iPhone Fold Versi Caviar Dibanderol Hingga Rp 280 Juta, Bukan Rilisan Apple

Rumor soal iPhone lipat Apple memang belum berujung pengumuman resmi, tetapi Caviar sudah lebih dulu menjual versi mewahnya. Produsen aksesori asal Rusia itu merilis koleksi bertajuk The Flagship: The First Foldable Phone by Caviar dengan harga yang tembus ratusan juta rupiah.

Yang membuatnya menonjol bukan hanya desain lipat model buku, tetapi juga material premium yang dipakai. Caviar membalut perangkat ini dengan titanium, kulit buaya asli, perak sterling, serat karbon, hingga emas 18 karat, lengkap dengan logo Apple tiga dimensi di tiap varian.

Empat varian, harga berbeda jauh

Caviar menawarkan empat varian untuk iPhone Fold rekaannya. Tiap model diproduksi terbatas, hanya 19 unit di seluruh dunia, sehingga kesan eksklusifnya dibuat sangat kuat.

VarianHargaMaterial Utama
Titan13.840 dollar ASBodi titanium hitam berlapis PVD dan kulit buaya hitam
Dark Cherry14.270 dollar ASKulit buaya ungu tua dengan aksen emas 24 karat
Silver15.270 dollar ASPanel atas perak sterling dan logo Apple 3D berbahan perak murni
Gold15.560 dollar ASSerat karbon dengan benang emas, bingkai emas 24 karat, logo Apple emas 18 karat

Model termurah adalah Titan, dengan banderol 13.840 dollar AS atau sekitar Rp 249 juta. Di atasnya ada Dark Cherry seharga 14.270 dollar AS atau sekitar Rp 256,8 juta, yang disebut terinspirasi dari bocoran warna Dark Cherry di lini iPhone 18 Pro.

Varian Silver dijual 15.270 dollar AS atau sekitar Rp 274,8 juta, sementara model Gold menjadi yang paling mahal dengan harga mulai 15.560 dollar AS atau sekitar Rp 280 juta. Caviar menyebut varian Gold dibuat sebagai penghormatan untuk ulang tahun Apple ke-50.

Bocoran iPhone Fold asli ikut dibidik

Meski bukan rilisan resmi Apple, desain Caviar ini mengikuti arah rumor iPhone lipat yang beredar dalam beberapa bulan terakhir. Salah satu bocoran datang dari Sonny Dickson, yang membagikan foto unit dummy iPhone Fold di platform X.

Foto itu menunjukkan perangkat dengan desain lipat model buku, mirip dengan ponsel lipat Android yang sudah ada di pasaran. Dalam kondisi terbuka, layar utamanya disebut sekitar 7,8 inci, sedangkan layar luarnya sekitar 5,5 inci.

Dalam posisi tertutup, rasio layar digambarkan lebih pendek dan lebih lebar dibandingkan iPhone biasa, menyerupai bentuk paspor. Dummy tersebut juga memperlihatkan modul kamera belakang berbentuk kapsul memanjang di sisi kiri, berisi dua kamera dan lampu kilat di sampingnya.

Selain itu, kamera depan ditempatkan di sudut kiri atas layar utama bagian dalam. Sejumlah laporan yang dihimpun KompasTekno juga menyebut iPhone Fold kemungkinan tidak akan memakai Face ID.

Sebagai gantinya, Apple diperkirakan kembali mengandalkan Touch ID yang terintegrasi dengan tombol daya untuk membuka kunci perangkat dan autentikasi Apple Pay. Dari sisi software, Apple diprediksi memanfaatkan ekosistem aplikasi iPad agar pengalaman di layar lipat lebih matang sejak awal.

Keunggulan lain yang paling sering disebut bukan semata spesifikasi, melainkan kualitas engsel yang diklaim mampu membuat bekas lipatan layar atau crease nyaris tak terlihat saat perangkat dibuka. Di tengah rumor yang belum dikonfirmasi Apple, Caviar justru sudah menawarkan versi mewahnya ke pasar.

Source: tekno.kompas.com
Terkait