Banyak pengguna ponsel mengaktifkan Airplane Mode saat mengisi daya karena dianggap bisa membuat baterai penuh lebih cepat. Anggapan itu tidak sepenuhnya keliru, tetapi dampaknya cenderung kecil dan bukan solusi utama untuk mempercepat pengisian.
Secara teknis, Airplane Mode memang dapat mengurangi konsumsi daya selama ponsel dicas. Saat fitur ini aktif, jaringan seluler, WiFi, dan Bluetooth dimatikan sehingga ponsel tidak terus mencari sinyal, menyinkronkan data, atau menjaga koneksi nirkabel di latar belakang.
Apa yang Terjadi Saat Airplane Mode Aktif?
Airplane Mode dirancang untuk menonaktifkan koneksi nirkabel pada perangkat. Dalam praktiknya, fitur ini membuat ponsel berhenti menjalankan sejumlah proses yang biasanya menyedot daya secara terus-menerus.
Proses itu mencakup pencarian sinyal seluler, pemindaian jaringan WiFi, sinkronisasi aplikasi, hingga koneksi Bluetooth. Karena kebutuhan daya untuk fungsi-fungsi itu menurun, lebih banyak energi dari charger bisa dialihkan langsung ke baterai.
Itu sebabnya pengisian daya bisa sedikit lebih cepat. Namun, percepatan ini biasanya hanya terlihat dalam beberapa menit, bukan lompatan besar yang mengubah pengalaman pengisian secara drastis.
Hasil Uji: Memang Lebih Cepat, tapi Tipis
Data yang dirujuk Kompas dari pengujian SlashGear menunjukkan efek tersebut memang nyata. Dalam pengujian pada Samsung Galaxy S24 Ultra dari kondisi 0 persen hingga 100 persen, pengisian dengan Airplane Mode aktif tercatat sekitar 1 jam 2 menit.
Sebagai pembanding, saat seluruh koneksi jaringan tetap aktif, waktu tercepat pengisian berada di kisaran 1 jam 9 menit. Artinya, selisih waktunya hanya sekitar 4 sampai 7 menit.
Temuan ini sejalan dengan uji sebelumnya yang dilaporkan CNET. Media itu juga menemukan bahwa Airplane Mode hanya memangkas waktu pengisian beberapa menit saja, bukan puluhan menit.
Dari data tersebut, klaim bahwa Airplane Mode membuat pengisian lebih cepat bisa dikatakan benar. Namun, jika yang diharapkan adalah peningkatan besar, hasilnya kemungkinan tidak akan terasa signifikan bagi banyak pengguna.
Mengapa Pengaruhnya Tidak Besar?
Koneksi nirkabel bukan satu-satunya komponen yang memakai daya. Dalam banyak situasi, layar, prosesor, dan aplikasi aktif justru menjadi sumber konsumsi energi yang jauh lebih besar.
Jika ponsel tetap dipakai sambil dicas, terutama untuk bermain game, menonton video, atau membuka banyak aplikasi, keuntungan dari Airplane Mode bisa hampir hilang. Daya yang masuk ke baterai akan terbagi untuk menjalankan beban kerja perangkat.
Faktor lain yang ikut menentukan kecepatan pengisian juga sangat banyak. Jenis charger, dukungan fast charging, kualitas kabel, kesehatan baterai, hingga suhu sekitar berperan besar terhadap hasil akhir.
Suhu menjadi faktor penting yang sering diabaikan. Saat perangkat atau ruangan terlalu panas, sistem ponsel biasanya akan memperlambat laju pengisian untuk melindungi baterai dari panas berlebih.
Dalam kondisi seperti itu, menyalakan Airplane Mode saja tidak cukup untuk menghasilkan pengisian yang jauh lebih cepat. Sistem perlindungan suhu tetap memiliki prioritas lebih tinggi daripada penghematan daya dari jaringan yang dimatikan.
Cara yang Lebih Efektif Mempercepat Pengisian
Dibanding mengandalkan Airplane Mode, ada beberapa langkah yang umumnya lebih berdampak pada kecepatan pengecasan. Langkah-langkah ini berkaitan langsung dengan suplai daya, panas, dan beban kerja ponsel.
Gunakan adapter yang mendukung fast charging sesuai spesifikasi ponsel.
Adapter dengan daya yang cocok dapat membuka kemampuan pengisian maksimal yang disediakan perangkat.Pakai kabel yang berkualitas dan sesuai kapasitas daya.
Kabel yang tidak mendukung arus tinggi dapat membatasi aliran daya meski adapter sudah mendukung pengisian cepat.Hindari penggunaan berat saat ponsel sedang dicas.
Layar menyala terus dan prosesor yang bekerja keras bisa mengurangi kecepatan baterai terisi.Lepas casing jika ponsel terasa cepat panas.
Langkah ini dapat membantu pembuangan panas agar proses pengisian lebih stabil.- Isi daya di tempat yang sejuk.
Lingkungan yang terlalu panas dapat memicu sistem ponsel menurunkan kecepatan pengecasan.
Perbandingan Singkat Pengaruh Setiap Faktor
| Faktor | Dampak pada kecepatan isi daya |
|---|---|
| Airplane Mode | Ada, tetapi biasanya hanya beberapa menit |
| Adapter fast charging yang sesuai | Besar |
| Kabel yang mendukung daya tinggi | Besar |
| Tidak memakai ponsel saat dicas | Besar |
| Suhu perangkat dan ruangan tetap rendah | Besar |
Dari perbandingan itu terlihat bahwa Airplane Mode lebih cocok disebut sebagai bantuan tambahan, bukan trik utama. Fitur ini bisa berguna saat baterai sangat kritis dan pengguna ingin mengurangi aktivitas latar belakang selama pengisian.
Bagi pengguna yang benar-benar ingin mengejar waktu, kombinasi charger yang tepat, kabel yang sesuai, dan mengistirahatkan ponsel saat dicas jauh lebih efektif. Dalam banyak kasus, langkah-langkah tersebut memberi dampak yang lebih nyata dibanding sekadar mematikan jaringan.
Karena itu, jawaban atas pertanyaan apakah Airplane Mode bikin HP lebih cepat terisi saat dicas adalah ya, tetapi hanya sedikit. Efeknya ada secara teknis dan didukung pengujian media teknologi, namun hasil terbaik tetap bergantung pada kualitas charger, kabel, suhu perangkat, serta kebiasaan penggunaan ponsel selama proses pengisian berlangsung.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di artikel sumber: tekno.kompas.com






