Huawei Nova 16 Ultra langsung menarik perhatian karena membawa kombinasi yang jarang dipakai sebagai paket utama di kelasnya: kamera 200 MP dan baterai 7.000 mAh. Huawei menempatkannya sebagai model tertinggi di jajaran Nova 16 series, sehingga perangkat ini juga mendapatkan sejumlah peningkatan yang tidak dipakai pada model lain.
Peluncuran Nova 16 series dilakukan di China pada Senin (1/6/2026) dan terdiri dari empat model, yaitu Nova 16 reguler, Nova 16 Pro, Nova 16 Ultra, dan Nova 16z. Di antara keempatnya, Nova 16 Ultra diposisikan paling atas dengan spesifikasi paling mumpuni, termasuk layar besar, kamera beresolusi tinggi, dan daya tahan baterai yang lebih besar.
Kamera 200 MP jadi sorotan utama
Nova 16 Ultra membawa tiga kamera belakang. Susunan itu terdiri dari kamera utama 200 MP dengan sensor RYYB berukuran 1/1,28 inci, bukaan f/1.8, dan stabilisasi gambar optik atau OIS.
Di belakangnya, Huawei menambahkan kamera telefoto 50 MP dengan panjang fokus 88 mm. Kamera ini mendukung zoom optis 3,7 kali dan zoom digital hingga 100x.
Kamera ketiga mengusung resolusi 50 MP dengan fungsi ultra-wide sekaligus makro. Kamera ini memakai aperture f/2.2, sehingga perangkat ini menawarkan paket kamera yang cukup lengkap untuk kelas premiumnya.
Di sisi depan, Huawei menyematkan kamera 50 MP pada punch-hole berbentuk pil. Modul itu berdampingan dengan sensor spektral 1,5 MP.
Baterai besar dan pengisian cepat
Selain kamera, daya tahan baterai menjadi nilai jual penting lain. Nova 16 Ultra dibekali baterai 7.000 mAh, lebih besar dibanding model saudaranya yang disebut memiliki baterai 50 MP di kamera utama dan kapasitas lebih kecil.
Huawei juga menyiapkan dukungan pengisian daya yang agresif. Ponsel ini mendukung fast charging kabel 100 watt, pengisian nirkabel 50 watt, dan reverse wireless charging hingga 7,5 watt untuk mengisi perangkat lain.
Layar besar dan proteksi kaca Kunlun
Di bagian depan, Nova 16 Ultra memakai layar LTPO OLED 6,84 inci dengan resolusi Full HD Plus. Layarnya mendukung refresh rate adaptif 1-120 Hz dan kecerahan puncak hingga 6.000 nits.
Huawei juga melapisinya dengan Kunlun Glass untuk perlindungan tambahan. Kombinasi ini membuat Nova 16 Ultra terlihat diarahkan ke pengguna yang menginginkan panel besar dengan visibilitas tinggi.
Chipset Kirin dan HarmonyOS
Pada aspek mesin, Huawei Nova 16 Ultra ditenagai chipset Kirin 9010S. Prosesor buatan Huawei itu sebelumnya debut di lini Pura 80 pada tahun lalu.
Perangkat ini berjalan dengan HarmonyOS 6.1, bukan Android. Konsekuensinya, ponsel ini tidak membawa layanan Google secara bawaan, termasuk Play Store, YouTube, Google Maps, dan Google Drive.
Sebagai gantinya, Huawei mengandalkan ekosistem sendiri melalui Huawei Mobile Services atau HMS. Toko aplikasi yang dipakai adalah Huawei AppGallery.
Fitur tambahan yang membedakan dari model lain
Huawei memberi sejumlah pembeda penting pada Nova 16 Ultra dibanding Nova 16 Pro. Fitur itu mencakup konektivitas satelit, sertifikasi ketahanan debu dan air yang lebih mumpuni, serta konstruksi bodi aluminium.
Fitur komunikasi satelit tersedia di China melalui jaringan Beidou. Fungsi ini memungkinkan pengguna mengirim dan menerima pesan teks saat berada di area tanpa sinyal seluler.
Nova 16 Ultra juga mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69. Di sisi keamanan, ada sensor sidik jari yang menyatu dengan tombol daya di sisi kanan bodi perangkat.
Harga dan pilihan warna
Huawei Nova 16 Ultra hadir dalam warna biru, putih, dan hitam. Di China, harga jualnya dimulai dari 4.699 yuan atau sekitar Rp 12,4 juta untuk varian 256 GB.
Model tertingginya dengan penyimpanan 1 TB dibanderol 5.799 yuan atau sekitar Rp 15,3 juta. Dengan kombinasi kamera 200 MP, baterai jumbo, dan fitur konektivitas satelit, Nova 16 Ultra menempatkan diri sebagai varian paling lengkap di keluarga Nova 16.
Source: tekno.kompas.com






