Casio Ubah Earphone Jadi Alat Bantu Dengar, earU ER-100 Hadir Tanpa Menutup Telinga

Casio memperkenalkan earU ER-100 sebagai perangkat audio wearable yang mencoba menjembatani dua kebutuhan sekaligus: mendengar lebih nyaman dan tetap bisa dipakai seperti earbud biasa. Peluncuran ini juga menandai debut merek baru “earU” di bawah naungan Casio.

Dari tampilannya, earU ER-100 bukan earbuds in-ear yang menutup saluran telinga. Perangkat ini memakai desain earclip yang dijepit di daun telinga, sehingga pengguna tetap bisa mendengar suara sekitar tanpa rasa tertutup.

Casio menyebut pendekatan itu ditujukan untuk mengurangi tekanan, panas, dan iritasi yang sering muncul pada perangkat in-ear maupun alat bantu dengar tradisional. Pada saat yang sama, earU ER-100 dirancang untuk membantu pendengaran dengan hasil suara yang lebih alami.

Menggabungkan audio dan bantuan dengar

Casio membekali earU ER-100 dengan sistem yang memadukan suara lingkungan sekitar dan audio digital yang sudah dikoreksi. Kombinasi ini ditujukan agar percakapan lebih mudah terdengar, sambil tetap menjaga kemampuan pengguna mengenali arah dan jarak sumber suara.

Perangkat ini juga dirancang untuk menekan kebocoran suara dan mengurangi resonansi berlebih yang dapat memicu feedback noise. Dengan begitu, fungsinya tidak hanya nyaman dipakai, tetapi juga tetap menjaga kualitas dengar dalam pemakaian harian.

Bisa diatur lewat aplikasi

Pengguna dapat mengatur profil suara melalui aplikasi smartphone khusus. Aplikasi itu mampu menyesuaikan level audio secara otomatis setelah menganalisis kondisi pendengaran pengguna.

Casio juga menyertakan beberapa mode mendengar yang dioptimalkan untuk berbagai situasi. Mode tersebut mencakup kebutuhan di kantor, restoran, area outdoor, hingga ruang meeting.

Meski membawa fungsi pendukung pendengaran, earU ER-100 tetap bisa dipakai seperti TWS biasa. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk mendengarkan musik dan melakukan panggilan telepon.

Spesifikasi utama earU ER-100

Secara teknis, earU ER-100 mendukung Bluetooth 5.4 dengan codec SBC, AAC, dan aptX. Casio juga membekalinya dengan driver dinamis 10 mm serta sertifikasi IPX4 untuk ketahanan terhadap cipratan air.

Setiap earbuds memiliki bobot sekitar 8 gram tanpa aksesori tambahan. Bobot ini diklaim membantu perangkat tetap nyaman digunakan dalam waktu lama.

Berikut ringkasan spesifikasi utamanya:

FiturDetail
KoneksiBluetooth 5.4
CodecSBC, AAC, aptX
DriverDinamis 10 mm
KetahananIPX4
BobotSekitar 8 gram per earbuds
BateraiLebih dari 9,5 jam dalam mode listening assistance
BateraiLebih dari 14 jam untuk streaming audio biasa
Pengisian cepat10 menit untuk sekitar 90 menit pemakaian

Soal daya tahan, baterainya diklaim mampu bertahan lebih dari 9,5 jam dalam mode listening assistance dan lebih dari 14 jam saat dipakai untuk streaming audio biasa. Casio juga menyematkan fitur fast charging, dengan klaim pengisian 10 menit untuk penggunaan sekitar 90 menit.

Harga dan ketersediaan

Casio earU ER-100 mulai dijual di Jepang pada 28 Mei dengan harga 49.940 yen atau sekitar Rp 5,5 jutaan. Untuk saat ini, perangkat tersebut masih terbatas di Jepang.

Casio menawarkan dua warna, yakni Navy Black dan Ivory White. Masing-masing varian juga hadir dengan aksesori yang berbeda, sementara belum ada kepastian apakah earU ER-100 akan dipasarkan secara global.

Source: tekno.kompas.com
Terkait