Mendapatkan HP baru memang menyenangkan, tetapi banyak pengguna langsung memakainya tanpa lebih dulu menyesuaikan pengaturan penting. Akibatnya, baterai bisa lebih cepat habis dari yang seharusnya.
Ada beberapa pengaturan sederhana yang bisa dilakukan sejak awal agar daya tahan baterai tetap optimal dalam jangka panjang. Menurut tekno.kompas.com, langkah-langkah ini tidak memakan banyak waktu, tetapi dampaknya cukup terasa untuk penggunaan harian.
Dark Mode yang Aktif Otomatis di Malam Hari
Salah satu pengaturan yang layak dipasang lebih dulu adalah dark mode otomatis menjelang waktu tidur. Pada ponsel dengan layar OLED, piksel yang menampilkan warna hitam akan mati sepenuhnya dan tidak mengonsumsi daya.
Berbeda dengan layar LCD yang tetap menyalakan lampu latar, layar OLED bisa lebih hemat saat dark mode digunakan. Karena itu, penjadwalan otomatis membantu pengguna tidak perlu mengaktifkannya manual setiap malam.
Batasi Pengisian Daya Maksimum Hingga 80 Persen
Pengaturan berikutnya adalah membatasi kapasitas pengisian daya sampai 80 persen. Meski terasa seperti mengurangi kapasitas baterai, langkah ini justru membantu memperpanjang usia baterai dalam jangka panjang.
Baterai lithium-ion mengalami degradasi seiring waktu akibat keausan elektroda internal dari proses pengisian berulang. Keausan itu paling parah saat baterai terus didorong hingga 100 persen, sehingga pembatasan di 80 persen bisa mengurangi tekanan pada sel baterai.
Kurangi atau Matikan Animasi Sistem
Transisi dan animasi saat membuka atau menutup aplikasi memang terlihat menarik, tetapi efek ini membebani kinerja ponsel tanpa memberi manfaat fungsional. Di baliknya, perangkat menjalankan banyak kalkulasi untuk menggerakkan elemen, menyesuaikan transparansi, dan menerapkan efek visual.
Efek blur bahkan membutuhkan beberapa tahap pemrosesan terpisah, mulai dari mengecilkan gambar hingga memburamkannya lalu memperbesarnya kembali. Seluruh proses itu membebani GPU dan ikut menguras daya baterai.
Kunci Refresh Rate Layar di 60Hz
Layar dengan refresh rate tinggi seperti 90Hz atau 120Hz memang terasa lebih mulus, tetapi konsumsi dayanya juga lebih besar. Pada 120Hz, prosesor dan GPU harus merender dua kali lebih banyak frame dibandingkan 60Hz.
Mengunci refresh rate di 60Hz tidak mengganggu fungsi aplikasi maupun pemutaran video. Perbedaan utamanya hanya pada tingkat kehalusan saat menggulir layar, yang biasanya bisa ditoleransi setelah beberapa saat pemakaian.
Matikan Fitur Always-On Display
Always-on display membuat layar tetap menampilkan jam atau notifikasi meski ponsel dalam kondisi siaga. Pada layar OLED, konsumsi dayanya memang kecil, tetapi hardware di balik layar tetap bekerja tanpa henti.
Panel harus terus memperbarui piksel aktif puluhan hingga ratusan kali per detik agar tampilan tetap stabil. Dengan mematikan fitur ini, ponsel bisa benar-benar masuk mode tidur saat tidak digunakan dan daya baterai lebih hemat.
| Pengaturan | Manfaat Utama | Catatan |
|---|---|---|
| Dark Mode Otomatis | Lebih hemat daya di layar OLED | Aktifkan menjelang malam |
| Batas Isi Daya 80% | Mengurangi tekanan pada baterai | Membantu usia baterai lebih panjang |
| Animasi Sistem | Menurunkan beban GPU | Bisa dikurangi lewat Opsi Pengembang |
| Refresh Rate 60Hz | Memangkas konsumsi daya layar | Efek mulus layar sedikit berkurang |
| Always-On Display | Menghemat daya saat ponsel siaga | Mematikan proses tampilan terus-menerus |
Kelima pengaturan ini tidak memerlukan biaya apa pun dan hanya butuh waktu sekitar sepuluh menit untuk diterapkan. Jika dilakukan sejak awal saat menyiapkan HP baru, daya tahan baterai bisa lebih terjaga dalam penggunaan jangka panjang.
Langkah-langkah tersebut dirangkum KompasTekno dari How-To Geek sebagai cara praktis untuk menjaga baterai tetap optimal. Bagi pengguna yang baru pindah ke ponsel baru, pengaturan kecil seperti ini sering kali memberi dampak paling terasa.
