5 Headset Paling Awet dengan Bass Terbaik 2026, Cocok untuk Musik dan Game

Author: Qoo Media

Di pasar headset 2026, dua hal yang paling dicari banyak pengguna adalah bass yang kuat dan bodi yang tahan dipakai harian. Kombinasi itu tidak selalu mudah ditemukan, karena banyak produk terdengar menggelegar tetapi cepat rusak di bagian engsel, earpad, atau kabel dalam.

Karena itu, pilihan yang benar bukan hanya soal suara, tetapi juga soal konstruksi. Headset yang awet biasanya mengandalkan driver besar, sasis logam atau material fleksibel kelas atas, serta earpad premium yang tahan lama dan nyaman dipakai berjam-jam.

Standar Yang Membuat Headset Lebih Tahan Banting

Untuk karakter bass, driver dinamis berukuran minimal 40mm hingga 50mm jadi salah satu kunci utama. Ukuran ini membantu perpindahan udara di dalam housing berjalan maksimal sehingga bass terasa bertenaga, dalam, dan tetap jernih.

Dari sisi fisik, sasis berbahan baja atau aluminium aircraft-grade memberi daya tahan lebih baik dibanding plastik murah. Di bagian kenyamanan, earpad berbahan kulit protein atau memory foam premium membantu meredam suara luar sekaligus mengurangi risiko robek akibat pemakaian rutin.

1. Sony

Nama Sony tetap menonjol ketika bicara headset dengan bass legendaris dan ketahanan yang serius. Dua model yang disorot adalah Sony ULT WEAR dari ULT POWER SOUND Series dan Sony WH-XB910N.

Lini ini dibekali tombol fisik untuk mengaktifkan mode bass tambahan. Hasilnya, dentuman terasa bulat dan bergemuruh dalam, tetapi vokal tetap jelas dan tidak tertutup oleh frekuensi rendah.

Ketahanannya juga didukung sasis yang fleksibel dengan engsel lipat dan penguat serat resin tebal. Bagi pengguna yang sering membawa headset keluar-masuk tas, desain seperti ini memberi rasa aman yang lebih besar.

2. Audio-Technica

Audio-Technica dikenal luas di kalangan audiophile dan teknisi rekaman studio, lalu terus kuat di pasar konsumen berkat reputasi bodi yang tangguh. Seri yang disorot adalah Audio-Technica ATH-M50xBT2 dan ATH-M20xBT.

Material plastik ABS tebal standar industri dipadukan dengan headband baja fleksibel membuat desainnya terasa kokoh. Karakter bassnya cenderung presisi, padat, dan punya punch cepat tanpa efek boomy yang berlebihan.

3. JBL

JBL banyak dipilih pengguna yang aktif bergerak dan ingin karakter suara yang fun untuk musik modern. Dua model yang disorot adalah JBL Tune 770NC dan JBL Live 670NC.

Signature JBL Pure Bass Sound memberi dorongan bass yang bertenaga, cocok untuk pop modern dan hip-hop. Konstruksinya memakai material polimer tangguh yang lentur dan ringan, serta engsel flat-folding agar lebih aman saat dibawa di tas.

4. HyperX

HyperX dikenal sebagai brand periferal gaming, tetapi di 2026 posisinya juga kuat sebagai headset hybrid untuk musik dan game. Seri yang disorot adalah HyperX Cloud III Wireless dan Cloud Alpha.

Keunggulannya ada pada memory foam berlapis kulit sintetis tebal yang nyaman dipakai lama. Rangka aluminiumnya utuh dan dirancang tahan terhadap penggunaan kasar, sementara Dual Chamber Drivers membantu memisahkan bass dari mid dan high.

Hasilnya, dentuman ledakan terdengar megah tanpa mengorbankan detail audio lain. Ini membuat HyperX menarik bagi pengguna yang ingin satu headset untuk bermain game, menonton film, dan menikmati musik.

5. Anker Soundcore

Bagi yang mencari fitur premium dengan anggaran lebih rasional, Anker Soundcore masuk daftar yang layak dilirik. Dua model yang disorot adalah Soundcore Space One dan Soundcore Life Q30.

Lewat aplikasi di smartphone, Soundcore menyediakan pengaturan equalizer BassUp™ yang dapat mendongkrak frekuensi rendah secara instan. Materialnya juga dibuat kompetitif, dengan bantalan earpad super empuk dan engsel yang rigid.

Di antara semua nama tersebut, Sony paling menonjol untuk pengguna yang mengejar bass kelas atas dan reputasi global yang kuat. Sementara itu, HyperX menjadi opsi yang sangat masuk akal untuk pengguna yang ingin headset serbaguna, tangguh, dan nyaman dipakai dalam waktu lama.

Source: haloyouth.pikiran-rakyat.com
Terbaru