Vivo Y6c Seharga 899 Yuan, Baterai 6.500 mAh dan Layar 120 Hz di Kelas Murah

Vivo Y6c hadir di China dengan kombinasi yang jarang ditemui pada ponsel kelas terjangkau, yakni baterai 6.500 mAh dan layar dengan refresh rate hingga 120 Hz. Perangkat ini ditujukan bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan penggunaan harian tanpa harus masuk ke segmen harga tinggi.

Vivo resmi memperkenalkan ponsel entry-level tersebut pada Minggu (19/7/2026). Di pasar China, Vivo Y6c dijual dengan harga 899 yuan dalam satu pilihan konfigurasi memori.

Baterai menjadi salah satu daya tarik utama perangkat ini karena kapasitasnya mencapai 6.500 mAh. Vivo menyebut baterai tersebut dapat tetap sehat hingga lima tahun dalam penggunaan normal.

Untuk pengisian daya, Vivo Y6c mendukung pengisian kabel 15 watt. Daya pengisian ini memang bukan yang tertinggi, tetapi sejalan dengan posisinya sebagai ponsel entry-level yang menekankan kapasitas baterai besar.

Ringkasan spesifikasi Vivo Y6c

AspekDetail
LayarLCD 6,74 inci, HD Plus 1.600 x 720 piksel, hingga 120 Hz
ChipsetUnisoc T7225 fabrikasi 12 nm
MemoriRAM 4 GB dan penyimpanan 128 GB
KameraBelakang 8 MP dan depan 5 MP
Baterai6.500 mAh dengan pengisian kabel 15 watt
Sistem operasiAndroid 16 dengan OriginOS 6

Layar Vivo Y6c memakai panel LCD berukuran 6,74 inci dengan resolusi HD Plus 1.600 x 720 piksel. Panel ini memiliki refresh rate hingga 120 Hz dan tingkat kecerahan puncak 1.200 nit.

Vivo juga membekali layarnya dengan sertifikasi TUV Rheinland. Sertifikasi tersebut disebut berfungsi untuk meningkatkan kenyamanan mata sekaligus mengurangi efek flicker pada layar.

Di bagian performa, ponsel ini menggunakan Unisoc T7225 yang dibuat melalui proses fabrikasi 12 nanometer. Chipset tersebut membawa CPU octa-core dengan dua inti Cortex-A75 untuk tugas berat serta enam inti Cortex-A55 yang berfokus pada efisiensi daya.

Kedua jenis inti CPU itu berjalan dengan kecepatan hingga 1,8 GHz. Berdasarkan laporan tekno.kompas.com, Vivo hanya menyediakan perangkat ini dalam konfigurasi RAM 4 GB dan media penyimpanan 128 GB.

Kamera sederhana dan fitur pelindung bodi

Vivo Y6c mengandalkan satu kamera belakang beresolusi 8 MP untuk kebutuhan fotografi dasar. Kamera depan 5 MP ditempatkan pada notch berbentuk tetesan air di bagian atas layar.

Di sisi perangkat lunak, ponsel ini menjalankan Android 16 yang dipoles dengan antarmuka OriginOS 6. Sistem tersebut menjadi salah satu bekal perangkat untuk menjalankan fungsi harian dan fitur pendukungnya.

Sensor sidik jari ditempatkan pada sisi bodi agar mudah dijangkau ketika ponsel digenggam. Vivo turut menyertakan mode peningkatan volume hingga 150 persen pada perangkat ini.

Untuk perlindungan, Vivo Y6c telah mengantongi sertifikasi IP65. Sertifikasi ini menandakan perangkat memiliki ketahanan terhadap debu serta cipratan air.

Ponsel tersebut juga membawa sertifikasi SGS Five-Star Drop Resistance. Sertifikasi itu menunjukkan bahwa perangkat telah melewati pengujian ketahanan terhadap benturan dan jatuh.

Fitur lain yang disertakan adalah infrared blaster atau IR blaster. Komponen ini memungkinkan Vivo Y6c dipakai sebagai remote untuk mengendalikan perangkat elektronik rumah tangga, seperti televisi dan AC.

Pilihan warna dan ketersediaan

Vivo menawarkan Y6c dalam tiga pilihan warna, yaitu putih, biru, dan hitam. Ketiga varian warna tersebut tersedia untuk pasar China dengan harga 899 yuan.

Belum ada informasi apakah Vivo akan memasarkan Vivo Y6c secara global, termasuk ke Indonesia. Karena itu, ketersediaan dan harga perangkat ini di luar China masih belum diketahui.

Source: tekno.kompas.com
Terkait