
Motorola kembali menarik perhatian pasar ponsel premium kelas menengah lewat Edge (2026) yang membawa arah desain lebih ringkas. Perangkat ini hadir dengan layar 6,3 inci, jauh lebih kecil dari Edge (2025) yang memakai panel 6,7 inci.
Perubahan ukuran itu bukan satu-satunya pembaruan. Motorola juga menyebut bodinya dibuat lebih compact dan ramping, dengan sudut yang lebih melengkung serta tepi layar yang kini tidak lagi melengkung.
Desain berubah, dimensi layar ikut turun
Langkah Motorola ini memperlihatkan strategi yang berbeda dari pendahulunya. Edge (2026) dibuat lebih nyaman digenggam tanpa meninggalkan karakter layar kelas atas yang masih mengusung resolusi 1,5K dan refresh rate 120 Hz.
Panel yang dipakai adalah OLED 6,3 inci dengan dukungan HDR10 Plus. Tingkat kecerahan puncaknya mencapai 5.200 nits, sementara perlindungan layarnya menggunakan Corning Gorilla Glass 7i.
Motorola juga mengganti otak pemrosesannya dengan chipset MediaTek Dimensity 7450 berbasis 4 nm. Chip ini dipasangkan dengan RAM LPDDR5X 8 GB dan penyimpanan internal 128 GB.
Android 16 dan dukungan AI bawaan
Di sisi perangkat lunak, Motorola Edge (2026) menjalankan Android 16 sejak awal. Motorola juga menjanjikan tiga kali pembaruan sistem operasi Android untuk perangkat ini.
Ponsel ini turut membuka akses ke beberapa asisten AI yang bisa dipilih pengguna. Opsi yang tersedia mencakup Moto AI, Google Gemini, dan Perplexity.
Motorola juga menambahkan Circle to Search dari Google. Ada pula fitur Smart Connect untuk berbagi file dan menghubungkan perangkat ke PC maupun tablet.
Tiga kamera belakang masih dipertahankan
Di sektor kamera, Motorola tidak mengubah konfigurasi inti dari model sebelumnya. Edge (2026) tetap memakai tiga kamera belakang, dengan kamera utama 50 MP berbasis sensor Sony LYTIA 710 dan dukungan optical image stabilization atau OIS.
Kamera utama itu bisa merekam video hingga 4K. Di sebelahnya ada kamera ultrawide 50 MP yang juga berfungsi sebagai kamera makro, serta kamera telefoto 10 MP dengan zoom optik 3x dan OIS.
Untuk kebutuhan swafoto, Motorola menyematkan kamera depan 50 MP. Di bidang fotografi, ponsel ini juga mendapat bantuan AI lewat Photo Enhancement Engine dan Action Shot untuk membantu foto objek bergerak terlihat lebih stabil.
Baterai besar, pengisian cepat, dan proteksi tinggi
Daya tahan menjadi salah satu nilai jual lain dari Edge (2026). Motorola membekali perangkat ini dengan baterai 5.000 mAh yang mendukung pengisian cepat kabel 60 watt dan pengisian nirkabel 15 watt.
Motorola mengklaim pengisian selama 7 menit dengan adaptor 60 watt sudah cukup untuk penggunaan seharian. Klaim itu menegaskan fokus perusahaan pada kecepatan isi ulang di tengah tren baterai besar.
Selain itu, Edge (2026) membawa sertifikasi IP68 dan IP69. Artinya, perangkat ini tahan debu, tahan direndam air, dan tahan semprotan air bertekanan tinggi.
Motorola juga menyertakan standar militer MIL-STD-810H untuk ketahanan terhadap benturan dan jatuh. Fitur lain yang ikut melengkapi perangkat ini meliputi sensor sidik jari di dalam layar, speaker stereo dengan Dolby Atmos, WiFi 6, dan Bluetooth 5.4.
Harga dan pilihan warna
Motorola Edge (2026) dirilis di Amerika Utara dalam satu opsi warna, yakni Pantone Martini Olive. Untuk pasar tersebut, harganya dipatok 599,99 dollar AS atau sekitar Rp 10,7 juta.
Dengan layar yang lebih kecil, desain yang lebih ramping, chipset baru, dan tiga kamera belakang yang tetap dipertahankan, Edge (2026) menempatkan diri sebagai penyegaran yang lebih fokus pada kenyamanan pakai tanpa mengorbankan spesifikasi utama. Motorola jelas ingin menjaga identitas seri Edge tetap kuat di segmen yang mengutamakan desain, performa, dan fitur lengkap.
Source: tekno.kompas.com




