Pasar HP Android Rp 2 jutaan di Indonesia kedatangan dua model baru dari grup Transsion, yakni Itel Power 80 dan Tecno Spark 50. Keduanya langsung mencuri perhatian karena tampil dengan modul kamera belakang yang sekilas mirip iPhone 17 Pro.
Di atas kertas, kedua ponsel ini juga punya banyak kesamaan penting, mulai dari layar 6,78 inci, baterai 7.000 mAh, hingga kamera utama 50 MP. Namun, saat dibedah lebih jauh, ada beberapa perbedaan yang cukup menentukan pilihan pembeli.
Layar dan dapur pacu
Itel Power 80 dan Tecno Spark 50 sama-sama mengusung layar IPS LCD 6,78 inci dengan resolusi HD Plus dan refresh rate 120 Hz. Layar seperti ini membuat animasi dan scrolling terasa lebih mulus dibanding ponsel 60 Hz yang masih banyak ditemui di kelas harga serupa.
Perbedaan paling jelas justru ada pada chipset dan opsi RAM. Itel Power 80 memakai Unisoc T7250 dengan RAM 4 GB dan storage 128 GB, sedangkan Tecno Spark 50 hadir dengan MediaTek Helio G81 dan pilihan RAM 4 GB, 6 GB, hingga 8 GB, semuanya tetap dipasangkan storage 128 GB.
| Spesifikasi | Itel Power 80 | Tecno Spark 50 |
|---|---|---|
| Layar | 6,78 inci, HD Plus, IPS LCD, 120 Hz | 6,78 inci, HD Plus, IPS LCD, 120 Hz |
| Chipset | Unisoc T7250 | MediaTek Helio G81 |
| RAM | 4 GB | 4 GB, 6 GB, 8 GB |
| Storage | 128 GB | 128 GB |
Dengan opsi RAM yang lebih beragam, Tecno Spark 50 berpotensi lebih leluasa untuk multitasking pada varian 6 GB dan 8 GB. Itel Power 80 tetap hadir sebagai opsi yang lebih sederhana dengan konfigurasi tunggal.
Baterai, kamera, dan fitur AI
Di sektor daya, keduanya identik karena sama-sama membawa baterai 7.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 18 watt lewat USB-C. Tecno bahkan menyebut baterainya bisa bertahan hingga dua hari.
Untuk kamera, Itel Power 80 dan Tecno Spark 50 sama-sama memakai kamera utama 50 MP dan kamera depan 8 MP. Meski hanya satu kamera belakang yang aktif, keduanya tampil seolah memiliki tiga lensa di punggung perangkat.
Tecno menambahkan beberapa fitur berbasis AI seperti AI FlashSnap untuk menangkap momen otomatis, BestMoment, dan LivePhoto. Spark 50 juga membawa FreeLink 2.0 untuk berbagi file via Bluetooth tanpa sinyal seluler, IR Blaster, NFC, serta asisten suara Ella dan AI FlashMemo.
Sementara itu, Itel Power 80 hadir dengan AI Adaptive untuk membantu penggunaan di luar ruangan dan UltraLink Free Call untuk panggilan via Bluetooth. Keduanya juga sama-sama menjalankan Android 16.
Ketahanan fisik dan harga
Di sisi ketahanan, Itel Power 80 unggul cukup jauh karena sudah mengantongi sertifikasi IP68, IP69, dan MIL-STD-810H. Itu berarti perangkat ini dirancang untuk tahan debu, semburan air bertekanan tinggi, suhu tinggi, dan diklaim sanggup bertahan saat terjatuh dari ketinggian hingga 2 meter.
Tecno Spark 50 hanya membawa sertifikasi IP64, meski Tecno tetap mengeklaim ponsel ini tahan jatuh dari ketinggian sekitar 1,8 meter. Untuk pengguna yang lebih memprioritaskan durabilitas, perbedaan ini menjadi salah satu penentu utama.
Di Indonesia, Itel Power 80 dijual dalam satu varian 4 GB/128 GB seharga Rp 2.399.000. Tecno Spark 50 hadir dengan tiga pilihan harga, yaitu 4 GB/128 GB Rp 1.999.000, 6 GB/128 GB Rp 2.299.000, dan 8 GB/128 GB Rp 2.799.000.
Jika mencari HP Rp 2 jutaan dengan baterai besar, layar 120 Hz, dan desain kamera yang sama-sama mencolok, dua model ini memang sangat dekat. Pilihannya tinggal bergantung pada apakah pembeli lebih butuh ketahanan fisik milik Itel Power 80 atau opsi RAM dan fitur tambahan dari Tecno Spark 50.
| Aspek | Itel Power 80 | Tecno Spark 50 |
|---|---|---|
| Kamera belakang | 50 MP | 50 MP |
| Kamera depan | 8 MP | 8 MP |
| Baterai | 7.000 mAh | 7.000 mAh |
| Fast charging | 18 watt (USB-C) | 18 watt (USB-C) |
| Sistem operasi | Android 16 | Android 16 |
| Durability | IP68, IP69, MIL-STD-810H | IP64 |
| Harga | Rp 2.399.000 | Rp 1.999.000 / Rp 2.299.000 / Rp 2.799.000 |







