
Tablet kini mulai dilirik sebagai alternatif perangkat kerja yang lebih ringkas dibanding laptop. Salah satu perangkat yang mencoba menawarkan pengalaman tersebut adalah Infinix Xpad Edge, tablet dengan layar besar dan paket aksesori produktivitas lengkap.
Perangkat ini hadir dengan layar luas, keyboard dalam paket pembelian, serta fitur multitasking yang dirancang untuk mendukung aktivitas kerja sehari hari. Pengalaman penggunaan selama dua minggu menunjukkan tablet ini mampu menjalankan banyak tugas produktif, meski masih memiliki beberapa keterbatasan dibanding laptop.
Desain Tipis dan Tampilan Premium
Kesan pertama ketika memegang Infinix Xpad Edge adalah desainnya yang terlihat minimalis dan cukup premium. Bodi tablet terasa solid dengan ketebalan yang tipis sehingga mudah dibawa bekerja ke berbagai tempat.
Bobotnya juga relatif ringan sehingga nyaman digunakan di kafe atau ruang kerja bersama. Dibandingkan membawa laptop, tablet ini jelas terasa lebih praktis untuk mobilitas sehari hari.
Tablet ini dibekali layar berukuran 13,2 inci yang menjadi salah satu daya tarik utamanya. Ukuran layar tersebut cukup luas untuk bekerja dengan dokumen, membuka banyak tab browser, atau menonton video.
Layar ini juga dilengkapi fitur yang dirancang agar lebih ramah bagi mata. Salah satunya adalah fitur night light yang membantu mengurangi paparan cahaya biru ketika digunakan dalam waktu lama.
Selama penggunaan harian, layar terasa nyaman untuk bekerja dalam durasi panjang. Mata tidak cepat terasa lelah meskipun tablet dipakai untuk menulis atau membaca dokumen dalam waktu lama.
Paket Penjualan yang Terasa Lengkap
Salah satu nilai jual utama Infinix Xpad Edge adalah paket pembeliannya yang terasa cukup lengkap. Dalam kotak penjualan, pengguna sudah mendapatkan keyboard dan pena digital.
Hal ini menjadi keunggulan tersendiri karena banyak tablet lain menjual aksesori tersebut secara terpisah. Pada beberapa perangkat, harga keyboard tambahan bahkan bisa cukup mahal.
Keyboard bawaan tablet ini juga sudah dilengkapi touchpad. Kehadiran touchpad membuat pengalaman penggunaan terasa lebih mendekati laptop.
Pengguna dapat membuka dokumen atau berpindah aplikasi tanpa selalu menyentuh layar. Navigasi dengan touchpad terasa praktis saat bekerja dengan banyak aplikasi sekaligus.
Keyboard Nyaman Digunakan Mengetik
Selama penggunaan dua minggu, pengalaman mengetik dengan keyboard tablet ini terasa cukup menyenangkan. Tombolnya memiliki respons yang cukup baik dan tidak terasa ringkih meskipun berbahan plastik.
Mengetik artikel panjang atau dokumen kerja masih terasa nyaman. Bahkan setelah digunakan selama beberapa jam, pengalaman mengetik tetap terasa stabil.
Namun touchpad pada keyboard memiliki sedikit kekurangan. Dalam beberapa kondisi, pointer terkadang kurang presisi saat digunakan.
Hal ini lebih sering terjadi ketika jari dalam kondisi berkeringat. Meski tidak terlalu mengganggu, hal tersebut cukup terasa saat bekerja dengan ritme cepat.
Multitasking Cukup Lancar untuk Pekerjaan Harian
Dalam penggunaan sehari hari, performa tablet ini terasa cukup lancar untuk berbagai aktivitas produktivitas. Membuka browser, Google Docs, hingga aplikasi catatan dapat dilakukan tanpa gangguan berarti.
Perpindahan antar aplikasi juga terasa cukup smooth. Hal ini membantu pengguna yang sering berpindah aplikasi saat bekerja.
Tablet ini juga memiliki fitur split window yang memungkinkan dua aplikasi berjalan bersamaan. Fitur tersebut cukup berguna ketika menulis artikel sambil membuka referensi di browser.
Dengan layar yang cukup besar, penggunaan dua aplikasi sekaligus masih terasa nyaman. Pengalaman multitasking ini membuat tablet terasa lebih produktif dibanding tablet biasa.
