Gothic 1 Remake Memang Gila, Tapi Satu Setting Ini Bisa Selamatkan FPS Anda

Author: Qoo Media

Gothic 1 Remake datang dengan lonjakan visual yang besar berkat Unreal Engine 5, tetapi peningkatan itu juga membuat beban hardware ikut naik. Di PC, satu pengaturan yang tepat bisa menjadi pembeda antara pengalaman mulus dan frame rate yang tersendat.

Yang menarik, game ini masih bisa dipoles cukup jauh lewat setting grafis tanpa harus memangkas kualitas visual terlalu agresif. Bagi banyak pemain, kabar terpenting justru bukan sekadar seberapa indah tampilannya, melainkan seberapa stabil game ini bisa dijalankan di 1080p.

Remake ini tetap membawa atmosfer, cerita, dan dunia yang setia pada versi aslinya. Di saat yang sama, mekanik gameplay dan sistem pertarungan dibuat lebih luas dan modern, sehingga tuntutan komputasinya terasa lebih berat dari game lawas.

THQ Nordic mencantumkan spesifikasi minimum yang sudah tergolong tinggi untuk ukuran game 1080p. Kebutuhan itu mencakup Intel Core i7-7700K atau AMD Ryzen 5 1600X, RAM 16GB, GPU NVIDIA GeForce RTX 2070 atau AMD Radeon RX 6700 XT, VRAM 8GB, DirectX 12, dan SSD dengan ruang kosong 60GB.

Untuk rekomendasi, daftarnya naik ke Intel Core i5-10600K atau AMD Ryzen 5 3600X, RAM 32GB, GPU NVIDIA GeForce RTX 3070 Ti atau AMD Radeon RX 6800 XT, serta VRAM 12GB. Sistem operasi yang didukung adalah Windows 10 atau 11 64-bit.

THQ Nordic tidak menjabarkan target visual dan frame rate resmi dari dua daftar itu. Namun pengujian di lapangan menunjukkan spesifikasi minimum mampu mengejar 1080p 60 FPS pada setting Medium, sedangkan spesifikasi rekomendasi diarahkan ke 1080p 60 FPS pada setting High.

Masalahnya, performa belum sepenuhnya rata di semua situasi. Di area yang penuh NPC dan saat pertarungan berat, frame rate masih bisa turun sedikit di bawah 60 FPS.

Setting terbaik untuk PC high-end

Untuk PC yang memenuhi atau melampaui spesifikasi rekomendasi, pendekatan paling aman adalah menahan beberapa opsi yang berat sambil mempertahankan kualitas visual utama. Kombinasi ini disebut bisa menjaga performa di atas 60 FPS tanpa penurunan gambar yang terasa besar.

Pada menu display, konfigurasi yang disarankan adalah monitor utama, Borderless, resolusi 1920 x 1080, gamma 2.2, dan field of view 70. HDR sebaiknya dimatikan kecuali monitor benar-benar mendukungnya dengan baik, sementara VSync dimatikan kecuali layar tidak memiliki FreeSync atau G-Sync.

Batas frame rate dapat dipilih 60, 60+, atau sesuai preferensi. Untuk upscaler, opsi DLSS, FSR, atau XeSS disarankan memakai mode Quality.

Frame Generation Mode disarankan tetap nonaktif. Pada GPU Nvidia, Nvidia Streamline Reflex dan Nvidia Reflex Boost disarankan aktif, sementara opsi itu tidak berlaku pada GPU AMD dan Intel.

Untuk efek visual, Motion Blur dipertahankan di 0, Bloom 70, Depth of Field 70, Ambient Occlusion 70, dan Sharpening 40. Saturation, Contrast, Brightness, dan Extra Interior Exposure sebaiknya tetap pada nilai default.

Preset kualitas utama dianjurkan diubah ke Custom. Setelah itu, View Distance di High, Anti-Aliasing di Gothic, Shadow di Medium, Global Illumination di Medium, Reflection di High, Post-Processing di Low, Texture di High, Effects di Low, Foliage di Gothic, Shading di Medium, Landscape di High, dan Wind di High.

Kombinasi Medium, High, dan Gothic itu dinilai cocok untuk mayoritas PC modern dengan RTX 3070 Ti atau RX 6800 XT ke atas. Jika GPU sedikit di bawah kelas itu, kualitas upscaling disarankan turun ke Balanced.

Setting terbaik untuk PC budget

Untuk PC yang hanya berada di level minimum, fokusnya bergeser ke stabilitas dan pengurangan stuttering. Karena itu, beberapa opsi visual perlu diturunkan agar game tetap layak dimainkan di 1080p.

Menu display tetap memakai pendekatan serupa, yakni monitor utama, Borderless, resolusi 1920 x 1080, gamma 2.2, dan field of view 70. HDR disarankan mati, VSync dimatikan kecuali diperlukan, dan batas frame rate bisa dipilih 30, 60, atau mengikuti preferensi pemain.

Upscaler juga tetap memakai DLSS, FSR, atau XeSS dalam mode Quality. Seperti pada PC high-end, Frame Generation Mode disarankan dimatikan, dan pengguna Nvidia masih bisa mengaktifkan Nvidia Reflex.

Parameter visual umum juga tetap sama, yaitu Motion Blur 0, Bloom 70, Depth of Field 70, Ambient Occlusion 70, dan Sharpening 40. Saturation, Contrast, Brightness, dan Extra Interior Exposure dibiarkan default.

Perubahan paling besar ada pada preset grafis Custom. View Distance disarankan Low, Anti-Aliasing Medium, Shadow Low, Global Illumination Medium, Reflection Medium, Post-Processing Low, Texture Medium, Effects Low, Foliage Medium, Shading Low, Landscape Medium, dan Wind Low.

Kombinasi Low dan Medium itu ditujukan untuk mengejar performa setinggi mungkin pada PC lawas atau GPU yang tidak lebih baru. Dalam pengujian, setting tersebut dipakai untuk memburu 60 FPS atau lebih sambil menjaga visual tetap cukup baik.

Penyesuaian setting bukan hanya menaikkan frame rate, tetapi juga disebut membantu mengurangi stuttering secara signifikan pada PC lama. Meski begitu, stuttering belum sepenuhnya hilang di semua konfigurasi, sehingga optimasi manual masih menjadi langkah paling praktis untuk saat ini.

Source: tech.sportskeeda.com
Terbaru