ada juga Audio Eraser yang berguna untuk menghapus suara mengganggu dalam video. Bagi konten kreator, kemampuan ini penting karena audio yang bersih sering menentukan kualitas hasil akhir.
Pengisian daya cepat ikut jadi poin plus
Jerome turut mengapresiasi peningkatan fast charging hingga 60W pada Galaxy S26 Ultra. Ia mengaku sering lupa mengisi daya ponsel pada malam hari, sehingga pengisian cepat menjadi solusi praktis untuk rutinitas yang padat.
“Pas bangun, baterainya sering sudah merah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dalam waktu singkat, daya baterai bisa terisi hingga sekitar 70 hingga 75 persen sebelum beraktivitas.
Peningkatan seperti ini menjadi penting bagi pengguna yang mengandalkan ponsel hampir sepanjang hari. Dalam dunia konten digital, perangkat yang cepat penuh kembali berarti waktu kerja bisa lebih efisien dan risiko kehabisan daya bisa ditekan.
Jerome juga terlihat menggunakan varian warna biru, yang disebut sebagai warna favoritnya. Pilihan warna ini menunjukkan bahwa Samsung tidak hanya menekankan fungsi, tetapi juga memberi perhatian pada preferensi personal pengguna flagship.
Dengan kombinasi horizontal lock, privacy display, dan Quick Share lintas brand, Galaxy S26 Ultra menampilkan arah pengembangan yang makin dekat dengan kebutuhan kreator. Bagi Jerome, perangkat ini bukan hanya soal spesifikasi tinggi, tetapi soal fitur yang benar-benar menyelesaikan masalah saat merekam, berbagi, dan bekerja di tengah mobilitas tinggi.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di artikel sumber: inet.detik.com






