Harga Laptop Naik 30-40 Persen, Tablet Honor Malah Makin Diburu

Lonjakan harga laptop mulai mengubah perilaku belanja konsumen di Indonesia. Di tengah krisis memori global yang mendorong harga RAM naik, tablet justru makin dilirik sebagai alternatif yang lebih masuk akal.

Honor menjadi salah satu merek yang merasakan perubahan itu secara langsung. Aryo Meidianto, Head of Public Relations PT Trinova Digital Indonesia, mengatakan penjualan tablet Honor naik sejak dua bulan lalu, seiring harga laptop di Indonesia mulai terkerek.

Tablet naik daun saat laptop makin mahal

Aryo menyebut kenaikan harga laptop dan tablet berada di kisaran 30% hingga 40% dibandingkan kondisi sebelumnya. Bagi sebagian konsumen, selisih itu cukup besar untuk menggeser pilihan ke perangkat yang lebih ringan dan lebih terjangkau.

Dengan bujet Rp 5 jutaan, konsumen disebut sudah bisa mendapatkan tablet yang ringan dan memakai spesifikasi terbaru. Di rentang harga yang sama, pilihan laptop yang tersedia justru sering jatuh ke unit bekas dengan usia perangkat yang sudah cukup tua.

Honor lihat tablet lebih kuat dari smartphone

Perubahan minat ini ikut berdampak pada komposisi penjualan Honor di Indonesia. Aryo mengatakan lini produk Honor saat ini lebih didominasi tablet dibandingkan smartphone.

Ia juga menyebut penjualan tablet Honor lebih tinggi daripada penjualan smartphone. Kondisi itu menunjukkan tablet tidak lagi sekadar pelengkap, tetapi sudah menjadi produk utama yang dicari sebagian konsumen di tengah tekanan harga perangkat komputasi.

Strategi menahan harga di tengah rupiah melemah

Di saat pasar menghadapi tekanan biaya, Honor berusaha menjaga harga perangkatnya agar tidak ikut naik. Perusahaan menggunakan strategi bulk buying untuk menekan dampak pelemahan rupiah terhadap dolar.

Aryo menjelaskan Honor menghitung lebih dulu siklus akhir masa pakai produk sebelum melakukan pemesanan dalam jumlah besar. Dengan cara itu, Honor berharap stok yang sudah masuk bisa bertahan lebih lama dan tidak langsung terpengaruh perubahan harga di pasar.

Strategi ini juga dipakai untuk menghindari situasi ketika stok habis lalu pemesanan ulang dilakukan saat harga komponen sudah naik. Menurut Aryo, kondisi seperti itu biasanya lebih mudah memukul vendor yang memesan dalam jumlah kecil.

Smartphone tetap jalan, tapi dibatasi daya beli

Meski tablet sedang kuat, Honor tidak menutup jalur untuk smartphone. Aryo menegaskan perusahaan tetap akan merilis smartphone di Indonesia, tetapi dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Honor disebut ingin bermain di rentang harga yang masih dianggap kuat oleh konsumen. Aryo menyebut kisaran Rp 3 juta sampai sekitar Rp 6 juta atau Rp 7 juta sebagai area harga yang saat ini dinilai paling realistis untuk pasar.

Situasi ini membuat tablet mendapat momentum yang besar ketika harga laptop naik dan sebagian pembeli mulai menghitung ulang kebutuhan perangkat mereka. Dalam kondisi seperti ini, tablet Honor tampak diuntungkan karena menawarkan kombinasi harga, bobot ringan, dan spesifikasi yang masih relevan bagi banyak pengguna.

Source: inet.detik.com
Exit mobile version