Tablet midrange dengan Snapdragon kini punya daya tarik yang sulit diabaikan. Di rentang harga Rp3 jutaan sampai Rp5 jutaan, pembeli bisa mendapat layar besar, refresh rate tinggi, baterai jumbo, dan performa yang terasa lebih dekat ke kelas premium.
Itu membuat segmen ini semakin relevan untuk kerja, belajar, sampai hiburan harian. Snapdragon juga tetap jadi nilai jual utama karena dikenal hemat daya dan responsif untuk multitasking, terutama saat tablet dipakai membuka banyak aplikasi sekaligus.
Opsi paling terjangkau, tapi tetap terasa lengkap
POCO Pad menjadi salah satu pintu masuk paling murah di daftar ini dengan harga Rp3.849.000. Tablet ini membawa layar 12,1 inci beresolusi 2.5K dan refresh rate 120Hz, sehingga tampilan terasa halus untuk menonton maupun bekerja.
Di dalamnya ada Snapdragon 7s Gen 2 berbasis 4nm, penyimpanan 256 GB yang masih bisa diperluas hingga 1,5 TB, serta baterai 10.000 mAh dengan pengisian 33W. Kombinasi itu membuat POCO Pad terlihat lebih mahal dari banderolnya, terutama untuk pengguna yang butuh layar besar dan daya tahan panjang.
Samsung Galaxy Tab A9+ 5G menyasar pengguna yang sering bergerak dan membutuhkan konektivitas seluler cepat. Tablet ini memakai Snapdragon 695 5G, layar 11 inci 90Hz, dan baterai 7.040 mAh.
Walau kapasitas baterainya tidak sebesar beberapa rival, One UI membantu efisiensinya untuk produktivitas ringan dan kegiatan belajar. Karena itu, perangkat ini masih terasa masuk akal bagi pengguna yang mengutamakan akses internet stabil di luar rumah.
Layar besar dan baterai yang terasa premium
Redmi Pad 2 Pro menonjol lewat kombinasi chipset baru dan baterai yang sangat besar. Tablet ini menggunakan Snapdragon 7s Gen 4 yang disebut membawa lompatan performa signifikan sekaligus efisiensi energi yang lebih baik.
Layarnya berukuran 12,1 inci dengan dukungan 1B colors, lalu dipadukan dengan HyperOS 2 berbasis Android 15. Dengan baterai 12.000 mAh dan harga Rp4.499.000, perangkat ini terasa seperti tablet kelas atas untuk pengguna yang ingin tahan lama tanpa harus keluar biaya besar.
HONOR Pad 9 juga bermain di area yang sama, terutama untuk pengguna yang mengutamakan layar luas. Panel 12,1 inci 120Hz membuat tampilannya terasa imersif untuk hiburan dan produktivitas.
Tablet ini memakai Snapdragon 6 Gen 1 berbasis 4nm, dipasangkan dengan RAM 8 GB. HONOR juga menambahkan kamera belakang 13 MP dan baterai 8.300 mAh, dengan harga Rp4.799.000.
Yang paling kencang di daftar ini
Xiaomi Pad 7 berada di posisi paling agresif untuk performa. Dengan harga Rp5.499.000, tablet ini memakai Snapdragon 7+ Gen 3 yang disebut menawarkan kecepatan setara perangkat flagship masa kini.
Keunggulannya tidak berhenti di chipset. Xiaomi Pad 7 membawa layar 11,2 inci 3.2K dengan refresh rate 144Hz, memori LPDDR5X, penyimpanan UFS 4.0, Quad Speaker Dolby Atmos, dan HyperOS 2.
Kombinasi itu membuatnya terasa paling premium di kelompok ini. Untuk pengguna yang mengejar performa tinggi, layar tajam, dan sistem memori yang lebih cepat, Xiaomi Pad 7 tampil sebagai pilihan paling kuat.
Jika dilihat dari karakter masing-masing, tiap tablet punya fokus yang jelas. POCO Pad dan Redmi Pad 2 Pro cocok untuk pembeli yang mengejar layar besar dan baterai besar, sementara Galaxy Tab A9+ 5G lebih pas untuk kebutuhan internet seluler.
HONOR Pad 9 menawarkan keseimbangan antara layar besar, RAM 8 GB, dan kamera fungsional. Di sisi lain, Xiaomi Pad 7 menjadi opsi paling kencang bagi pengguna yang ingin tablet midrange yang terasa jauh lebih mahal dari harga jualnya.
Source: www.suara.com