
Di tengah pasar smartphone global yang semakin padat, Indonesia muncul sebagai salah satu titik terang bagi Apple. Nama Indonesia disebut langsung dalam laporan kinerja terbaru perusahaan sebagai pasar yang mencatat pertumbuhan dua digit.
Kabar ini penting karena Apple sedang mencari pertumbuhan baru di luar pasar matang. Di saat penjualan global makin kompetitif, negara berkembang seperti Indonesia dan India justru menjadi sumber dorongan baru bagi pendapatan perusahaan asal Cupertino itu.
Chief Financial Officer Apple, Kevan Parekh, menyebut perusahaan tumbuh baik di pasar developed maupun emerging. Ia menegaskan ada pertumbuhan dua digit di banyak negara berkembang, termasuk India dan Indonesia.
Sinyal serupa datang dari CEO Apple, Tim Cook. Ia mengatakan Apple mencatat rekor pendapatan untuk kuartal Maret dan melihat pertumbuhan dua digit di hampir semua pasar emerging yang dipantau perusahaan.
Pasar emerging sendiri merujuk pada negara-negara yang ekonominya masih bergerak dari status berkembang menuju negara maju. Penyebutan Indonesia di kelompok ini memperlihatkan bahwa pasar dalam negeri mulai diperhitungkan dalam ekspansi Apple di Asia Pasifik.
Bisnis global Apple sedang menguat
Konteks besarnya adalah performa keuangan Apple yang memang sedang solid. Dalam paparan kinerja akhir April lalu, perusahaan mencatat pendapatan 111,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.881 triliun pada kuartal Maret 2026.
Angka itu naik 17 persen secara tahunan dan menjadi rekor baru untuk periode tersebut. Dari total itu, pendapatan produk menyumbang 80,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.357 triliun, juga naik 17 persen.
Layanan ikut memberi dorongan besar. Bisnis services menghasilkan 31 miliar dollar AS atau sekitar Rp 524 triliun, naik 16 persen.
Apple juga membukukan laba bersih 29,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 500 triliun. Laba per saham mencapai 2,01 dollar AS dan naik 22 persen dibanding tahun sebelumnya.
Di saat yang sama, basis pengguna Apple menembus lebih dari 2,5 miliar perangkat aktif di seluruh dunia. Itu menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
iPhone masih jadi motor utama
Dari sisi produk, iPhone tetap menjadi mesin pertumbuhan terbesar. Apple mencatat pendapatan iPhone sebesar 57 miliar dollar AS atau sekitar Rp 964 triliun, naik 22 persen secara tahunan.
Kenaikan itu didorong oleh performa seri iPhone 17. Parekh menyebut iPhone tumbuh dua digit di sebagian besar pasar yang dipantau, termasuk AS, Amerika Latin, China, Eropa Barat, India, Jepang, dan Asia Tenggara.
Apple juga melaporkan tingkat kepuasan pengguna iPhone 17 di AS mencapai 99 persen menurut survei 451 Research. Data ini menguatkan posisi iPhone sebagai produk utama yang masih memegang peran sentral dalam pertumbuhan perusahaan.
Lini lain juga ikut menguat, meski dengan laju berbeda. Mac mencatat pendapatan 8,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 142 triliun, naik 6 persen, didorong peluncuran produk baru seperti MacBook Neo.
Kenaikan Mac juga ditopang banyaknya pengguna baru. Apple menyebut hal itu mendorong rekor baru untuk basis pengguna Mac secara global.
Sementara itu, iPad membukukan pendapatan 6,9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 116 triliun, naik 8 persen. Kinerja ini didorong model terbaru berbasis chip A16 dan M5.
Indonesia bukan cuma pasar jualan
Di Indonesia, Apple tidak hanya bergerak lewat penjualan perangkat. Perusahaan juga memperluas investasi, termasuk rencana investasi senilai 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16,9 triliun.
Apple sudah menghadirkan program seperti Apple Developer Academy dan Apple Developer Institute. Program ini berfokus pada pengembangan talenta di bidang teknologi, termasuk AI, aplikasi, dan kewirausahaan digital.
Pada April lalu, Apple meresmikan lima Apple Developer Institute di sejumlah kota. Lokasinya tersebar di Surabaya, Tangerang, Batam, dan Jakarta, dengan sasaran pelajar, calon developer, hingga profesional.
Langkah itu menunjukkan bahwa Indonesia diposisikan bukan hanya sebagai pasar penjualan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi jangka panjang Apple. Di tengah pertumbuhan dua digit dan basis pengguna baru yang terus masuk ke ekosistemnya, Indonesia kini punya tempat yang semakin jelas dalam peta bisnis Apple.
Source: tekno.kompas.com




