Motorola kembali memperkuat kehadirannya di pasar gadget Indonesia sejak kembali masuk pada Februari 2025. Salah satu perangkat yang cukup menarik perhatian adalah Moto Pad 60 Neo, tablet harga Rp 2 jutaan yang menawarkan stylus bawaan serta fitur produktivitas yang jarang ditemukan di kelasnya.
Tablet ini tidak hanya fokus pada hiburan, tetapi juga mencoba menghadirkan pengalaman kerja ringan dan belajar yang lebih fleksibel. Dengan desain ramping, dukungan jaringan 5G, serta mode desktop mirip PC, Moto Pad 60 Neo menjadi alternatif menarik bagi pengguna yang mencari tablet murah untuk produktivitas.
Desain Tipis dan Ringan dengan Material Aluminium
Moto Pad 60 Neo hadir dengan desain minimalis namun tetap terasa premium. Motorola menggunakan material aluminium pada bagian frame dan punggung tablet sehingga memberikan kesan kokoh saat digenggam.
Permukaan belakangnya terasa halus tanpa membuat tablet licin di tangan. Desainnya juga terlihat sederhana dengan hanya menampilkan logo Motorola serta modul kamera tunggal di sudut kiri atas.
Tablet ini memiliki ketebalan hanya sekitar 7 mm. Dengan dimensi 254,6 x 166,2 mm dan bobot sekitar 480 gram, perangkat ini terasa cukup ringan untuk ukuran tablet 11 inci.
Motorola menghadirkan warna Malibu Blue untuk pasar Indonesia. Warna biru ini memberikan kesan segar dan terlihat cukup elegan untuk digunakan dalam berbagai situasi.
Tablet ini juga dilengkapi sertifikasi IP52 yang membuatnya lebih aman dari cipratan air. Fitur ini cukup penting mengingat kondisi cuaca di Indonesia yang sering hujan.
Layar 11 Inci dengan Refresh Rate 90 Hz
Moto Pad 60 Neo menggunakan panel IPS LCD berukuran 11 inci. Resolusinya mencapai 1.600 x 2.560 piksel dengan rasio layar 16:10 yang memberikan area tampilan luas untuk membaca dokumen atau mengolah spreadsheet.
Refresh rate layar mencapai 90 Hz sehingga animasi dan scrolling terasa lebih mulus dibanding layar standar 60 Hz. Dalam pengujian pada beberapa aplikasi dan game, layar tablet ini memang mampu menampilkan refresh rate tinggi secara konsisten.
Tingkat kecerahan layar mencapai sekitar 500 nit. Angka ini cukup memadai untuk penggunaan indoor dan masih cukup terlihat ketika digunakan di luar ruangan.
Namun tablet ini belum dilengkapi lapisan anti reflektif yang kuat. Dalam kondisi cahaya sangat terang, pantulan layar masih bisa terlihat cukup jelas.
Spesifikasi Moto Pad 60 Neo
| Komponen | Spesifikasi |
|---|---|
| Layar | 11 inci IPS LCD |
| Resolusi | 1.600 x 2.560 piksel |
| Refresh Rate | 90 Hz |
| Chipset | MediaTek Dimensity 6300 |
| RAM | 4 GB |
| Penyimpanan | 128 GB |
| Kamera Belakang | 8 MP |
| Kamera Depan | 5 MP |
| Baterai | 7.040 mAh |
| Pengisian Daya | 20 W |
| Sistem Operasi | Android 15 |
| Konektivitas | 5G |
| Sertifikasi | IP52 |
Stylus Bawaan Jadi Nilai Jual Utama
Salah satu daya tarik terbesar Moto Pad 60 Neo adalah stylus yang sudah termasuk dalam paket penjualan. Stylus bernama Moto Pen ini mendukung hingga 4.096 tingkat tekanan sehingga terasa natural saat digunakan untuk menulis atau menggambar.
Latensinya juga cukup rendah sehingga respons stylus terasa cepat. Fitur palm rejection membuat tablet tetap dapat mengenali stylus meski telapak tangan menyentuh layar.
Stylus ini juga bisa digunakan untuk fitur Circle to Search. Pengguna cukup melingkari objek atau teks di layar untuk langsung melakukan pencarian di Google.
Namun stylus ini tidak memiliki slot penyimpanan pada bodi tablet. Moto Pen juga menggunakan baterai AAAA yang harus diganti jika daya habis.
Mode Desktop dan Multi Tasking Hingga Empat Jendela
Moto Pad 60 Neo memiliki fitur software yang cukup menarik untuk tablet di kelas harga murah. Tablet ini menyediakan mode desktop yang membuat tampilannya mirip komputer.
Mode ini menampilkan taskbar di bagian bawah layar. Pengguna dapat membuka aplikasi dalam beberapa jendela sekaligus seperti menggunakan PC.
Tablet ini mampu menampilkan hingga empat jendela aplikasi secara bersamaan. Kombinasinya bisa berupa split screen serta jendela mengambang.
Fitur lain yang mendukung produktivitas adalah Smart Connect. Teknologi ini memungkinkan tablet terhubung dengan PC untuk berbagai fungsi seperti:
-
Sinkronisasi notifikasi
-
Berbagi clipboard antar perangkat
-
Mirroring layar
-
Streaming aplikasi dari perangkat lain
Fitur seperti ini biasanya hanya ditemukan pada tablet kelas lebih mahal.
Performa Dimensity 6300 Masih Cukup untuk Harian
Moto Pad 60 Neo menggunakan chipset MediaTek Dimensity 6300 yang dibuat dengan proses fabrikasi 6 nm. Chipset ini memiliki dua inti Cortex A76 dan enam inti Cortex A55.
Dalam pengujian Geekbench 6, tablet ini mencatat skor sekitar 773 untuk single core dan 1.901 untuk multi core. Performa ini cukup untuk aktivitas sehari hari seperti browsing, streaming video, atau membuka beberapa aplikasi sekaligus.
Untuk gaming, performanya masih tergolong playable. Game seperti PUBG Mobile dan COD Mobile masih dapat dijalankan dengan cukup stabil meski tidak selalu mulus.
Namun tablet ini tidak memiliki sensor giroskop. Hal ini bisa menjadi kekurangan bagi pengguna yang terbiasa menggunakan gyro aiming saat bermain game.
Baterai 7.040 mAh untuk Pemakaian Seharian
Moto Pad 60 Neo membawa baterai berkapasitas 7.040 mAh. Motorola mengklaim tablet ini dapat bertahan hingga sekitar 12 jam penggunaan.
Pengujian PCMark Battery Life menunjukkan daya tahan sekitar 12 jam 14 menit. Angka ini cukup memadai untuk penggunaan sehari penuh seperti belajar, bekerja ringan, atau menonton video.
Tablet ini mendukung pengisian daya 20 watt. Pengisian dari kondisi kosong hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 1 jam 49 menit.
Moto Pad 60 Neo resmi meluncur di Indonesia pada 5 November 2025. Tablet ini dijual dengan harga sekitar Rp 2.869.000 untuk varian RAM 4 GB dan penyimpanan 128 GB.
Dengan stylus bawaan, mode desktop, serta dukungan jaringan 5G, Moto Pad 60 Neo menawarkan kombinasi fitur yang cukup menarik di kelas tablet Rp 2 jutaan. Perangkat ini dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang membutuhkan tablet terjangkau untuk belajar, bekerja ringan, maupun hiburan sehari hari.
