Harga Storage Melambung Tak Kunjung Turun, Seagate Sebut Era Mahal Ini Jadi Normal Baru AI

Harga storage baik hard disk maupun SSD makin sulit turun dalam waktu dekat. Seagate bahkan menegaskan bahwa periode harga tinggi ini sudah menjadi “normal baru” di era kecerdasan buatan (AI).

Industri penyimpanan data menghadapi lonjakan permintaan luar biasa dari pusat data AI. Seagate menyatakan siklus harga yang biasanya naik turun kini berubah menjadi fase panjang dan stabil pada level harga tinggi.

Permintaan AI Mengubah Dinamika Industri Storage

Chief Commercial Officer Seagate, Ban-Seng Teh, menjelaskan bahwa siklus pasar storage saat ini berbeda dari pola lama. Dulu, setiap kekurangan pasokan diikuti oleh kelebihan pasokan yang mendorong harga turun.

Kini, dorongan dari pasar AI menciptakan “supercycle” yang membuat harga storage tetap tinggi dalam waktu lama. Permintaan bukan lagi hanya dari konsumen PC, tetapi juga dari operator layanan cloud dan pusat data hyperscale.

AI membutuhkan kapasitas penyimpanan besar untuk menyimpan dataset pelatihan dan inferensi, cadangan, serta arsip jangka panjang. Hal ini berbeda karena kebutuhan storage terus tumbuh secara eksponensial, sementara pasokan belum bisa mengimbangi.

Kenaikan Biaya Tidak Hanya dari Storage, Tapi Juga DRAM

Selain storage, biaya komponen lain seperti DRAM ikut naik. Seagate mengakui tekanan harga dari kenaikan harga DRAM di pasaran. Meski kebutuhan DRAM di hard disk tidak sebesar sektor lain, kenaikan harga tetap berimbas pada struktur biaya perusahaan.

Firma riset TrendForce memperkirakan harga kontrak server DRAM melonjak sekitar 90% secara kuartal ke kuartal pada kuartal pertama tahun depan. Proyeksi ini lebih tinggi daripada takaran sebelumnya yang antara 55%-60%.

Penyebabnya ialah ketidakseimbangan pasokan dan permintaan DRAM yang memburuk karena penyedia cloud bergegas memesan lebih banyak untuk menjamin kebutuhan. Harga DRAM di pasar PC juga diprediksi naik lebih dari dua kali lipat dalam periode yang sama.

Kenaikan harga DRAM berpotensi diteruskan ke konsumen akhir. Laptop, konsol handheld, dan perangkat gaming dengan storage besar juga diperkirakan mengalami kenaikan harga.

Faktor Logistik dan Energi Memperberat Tekanan Harga

Tidak hanya komponen, biaya logistik juga berkontribusi pada kenaikan harga storage. Seagate mencatat pengaruh harga minyak yang fluktuatif akibat konflik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang memperumit biaya distribusi.

Harga minyak sempat mendekati 120 dolar AS per barel sebelum turun lagi ke bawah 100 dolar AS. Kondisi ini menyebabkan perusahaan harus meninjau ulang rute pengiriman sekaligus mempertimbangkan ketidakpastian biaya.

Tekanan harga storage dari komponen, logistik, rantai pasok global, serta permintaan AI yang tinggi menyatu menciptakan situasi yang sulit bagi penurunan harga storage.

Permintaan Storage Kapasitas Besar dari Cloud Terus Meningkat

Walau harga naik, permintaan storage khususnya dari sektor cloud terus menguat. Ban-Seng Teh menyebut pertumbuhan permintaan tahunan kini berada di kisaran pertengahan 20 persen, meningkat signifikan dari awalnya yang di bawah 20 persen.

Seagate baru mulai mengirim platform storage Mozaic 4+ yang menggunakan teknologi heat-assisted magnetic recording (HAMR). Platform ini mampu menampung kapasitas sampai 44TB per drive, sangat penting bagi pusat data hyperscale.

Semakin besar kapasitas per drive, semakin efisien ruang rak, konsumsi daya, dan biaya operasional pusat data. CEO Seagate, Dave Mosley, menyatakan bahwa kapasitas hard drive perusahaan untuk pasar nearline sudah dialokasikan penuh sampai akhir tahun depan.

Selain itu, mereka memiliki kontrak pasokan untuk pelanggan hyperscale sampai tahun berikutnya. Hal ini menunjukkan pasar enterprise dan cloud sangat agresif dalam memesan sehingga ruang bagi penurunan harga makin terbatas.

Dampak Kenaikan Harga Storage bagi Konsumen dan Pelaku Industri

Bagi konsumen, harga storage kapasitas besar berpotensi tetap tinggi. Data dari referensi menunjukkan harga hard drive naik rata-rata 46% sejak September lalu. Contohnya, Seagate BarraCuda 24TB kini dipasarkan sekitar 500 dolar AS.

Selain itu, beberapa dampak yang dirasakan antara lain:

  1. Smartphone flagship dengan storage besar jadi lebih mahal.
  2. Laptop gaming dan handheld PC menghadapi biaya produksi lebih tinggi karena harga memori naik.
  3. Kreator konten harus menanggung biaya arsip proyek yang makin mahal.
  4. Startup dan perusahaan digital menghadapi tagihan cloud yang bertambah besar.

Storage kini tidak lagi dipandang sebagai produk komoditas dengan harga murah. Di era AI, data adalah aset utama dan infrastruktur penyimpanan menjadi semakin bernilai saat pusat data global terus berebut kapasitas storage.

Fenomena ini menegaskan bahwa harga storage kemungkinan besar akan tetap tinggi dalam jangka panjang. Perubahan pola permintaan akibat AI, tekanan biaya komponen, serta faktor eksternal seperti logistik dan energi membentuk landscape baru bagi pasar storage global.

Terkait