Amazfit resmi membawa dua smartwatch baru untuk pelari di Indonesia lewat Cheetah 2 Pro dan Cheetah 2 Ultra. Dua model ini langsung menegaskan arah yang berbeda, satu untuk marathon runner dan road runner, satu lagi untuk trail runner yang butuh navigasi lebih serius.
Keunggulan utama lini ini ada pada kombinasi latihan berbasis AI, GPS presisi tinggi, layar AMOLED yang sangat terang, dan daya tahan baterai yang panjang. Bagi pengguna yang sering berlari jarak jauh, empat hal itu bisa jadi pembeda paling penting saat memilih jam tangan pintar.
Cheetah 2 Pro untuk pelari jalan raya
Amazfit Cheetah 2 Pro ditujukan untuk pelari marathon dan road runner yang membutuhkan program latihan terstruktur. Menurut tekno.kompas.com, perangkat ini membawa bodi berbahan Grade 5 Titanium yang ringan namun tetap kokoh untuk penggunaan intensif.
Layar AMOLED 1,32 inci di jam tangan ini memiliki tingkat kecerahan hingga 3.000 nits dan dilindungi sapphire glass. Untuk latihan, Zepp Coach AI dapat menyusun program hingga level marathon penuh, sementara pengguna bisa memantau metrik seperti running power, lactate threshold, ground contact time, dan running posture.
Soal konektivitas latihan, Cheetah 2 Pro mendukung TrainingPeaks, Runna, Intervals.icu, dan Strava. Perangkat ini juga memakai dual-band GPS dengan dukungan enam sistem satelit, peta offline, dan navigasi rute.
Daya tahannya cukup panjang untuk kelas smartwatch olahraga. Dalam mode GPS, baterainya diklaim mampu bertahan hingga 31 jam, sedangkan penggunaan normal bisa mencapai 20 hari.
Cheetah 2 Ultra untuk trail runner
Cheetah 2 Ultra menyasar pengguna yang lebih sering bertemu medan ekstrem dan kebutuhan outdoor yang berat. Model ini menggabungkan Grade 5 Titanium dan sapphire glass, serta membawa ketahanan setara standar militer atau military-grade durability.
Layar AMOLED-nya lebih besar, yakni 1,5 inci, dengan tingkat kecerahan hingga 3.000 nits. Untuk navigasi, Cheetah 2 Ultra menawarkan pemrosesan peta offline yang lebih cepat, fitur elevation overview untuk trail running, serta pemantauan performa dan daya tahan tubuh saat olahraga jarak jauh.
Amazfit juga membekali model ini dengan penyimpanan internal 64 GB dan dua jenis tali, yaitu silikon dan nilon. Di sisi daya, baterainya diklaim mampu bertahan hingga 60 jam dalam mode GPS dan hingga 30 hari untuk penggunaan normal.
Harga dan ketersediaan di Indonesia
Kedua smartwatch ini mulai tersedia di Indonesia pada 10 Juni 2026. Amazfit Cheetah 2 Pro dibanderol Rp 7.799.000, sedangkan Cheetah 2 Ultra dijual Rp 10.499.000.
Dengan fokus berbeda pada lari jalan raya dan trail running, dua model ini memberi pilihan yang jelas bagi pengguna yang ingin fitur latihan canggih sekaligus baterai yang lebih tahan lama. Bagi pelari yang menimbang navigasi, layar terang, dan daya pakai, Cheetah 2 Series hadir dengan paket yang cukup lengkap.
Source: tekno.kompas.com






