Caviar kembali membuat pasar gadget mewah menoleh lewat iPhone 2007, sebuah edisi khusus berbasis iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max yang membawa fragmen motherboard iPhone 2G. Meski disebut memakai “jeroan” iPhone lawas, komponen tersebut sebenarnya hadir sebagai elemen estetis dan simbol sejarah, bukan sebagai mesin utama perangkat.
Model ini langsung menarik perhatian karena menggabungkan ponsel terbaru dengan potongan warisan awal Apple. Caviar menempatkan fragmen motherboard iPhone 2G di dalam kapsul berbentuk logo Apple pada panel belakang, sehingga perangkat ini terasa seperti arsip premium yang dikemas dalam desain modern.
Sentuhan nostalgia yang jadi nilai jual utama
Caviar tidak menjual iPhone 2007 sebagai ponsel untuk penggunaan harian biasa. Produk ini lebih diarahkan sebagai barang koleksi yang mengedepankan cerita, kelangkaan, dan identitas sejarah yang kuat.
Pendekatan seperti ini membuat nilai perangkat tidak bertumpu pada spesifikasi semata. Bagi kolektor, kehadiran potongan hardware iPhone generasi pertama justru menjadi daya tarik utama karena menghubungkan dua era penting dalam sejarah Apple.
Desain bodi perangkat juga dirancang untuk mengingatkan pada generasi awal iPhone. Pola ukiran menyerupai sirkuit elektronik dan kombinasi warna silver di bagian atas serta hitam di bagian bawah mempertegas nuansa retro yang ingin dihadirkan.
Material premium dan detail eksklusif
Casing iPhone 2007 dibuat dari titanium dengan lapisan PVD hitam. Material ini memberi kesan kokoh, sementara tampilan luarnya tetap terlihat mewah dan tajam di mata pemburu gadget eksklusif.
Caviar juga menambahkan ukiran tanda tangan Steve Jobs sebagai detail penting pada bodi perangkat. Sentuhan tersebut memperkuat citra produk sebagai edisi penghormatan terhadap sosok yang sangat identik dengan perjalanan panjang Apple.
- Bodi titanium dengan lapisan PVD hitam
- Fragmen motherboard iPhone 2G sebagai elemen desain
- Ukiran tanda tangan Steve Jobs
- Kotak premium dengan koin peringatan berlapis emas 999
- Produksi sangat terbatas, hanya 11 unit di dunia
Dalam paket penjualan, Caviar menyertakan kotak premium dan koin peringatan berlapis emas 999 dengan kadar kemurnian 99,9 persen. Kehadiran aksesori ini menegaskan posisi iPhone 2007 sebagai produk kolektor, bukan sekadar varian modifikasi dari ponsel flagship.
Harga yang jauh melampaui iPhone biasa
Untuk iPhone 2007 berbasis iPhone 17 Pro varian 256 GB, harga dimulai dari 10.770 dollar AS. Varian 1 TB dibanderol 11.490 dollar AS, sedangkan untuk iPhone 2007 berbasis iPhone 17 Pro Max varian 256 GB harganya mulai 11.270 dollar AS.
Varian tertinggi iPhone 2007 berbasis iPhone 17 Pro Max dengan kapasitas 2 TB tembus 12.700 dollar AS. Jika merujuk data harga yang tercantum pada referensi, produk ini berada jauh di atas harga iPhone reguler yang dipasarkan di Indonesia.
Sebagai pembanding, iPhone 17 Pro termahal di Indonesia saat rilis berada di Rp 32,9 juta untuk varian 1 TB. Sementara iPhone 17 Pro Max varian tertinggi dijual Rp 43,9 juta ketika pertama kali hadir di Tanah Air.
Langka dan diburu pasar kolektor
Caviar hanya memproduksi 11 unit iPhone 2007 untuk merayakan ulang tahun ke-50 Apple. Jumlah yang sangat sedikit ini secara otomatis membuat produk tersebut masuk kategori langka dan sulit dijangkau oleh pasar umum.
Dalam industri barang mewah, kelangkaan sering menjadi faktor yang mengerek nilai jual. Karena itu, iPhone 2007 lebih relevan bagi kolektor, pegiat luxury tech, dan pembeli yang menilai benda premium dari cerita historis serta eksklusivitasnya.
Caviar sendiri memang dikenal kerap mengubah gadget populer menjadi barang mewah dengan pendekatan desain yang ekstrem. Lewat iPhone 2007, perusahaan asal Rusia itu kembali menunjukkan bagaimana sebuah ponsel dapat berubah menjadi objek koleksi bernilai tinggi yang menggabungkan nostalgia, material premium, dan produksi sangat terbatas.
Source: tekno.kompas.com






