Galaxy Z Fold 8 Terlihat Aman, Tapi Razr Fold Menyerang Lewat Layar, Baterai, Dan Harga

Samsung tampaknya memilih jalur aman untuk Galaxy Z Fold 8. Di saat yang sama, Motorola justru datang dengan Razr Fold yang membawa paket spesifikasi lebih agresif dan langsung menekan posisi Samsung di segmen book-style foldable.

Taruhannya penting karena Razr Fold kini masuk ke kelas ponsel lipat model buku di Amerika Serikat. Pasar ini belum seramai Asia untuk kategori foldable, tetapi kehadiran produk baru dengan harga lebih rendah dari Galaxy Z Fold 7 membuat persaingan terasa jauh lebih serius.

Motorola meluncurkan Razr Fold di AS pada 29 April 2026. Pre-order dibuka lewat Best Buy dan toko online Motorola mulai 14 Mei 2026, lalu penjualan dimulai 21 Mei 2026.

Harga jualnya dipatok $1,900. Angka itu lebih rendah $100 dibanding Galaxy Z Fold 7 yang dibuka di $2,000, sementara Razr Fold hanya hadir dalam satu konfigurasi, yaitu 16GB RAM dan 512GB penyimpanan.

Samsung diperkirakan tetap konservatif

Galaxy Z Fold 8 belum diumumkan secara resmi. Bocoran yang beredar menyebut peluncurannya berlangsung pada Juli, dengan acara di London pada 22 Juli 2026 yang juga berpotensi menjadi panggung Galaxy Z Flip 8 dan Galaxy Wide Fold.

Secara desain, Galaxy Z Fold 8 diperkirakan tetap dekat dengan Fold 7. Bocoran CAD yang beredar menunjukkan bodi dengan sudut lebih tajam, sisi datar, dan modul tiga kamera vertikal di belakang.

Ukuran perangkat Samsung itu juga disebut tidak berubah jauh. Bahkan, ada kemungkinan bodinya sedikit lebih tebal karena baterai yang lebih besar, meski tetap mendekati dimensi Fold 7.

Motorola main lebih berani di layar

Razr Fold tampil dengan pendekatan yang berbeda. Motorola memakai desain belakang yang bersih, logo “M” di tengah, logo Razr di bagian bawah, serta modul kamera berbentuk kotak dengan tiga lensa.

Perangkat ini juga membawa ciri khas Motorola lewat pilihan warna PANTONE Blackened Blue dan PANTONE Lily White. Rel aluminium yang mengilap dan sudut bodi yang sedikit membulat membuat tampilannya lebih lunak dibanding bocoran Fold 8.

Bagian layar menjadi senjata utama Motorola. Razr Fold membawa layar luar 6,6 inci P-OLED 10-bit dengan Gorilla Glass Ceramic 3, refresh rate 165Hz, dan klaim puncak kecerahan hingga 6.000 nits.

Di bagian dalam, Razr Fold memakai panel 8,1 inci 2K. Layar internal ini disebut sebagai yang terbesar di ponsel lipat di AS, dengan kecerahan hingga 6.200 nits dan refresh rate 120Hz.

Performa dan baterai sama-sama jadi medan perang

Galaxy Z Fold 8 diperkirakan memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Chip ini berada satu tingkat di atas Snapdragon 8 Gen 5 yang digunakan Razr Fold, sehingga Samsung diprediksi unggul dalam performa mentah.

Motorola membalas dengan memori dan daya tahan yang lebih besar. Razr Fold dibekali RAM 16GB, baterai 6.000mAh, pengisian kabel 80W, dan pengisian nirkabel 50W.

Samsung justru disebut akan menaikkan kapasitas baterai Fold 8 menjadi 5.000mAh. Pengisian dayanya diperkirakan mentok di 45W kabel, yang masih di bawah angka Motorola.

Razr Fold juga dilaporkan lebih tebal dan lebih berat, dengan bobot sekitar 244 gram. Namun, ukuran itu tampaknya dipakai Motorola untuk memberi ruang pada baterai besar dan paket hardware yang lebih agresif.

Kamera dan stylus ikut membedakan arah dua merek

Razr Fold mengandalkan tiga kamera belakang, masing-masing 50MP untuk utama, ultrawide 122 derajat, dan telephoto 3x optical zoom. Motorola bahkan menyebut zoom digitalnya dapat mencapai 100x, sementara kamera depan memakai sensor 32MP di cover dan 20MP di layar dalam.

Samsung sudah lebih dulu menaikkan kamera utama Fold ke 200MP pada Fold 7. Untuk Fold 8, bocoran menyebut ultrawide bisa naik dari 12MP ke 15MP dan telephoto dari 10MP ke 12MP, tetap dengan 3x optical zoom.

Motorola juga memberi dukungan Moto Pen Ultra untuk catatan dan coretan di layar bagian dalam. Aksesori itu dijual terpisah sekitar $100, sedangkan Galaxy Z Fold 8 disebut kemungkinan tetap tanpa dukungan S Pen.

Pada akhirnya, Galaxy Z Fold 8 terlihat seperti penyempurnaan bertahap dengan fokus pada efisiensi dan lipatan yang makin samar. Razr Fold justru datang sebagai penantang yang lebih agresif di layar, baterai, pengisian daya, dan harga, sehingga pasar foldable book-style di AS kini punya tekanan kompetitif yang lebih terasa.

Berita Terkait

Back to top button