Infinix resmi membawa XBook 15 ke pasar Indonesia dengan banderol mulai Rp 7,4 juta. Laptop ini langsung diposisikan untuk mahasiswa hingga profesional muda yang butuh perangkat untuk belajar, bekerja, dan multitasking harian.
Yang membuatnya menonjol adalah perpaduan harga yang relatif terjangkau dengan desain premium dan spesifikasi yang cukup agresif di kelasnya. Perangkat ini juga sudah tersedia lewat marketplace dan toko ritel rekanan resmi Infinix di Indonesia.
Country Manager Infinix Indonesia, Tommy Xiong, menyebut kebutuhan perangkat komputasi terus meningkat seiring mobilitas pengguna yang makin tinggi. Ia mengatakan XBook 15 dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang biasanya ada di laptop kelas lebih tinggi ke segmen pengguna muda di Indonesia.
Dua varian, beda prosesor dan storage
Infinix XBook 15 hadir dalam satu pilihan warna abu-abu. Di Indonesia, ada dua varian yang dijual dengan pembeda utama pada prosesor dan kapasitas penyimpanan.
Varian termurah memakai AMD Ryzen 5 5500U, RAM 8 GB, dan SSD 256 GB dengan harga Rp 7,4 juta. Di atasnya ada varian AMD Ryzen 7 5825U dengan RAM 8 GB dan SSD 512 GB yang dibanderol Rp 8,2 juta.
Kedua model sama-sama memakai RAM 8 GB. Kapasitas SSD menjadi salah satu pembeda paling jelas selain prosesor, sehingga pengguna bisa memilih sesuai kebutuhan kerja dan penyimpanan.
Layar besar dan mesin Ryzen 5000 Series
Di bagian depan, XBook 15 mengusung layar 15,6 inci beresolusi Full HD Plus. Infinix menyebut rasio layar ke bodi perangkat ini mencapai 85 persen.
Seluruh lini XBook 15 yang dipasarkan di Indonesia menggunakan prosesor AMD Ryzen 5000 Series. Opsi yang tersedia hanya Ryzen 5 5500U dan Ryzen 7 5825U, sehingga fokusnya jelas pada laptop produktivitas.
Laptop ini juga dibekali SSD PCIe hingga 512 GB. Infinix mengklaim media penyimpanan tersebut mampu mencapai kecepatan baca dan tulis hingga 2.100 MB per detik untuk mempercepat booting, membuka aplikasi, dan transfer data.
Bodi metal dan pengalaman mengetik yang dibuat lebih nyaman
Infinix memakai material aerospace-grade aluminum alloy pada bodi XBook 15. Material ini diklaim membuat laptop tetap kokoh sekaligus nyaman dibawa saat mobilitas tinggi.
Untuk mengetik, Infinix menyematkan keyboard dengan travel distance 1,5 mm. Keyboard tersebut juga memiliki tiga tingkat pencahayaan backlit agar tetap nyaman dipakai dalam kondisi cahaya redup.
Bagian touchpad ikut mendapat perhatian khusus. XBook 15 menggunakan touchpad AG Glass berukuran 6,36 inci dengan area kontrol yang diklaim sekitar 30 persen lebih luas dibanding touchpad standar.
Baterai, kamera, dan audio untuk kerja harian
XBook 15 dibekali baterai 50 Wh yang diklaim sanggup bertahan hingga delapan jam penggunaan. Pengisian dayanya mendukung fast charging 65 watt lewat port USB-C.
Di sektor kamera, Infinix memasang kamera 1080p Full HD. Ada juga dual front fill light untuk membantu pencahayaan saat kondisi sekitar minim cahaya.
Untuk konferensi online, laptop ini membawa AI ENC Noise Cancellation yang berfungsi meredam suara latar. Sementara untuk audio, XBook 15 mengandalkan DTS Dual Speakers yang diklaim menghasilkan suara lebih jernih untuk komunikasi maupun hiburan.
Port lengkap untuk kebutuhan produktivitas
Dari sisi konektivitas, XBook 15 menyediakan port USB, USB-C, dan HDMI. Susunan ini membuat laptop tetap relevan untuk presentasi, transfer data, dan koneksi ke aksesori tambahan.
Bagi pengguna yang sering berpindah tempat kerja atau ruang kelas, keberadaan port fisik masih menjadi nilai penting. Dengan harga mulai Rp 7,4 juta, Infinix XBook 15 masuk ke segmen laptop produktivitas yang menawarkan kombinasi layar besar, prosesor Ryzen 5000 Series, bodi aluminum alloy, kamera 1080p, dan pengisian cepat 65 watt.
Source: tekno.kompas.com






