Asus ExpertBook Ultra hadir sebagai jawaban untuk profesional yang ingin laptop bisnis yang tidak terasa seperti kompromi. Perangkat ini memadukan bodi tipis, bobot 1,1 kg, dan performa tinggi dari Intel Core Ultra X7 358H yang membawa arsitektur Panther Lake.
Di kelas laptop bisnis premium, kombinasi itu langsung menarik perhatian karena jarang ada perangkat yang bisa tampil ringan sekaligus kencang. Tambahan layar OLED 14 inci beresolusi 2880 x 1880 dengan refresh rate 120Hz membuat posisinya makin jelas: ini bukan sekadar laptop kerja, tetapi juga mesin portabel yang mengejar rasa mewah dan tenaga besar.
Desain yang ringkas, tetapi terasa kokoh
ExpertBook Ultra memakai paduan magnesium-aluminum alloy sebagai basis bodi. Asus menambahkan lapisan nano ceramic yang memberi tekstur matte, kesan premium, dan perlindungan yang lebih baik terhadap sidik jari.
Ketebalannya hanya 1,65 cm, sementara dimensinya tetap membawa layar 14 inci yang lebih lega. Dalam pengujian fisik, bodinya nyaris tidak menunjukkan flex saat ditekan di area keyboard maupun saat layar dibuka dengan satu tangan.
Asus juga mengklaim material ini keras dan tahan gores. Saat bodi diuji dengan kunci motor, tidak terlihat bekas goresan yang berarti, sementara bobot total tetap terjaga di 1,1 kg.
Tangguh untuk mobilitas tinggi
Daya tahan menjadi salah satu nilai jual utama laptop ini. Asus menyertakan sertifikasi MIL-STD-810H dan menyebut perangkat ini telah lolos 157 tes durabilitas, termasuk tes jatuh dari 120 cm, ketahanan tumpahan air, engsel, beban berat, serta 24 jenis tes standar militer lain seperti getaran, pasir, debu, suhu dingin, dan suhu panas.
Ketangguhan itu ikut diuji secara langsung dan hasilnya tetap konsisten. Laptop masih bisa beroperasi dengan baik setelah diinjak, disiram air, dan ditekan pada titik lentur terjauh di bagian pojok bawah bodi ketika layar dibuka maksimal.
Keyboard dan touchpad yang dirancang serius
Sebagai laptop bisnis, sektor input mendapat perhatian besar. Keyboard ExpertBook Ultra terasa lapang dengan jarak tekan yang pas, umpan balik yang empuk, dan karakter ketikan yang tetap renyah.
Asus juga memberi lapisan UV Coating pada keyboard agar lebih tahan noda. Di bagian bawahnya, tersedia haptic touchpad berukuran sekitar 12 x 7 cm yang memberi sensasi klik merata di seluruh permukaan dan respons yang baik untuk gestur multi-touch Windows 11.
Layar OLED matte yang tidak biasa
Salah satu pembeda paling kuat ada di layar. Panel 14 inci 2.8K itu memakai Corning Gorilla Glass Victus dengan finishing matte, sesuatu yang jarang ditemukan pada laptop OLED yang biasanya mengusung permukaan glossy.
Kombinasi ini membuat layar tetap nyaman dipakai di luar ruangan atau di bawah lampu kantor yang terang. Pengguna tetap mendapat kontras tinggi dan warna kaya khas OLED tanpa pantulan yang mengganggu.
Sistem enam speaker juga memberi suara yang lantang dengan bass yang cukup terasa. Pada volume normal, kualitas audionya dinilai memadai untuk film dan musik, meski mulai pecah saat dipaksa ke volume 100%.
Performa kencang untuk kerja dan kreasi
Unit yang diuji memakai Intel Core Ultra X7 358H dengan 16 inti, terdiri dari 4 Performance core, 8 Efficient core, dan 4 Low-Power Efficient core. Di sektor grafis, laptop ini membawa Intel Arc B390 dengan 12 Xe core.
Dalam pengujian PCMark 10, skornya mencapai 9.892. Pada Cinebench R24 dan render video di Handbrake, performanya disebut unggul tipis namun konsisten atas kompetitor utama, termasuk menempel ketat arsitektur ARM dari Snapdragon X Elite.
GPU terintegrasinya juga mengejutkan. Intel Arc B390 disebut mampu menyaingi laptop dengan GPU diskrit kelas entry-level seperti RTX 3050 atau RTX 4050 keluaran lama, dan tetap mulus saat dipakai untuk Blender serta pengolahan aset 3D kompleks.
Baterai besar dan port yang dipikirkan matang
Baterai 70Wh membuat ExpertBook Ultra sanggup bertahan sekitar 15 jam untuk pemutaran video 4K terus-menerus. Dalam penggunaan kerja nyata seperti menulis di Google Docs, mengedit foto ringan di GIMP, dan browsing, daya tahan berada di kisaran 12 jam.
Di pengujian PCMark Office Productivity pada kecerahan 200 nits, laptop ini bertahan hampir 20 jam. Saat memutar video offline 1080p dengan kecerahan 50%, baterainya baru habis setelah hampir 25 jam.
Asus menempatkan dua port Thunderbolt 4 di sisi kiri dan kanan bodi. Tata letak ini memberi fleksibilitas lebih saat mengisi daya menggunakan charger 90W bawaan sekaligus mengelola kabel dan display out.
Ada kompromi, tetapi tidak banyak
Webcam 1080p pada laptop ini masih tergolong biasa saja. Saat dipakai di ruangan minim cahaya, hasilnya masih menyimpan noise, sementara mikrofon gandanya terdengar agak berjarak.
Meski begitu, fitur biometrik bekerja cepat dan konsisten. Sensor sidik jari di tombol daya dan kamera IR untuk Windows Hello mampu membuka kunci layar dalam sekejap.
Source: inet.detik.com