Harga Motorola Signature di Indonesia, Flagship Elegan dengan Kamera Sony Lytia 828 dan Layar 165Hz

Motorola resmi membawa Signature ke Indonesia sebagai HP flagship tertinggi versinya. Ponsel ini langsung menarik perhatian karena mengusung kamera Sony LYTIA, desain premium dengan finishing khas, serta baterai besar yang diklaim tahan hingga 52 jam pemakaian standar.

Di sisi harga, Motorola Signature hadir dengan banderol peluncuran Rp 11.999.000 dari harga normal Rp 12.999.000. Perangkat ini juga membawa benefit khusus hingga Rp 2 juta, sehingga posisinya makin agresif di segmen flagship yang menonjolkan kombinasi desain, performa, dan fitur kamera.

Desain premium dengan perlindungan lengkap

Motorola Signature tersedia dalam dua pilihan warna, yakni Pantone Martini Olive dengan finishing seperti kain twill dan Pantone Carbon dengan tekstur seperti linen. Pendekatan desain ini membuat tampilannya terasa berbeda dari banyak flagship lain yang cenderung mengandalkan material polos dan permukaan mengilap.

Dari sisi ketahanan, ponsel ini sudah memenuhi standar MIL-STD-810H dan dilapisi Gorilla Glass Victus 2 pada bagian layar. Motorola juga membekali perangkat ini dengan sertifikasi IP68 dan IP69, sehingga perlindungannya lebih lengkap saat menghadapi paparan debu dan air.

Layar besar dengan refresh rate tinggi

Motorola Signature memakai layar LTPO AMOLED 6,85 inci dengan resolusi 2.780 x 1.264 piksel. Panel ini mendukung refresh rate 165Hz, Dolby Vision, dan HDR10+, sementara tingkat kecerahan puncaknya diklaim mencapai 6.200 nits dalam peak mode.

Motorola juga menyematkan sertifikasi Pantone Color dan SkinTone pada layar tersebut. Kehadiran fitur ini menunjukkan fokus pada akurasi warna, yang penting untuk konsumsi konten, pengolahan foto, dan pengalaman visual yang lebih konsisten.

Dapur pacu flagship dan baterai besar

Untuk performa, Motorola Signature mengandalkan chipset Snapdragon 8 Gen 5, satu tingkat di bawah Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chip ini dipadukan dengan RAM LPDDR5X dan penyimpanan internal UFS 4.1 untuk mendukung aktivitas berat dan multitasking.

Motorola juga menempatkan sensor sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk keamanan biometrik. Di bagian daya, ponsel ini membawa baterai silikon-karbon 5.200 mAh dengan dukungan 50W Wireless Charging dan pengisian 90W TurboPower yang sudah tersedia di dalam boks.

Kamera Sony LYTIA jadi daya tarik utama

Sektor kamera menjadi salah satu nilai jual terbesar Motorola Signature. Di bagian belakang, terdapat kamera utama 50 MP dengan sensor Sony LYTIA 828, ditemani kamera ultrawide 50 MP dan kamera periscope telephoto 50 MP.

Susunan ini mendukung 3x optical zoom dan hingga 100x Super Zoom Pro. Untuk perekaman video, perangkat ini mampu merekam sampai 8K Dolby Vision 30 fps, sementara kamera depannya juga beresolusi 50 MP dengan sensor Sony LYTIA 500.

Motorola menyebut sistem kamera ini mampu menampilkan warna yang sangat mendekati kenyataan, termasuk saat subjek dan latar belakang memiliki kontras warna yang kuat. Klaim ini menjadi penting bagi pengguna yang mengutamakan hasil foto natural dan stabil di berbagai kondisi pemotretan.

Fitur software dan optimasi penggunaan

Motorola Signature juga membawa fitur Horizon Lock untuk membantu video tetap stabil saat direkam tanpa alat tambahan. Selain itu, Motorola mengklaim ada optimasi khusus untuk Instagram, baik dalam proses unggah foto maupun saat memakai kamera langsung dari aplikasinya.

Dari sisi perangkat lunak, ponsel ini dijanjikan mendapat dukungan software update dan security patch hingga 7 tahun. Dukungan jangka panjang seperti ini biasanya menjadi pertimbangan penting bagi pembeli flagship yang ingin memakai perangkat dalam periode lama.

Dengan harga peluncuran Rp 11.999.000, Motorola Signature masuk ke pasar Indonesia sebagai flagship yang menonjolkan layar besar, spesifikasi tinggi, perlindungan fisik lengkap, dan kamera Sony LYTIA sebagai fokus utama. Kombinasi ini membuatnya menjadi salah satu opsi menarik bagi pengguna yang mencari ponsel premium dengan karakter desain yang berbeda.

Source: inet.detik.com

Berita Terkait

Back to top button