Performa Chipset Snapdragon 685
Infinix Xpad Edge ditenagai oleh chipset Snapdragon 685 yang dibuat dengan fabrikasi 6 nm. Chip ini memiliki konfigurasi CPU octa core dengan kecepatan hingga 2,8 GHz.
Untuk grafis, perangkat ini menggunakan GPU Adreno 610. Kombinasi tersebut cukup untuk menjalankan aplikasi produktivitas dan hiburan sehari hari.
Tablet ini juga dibekali RAM LPDDR4X sebesar 8 GB. Penyimpanan internalnya menggunakan teknologi UFS 2.2 dengan kapasitas 256 GB.
Berikut spesifikasi utama Infinix Xpad Edge.
| Spesifikasi | Detail |
|---|---|
| Layar | 13,2 inci |
| Chipset | Snapdragon 685 (6 nm) |
| CPU | Octa core hingga 2,8 GHz |
| GPU | Adreno 610 |
| RAM | 8 GB LPDDR4X |
| Penyimpanan | 256 GB UFS 2.2 |
| Baterai | 8.000 mAh |
| Pengisian daya | 18W |
| Aksesori | Keyboard dan stylus dalam paket |
Spesifikasi tersebut membuat tablet ini cukup memadai untuk berbagai pekerjaan ringan. Aktivitas seperti menulis dokumen, browsing, hingga editing video sederhana masih dapat dilakukan dengan lancar.
Edit Video Lebih Nyaman Berkat Layar Besar
Selain menulis dan mengolah dokumen, tablet ini juga digunakan untuk mencoba editing video ringan. Proses editing dilakukan menggunakan aplikasi CapCut.
Pengalaman yang dirasakan cukup menyenangkan. Mengedit video di tablet terasa mirip dengan menggunakan smartphone, namun dengan layar yang jauh lebih luas.
Timeline video terlihat lebih jelas sehingga proses pemotongan klip menjadi lebih mudah. Hal ini membuat editing video ringan terasa lebih nyaman dibanding di ponsel.
Fitur AI Masih Perlu Penyempurnaan
Keyboard tablet ini memiliki tombol khusus untuk mengaktifkan AI Folax, asisten virtual bawaan perangkat. Tombol ini memudahkan pengguna memanggil AI secara langsung.
Namun dalam penggunaan sehari hari, fitur AI tersebut belum terasa terlalu membantu. Perintah suara sering kali tidak dipahami dengan baik oleh sistem.
Sebaliknya, perintah berbasis teks cenderung memberikan hasil yang lebih konsisten. Misalnya untuk membuka aplikasi atau menjalankan perintah sederhana.
Hal ini menunjukkan bahwa fitur AI masih membutuhkan peningkatan agar lebih praktis digunakan.
Baterai Besar dengan Pengisian yang Cukup Lama
Tablet ini dibekali baterai berkapasitas 8.000 mAh. Kapasitas tersebut cukup besar untuk mendukung penggunaan sepanjang hari.
Namun kecepatan pengisian dayanya masih terbatas di 18W. Dari kondisi baterai kosong hingga penuh, proses pengisian bisa memakan waktu hampir empat jam.
Durasi pengisian ini mungkin terasa lama bagi pengguna yang terbiasa dengan teknologi fast charging pada smartphone modern.
Desktop Mode yang Masih Absen
Selama penggunaan dua minggu sebagai perangkat kerja utama, ada satu fitur penting yang terasa tidak hadir. Tablet ini tidak memiliki desktop mode.
Desktop mode biasanya menghadirkan tampilan sistem operasi yang lebih mirip komputer. Jendela aplikasi dapat dibuka secara fleksibel seperti pada laptop.
Tanpa fitur ini, pengalaman menggunakan tablet masih terasa seperti tablet biasa. Saat membuka banyak aplikasi sekaligus, pengelolaan jendela terasa kurang optimal.
Tablet Ringkas untuk Produktivitas Mobile
Meski belum bisa sepenuhnya menggantikan laptop, Infinix Xpad Edge tetap menawarkan pengalaman produktivitas yang cukup menarik. Perangkat ini mampu menjalankan banyak pekerjaan ringan seperti menulis, browsing, dan mengedit video sederhana.
Dengan harga di kisaran Rp 4 jutaan, tablet ini menawarkan paket yang cukup lengkap. Desain tipis, layar besar, serta keyboard yang sudah termasuk dalam paket membuat perangkat ini terasa praktis untuk mendukung mobilitas kerja.




