Apple berhasil merebut posisi teratas pasar ponsel pintar global pada kuartal pertama, meski industri secara keseluruhan justru sedang melemah. Counterpoint Research mencatat pengiriman iPhone naik 5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, sementara pengiriman ponsel pintar global turun 6 persen.
Pencapaian itu penting karena menjadi kali pertama Apple memimpin pasar pada kuartal pertama. Di tengah tekanan pasokan komponen, perubahan permintaan, dan ketidakpastian geopolitik, perusahaan asal Amerika Serikat tersebut tetap mampu mengamankan 21 persen pangsa pasar dunia.
Pasar melemah, Apple justru menguat
Kondisi pasar ponsel pintar memang tidak sedang ideal. Counterpoint menyebutkan penurunan pengiriman global terutama dipicu kelangkaan pasokan hardware memori dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Situasi ini menekan banyak produsen, terutama yang masih sangat bergantung pada komponen tertentu. Apple justru tampil lebih tahan banting karena struktur bisnisnya dinilai lebih terintegrasi dan kuat di segmen premium.
Mengapa Apple bisa unggul
Analis Counterpoint, Shilpi Jain, menilai ada dua faktor utama yang membantu Apple mempertahankan laju pertumbuhan. Pertama, posisi merek Apple yang premium membuat loyalitas konsumen tetap tinggi meski pasar melemah.
Kedua, rantai pasok yang terintegrasi memberi Apple fleksibilitas lebih besar saat banyak produsen lain terganggu kelangkaan komponen. Kombinasi ini membuat Apple lebih siap menghadapi tekanan industri yang melambat.
Kinerja kuat di China ikut menopang
Pasar China juga memberi dorongan penting bagi Apple. Dalam sembilan minggu pertama di tahun 2026, penjualan ponsel pintar Apple di negara tersebut naik 23 persen.
Kenaikan itu menunjukkan bahwa daya tarik iPhone masih kuat di salah satu pasar paling kompetitif di dunia. Di saat beberapa merek menghadapi pelemahan permintaan, Apple mampu menjaga momentum lewat basis pengguna yang besar dan citra produk kelas atas.
Samsung tergeser ke posisi kedua
Samsung harus turun ke posisi kedua dengan pangsa pasar 20 persen. Pengiriman ponsel merek Korea Selatan itu turun 6 persen dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya.
Penundaan jadwal peluncuran seri andalan Galaxy S26 disebut ikut menekan performa Samsung. Selain itu, minat konsumen terhadap perangkat kelas bawah juga melemah dan memengaruhi volume pengiriman secara keseluruhan.
Persaingan lima besar pasar global
Berikut gambaran posisi merek besar di pasar ponsel pintar global berdasarkan data Counterpoint Research:
| Peringkat | Merek | Pangsa pasar | Catatan utama |
|---|---|---|---|
| 1 | Apple | 21 persen | Pengiriman naik 5 persen |
| 2 | Samsung | 20 persen | Pengiriman turun 6 persen |
| 3 | Xiaomi | 13 persen | Penurunan paling tajam di lima besar |
| Lainnya | Produsen lain | – | Tertekan pelemahan pasar |
Tabel itu menunjukkan bahwa selisih Apple dan Samsung sangat tipis. Dalam kondisi pasar yang sedang turun, perubahan kecil pada pengiriman bisa langsung mengubah peta persaingan global.
Xiaomi masih bertahan, tapi tekanan berat
Xiaomi mempertahankan posisi ketiga dengan sekitar 13 persen pangsa pasar. Namun, perusahaan asal China itu mencatat penurunan paling tajam di antara lima produsen teratas yang disorot dalam laporan tersebut.
Hal ini mengindikasikan bahwa tidak semua merek menikmati efek pemulihan yang sama. Produsen yang lebih kuat di segmen harga terjangkau lebih rentan ketika permintaan konsumen menurun dan pasokan komponen ikut terganggu.
Dampak dari pergeseran prioritas industri chip
Counterpoint juga menyoroti alasan struktural di balik menyusutnya pengiriman global. Produsen chip memori kini lebih banyak mengalihkan pasokan ke pusat data AI ketimbang perangkat elektronik konsumen.
Pergeseran ini membuat pasokan untuk ponsel pintar semakin ketat. Bila kondisi tersebut berlanjut, produsen ponsel kemungkinan menghadapi biaya produksi yang lebih tinggi dan jadwal distribusi yang makin menantang.
Apa arti dominasi Apple bagi industri
Dominasi Apple di pasar yang sedang turun memberi sinyal bahwa kekuatan merek dan kontrol rantai pasok masih menjadi pembeda utama. Dalam situasi ketika konsumen makin selektif, produsen dengan ekosistem kuat cenderung lebih tahan terhadap perlambatan.
Di sisi lain, hasil ini juga menegaskan bahwa pasar ponsel pintar global belum pulih merata. Selama pasokan memori tetap terbatas dan tensi geopolitik belum mereda, persaingan di puncak pasar kemungkinan masih akan bergerak dinamis, dengan Apple dan Samsung tetap menjadi fokus utama pengamat industri.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di artikel sumber: inet.detik.com






