Internet Rakyat 100 Mbps Cuma Rp100 Ribu, ZTE dan Surge Hancurkan Dominasi Provider Fiber Mahal di Indonesia

Author: Qoo Media

Indonesia resmi menjadi pelopor global dalam penerapan layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) berbasis spektrum 1,4GHz. Layanan ini pertama kali hadir secara komersial di pasar Indonesia berkat kolaborasi strategis antara ZTE Corporation dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE). Kolaborasi dua perusahaan ini menghadirkan solusi internet broadband berkecepatan tinggi, terjangkau, dan tanpa batas untuk masyarakat luas.

Inovasi ini memungkinkan masyarakat menikmati akses internet hingga 100 Mbps dengan harga hanya Rp100.000 per bulan, tanpa biaya sewa modem. Peluncuran layanan ini menjadi tonggak penting dalam mempercepat pemerataan konektivitas digital di Tanah Air.

Pemenang Lelang Frekuensi dan Wilayah Layanan Strategis

PT Telemedia Komunikasi Pratama, anak usaha SURGE, memenangkan lelang frekuensi Broadband Wireless Access (BWA) yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital. Perusahaan ini memperoleh hak layanan di Region-1 yang meliputi Jawa, Maluku, dan Papua. Wilayah ini mencakup lebih dari 60% populasi nasional, di mana Pulau Jawa sendiri menyumbang sekitar 56% total penduduk Indonesia.

Kesiapan infrastruktur dan tingginya permintaan fixed broadband di wilayah tersebut menjadi faktor utama pemanfaatan spektrum 1,4GHz secara optimal. Hal ini memungkinkan penetrasi internet dengan kecepatan tinggi menjangkau lebih banyak rumah tangga, terutama di area dengan tingkat kebutuhan tinggi.

Layanan IRA – Internet Rakyat 100 Mbps Tanpa Batas

SURGE melalui layanan IRA – Internet Rakyat, resmi menawarkan kecepatan internet hingga 100 Mbps tanpa batasan kuota. Harga yang ditawarkan sangat kompetitif, yaitu Rp100.000 per bulan. Pengguna juga tidak dibebani biaya sewa modem, menjadikan IRA sebagai alternatif menarik dibanding fixed broadband berbasis kabel atau fiber optik yang cenderung mahal dan kurang fleksibel.

IRA memberikan solusi akses broadband yang praktis, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau kabel maupun fiber optik. Layanan ini mendukung aktivitas digital masyarakat, mulai dari belajar, bekerja, hingga hiburan online, dengan stabilitas dan kecepatan tinggi.

Kontribusi ZTE pada Infrastruktur dan Teknologi

ZTE memegang peran penting sebagai penyedia teknologi utama dalam proyek 5G FWA ini. Perusahaan ini menghadirkan solusi end-to-end mulai dari infrastruktur Radio Access Network (RAN), perangkat Customer Premises Equipment (CPE), hingga implementasi teknis di lapangan. Pendekatan turnkey ZTE mempercepat proses komersialisasi dan memastikan performa jaringan tetap andal.

Presiden Direktur ZTE Indonesia, Richard Liang, menegaskan bahwa inovasi ini menjadi solusi efektif memperluas akses broadband, terutama di negara dengan tantangan geografis seperti Indonesia. Keunggulan teknologi ZTE memungkinkan layanan berjalan efisien, stabil, dan mendukung ekspansi cepat ke berbagai wilayah.

Keunggulan Integrasi Backbone Fiber Optik

Salah satu kekuatan utama layanan 5G FWA berbasis spektrum 1,4GHz ini terletak pada integrasi dengan backbone fiber optik milik SURGE yang membentang sepanjang jalur kereta api di Pulau Jawa. Integrasi ini memberi beberapa manfaat utama berikut:

  1. Menurunkan biaya investasi per pelanggan.
  2. Meningkatkan efisiensi distribusi bandwidth.
  3. Mempercepat waktu peluncuran layanan ke pasar.

Ekspansi layanan internet cepat di kawasan urban dan suburban menjadi lebih efisien dan ekonomis. Infrastruktur fiber optik yang sudah ada memudahkan pengembangan layanan serupa ke wilayah Maluku dan Papua ke depannya.

Spektrum 1,4GHz: Solusi Ideal untuk Koneksi Luas dan Ekonomis

Pemilihan spektrum 1,4GHz sebagai basis layanan 5G FWA bukan tanpa alasan. Spektrum ini masuk kategori mid-band yang menawarkan keseimbangan antara cakupan luas dan kapasitas transmisi data tinggi. Berikut keunggulan utama spektrum 1,4GHz:

  • Jangkauan sinyal lebih luas daripada frekuensi tinggi.
  • Penetrasi sinyal ke dalam gedung lebih baik.
  • Biaya deployment lebih rendah dibandingkan infrastruktur fiber optik penuh.
  • Cocok untuk wilayah dengan kondisi geografis kompleks.

Hasil pengujian internal menunjukkan kecepatan unduh dapat mencapai 100 Mbps, sejalan dengan target pengembangan broadband nasional oleh pemerintah.

Langkah Strategis Menuju Transformasi Digital Nasional

Direktur SURGE, Shannedy Ong, mengungkapkan bahwa kemitraan dengan ZTE mendukung agenda transformasi digital nasional. Kolaborasi ini memungkinkan perluasan cakupan layanan, optimalisasi jaringan, serta pembangunan infrastruktur fixed broadband yang efisien dan berkelanjutan.

ZTE juga berkomitmen menghadirkan inovasi teknologi untuk mendorong inklusi digital di Indonesia. Sinergi kedua perusahaan ini membuka peluang bagi jutaan masyarakat yang selama ini belum terjangkau akses internet cepat dan stabil.

Dengan model layanan yang terjangkau, teknologi mutakhir, serta infrastruktur yang matang, Indonesia kini berada di garis depan sebagai negara pelopor layanan 5G FWA global. Langkah ini diproyeksikan membawa percepatan digitalisasi yang merata, inklusif, dan berkualitas, sekaligus memperkuat daya saing bangsa di era ekonomi digital.

Terbaru