YouTuber Bikin E-Reader Sekecil Ibu Jari, Bisa Muat 10 Buku Dan Dibuat Murah

Seorang kreator YouTube bernama Paul Lagier menarik perhatian lewat proyek e-reader mini yang ukurannya hanya sedikit lebih besar dari ibu jari orang dewasa. Perangkat baca digital ini tidak dibuat untuk mengejar layar besar, melainkan untuk menghadirkan alat baca yang ringkas, portabel, dan tetap fungsional.

Alih-alih mengikuti bentuk e-reader pada umumnya, Lagier justru merakit perangkat tersebut sendiri dari nol. Ia juga membagikan proses pembuatannya dalam video di kanal YouTube pribadinya, sehingga publik bisa melihat bagaimana perangkat kecil itu disusun hingga siap dipakai.

Dibuat mandiri, bukan dari pabrik

Proyek ini dimulai dari pembuatan casing menggunakan printer 3D. Setelah itu, Lagier menggabungkannya dengan sejumlah komponen elektronik agar e-reader mini ini bisa menjalankan fungsi dasarnya sebagai perangkat baca.

Komponen utama yang dipakai meliputi papan logika dengan mikrokontroler ESP32, baterai, dan layar Heltec Wireless Paper. Perpaduan komponen itu membuat perangkat mungil ini tetap bisa menampilkan teks meski dimensinya sangat terbatas.

Kapasitas simpan 6 sampai 10 buku

Meski berukuran sangat kecil, e-reader mini ini tetap dapat menyimpan beberapa buku digital. Lagier menyebut perangkat tersebut mampu menampung sekitar 6 hingga 10 buku.

Kapasitas itu memang terbatas karena penyimpanan internalnya hanya sekitar 8 MB. Karena itu, buku yang bisa dimasukkan harus berformat teks sederhana atau TXT, bukan PDF maupun EPUB.

Firmware ikut dioptimalkan

Agar ruang penyimpanan bisa dimanfaatkan lebih efektif, Lagier juga melakukan penyesuaian pada firmware perangkat. Langkah ini membantu sistem bekerja lebih efisien dan membuat fitur dasar perangkat berjalan lebih optimal.

Dalam video lanjutan, Lagier turut memperlihatkan pembaruan yang ia lakukan pada perangkat tersebut. Ia menampilkan peningkatan fitur, optimalisasi kinerja, dan materi tambahan bagi siapa pun yang ingin mencoba merakit e-reader kecil versi mereka sendiri.

Fitur yang terus dikembangkan

Versi terbaru e-reader mini ini tidak hanya fokus pada ukuran, tetapi juga pada kenyamanan penggunaan. Lagier menambahkan visibilitas layar yang lebih baik, dukungan lebih banyak bahasa, serta antarmuka web untuk menyinkronkan e-book dan menyimpan bookmark.

Perangkat ini juga memiliki fitur folder untuk mengelompokkan buku. Dengan begitu, pengguna bisa menyusun koleksi bacaan berdasarkan genre, prioritas, atau kategori lain sesuai kebutuhan.

Selain itu, tersedia fitur list yang memungkinkan pengguna mencatat daftar bacaan atau to-do list sederhana. Lagier juga memberi opsi bagi pengguna untuk mengganti screensaver, sementara pembaruan firmware ikut membawa efisiensi daya yang lebih baik dan stabilitas sistem yang meningkat.

Biaya rakit relatif terjangkau

Salah satu hal yang membuat proyek ini menonjol adalah biayanya yang relatif murah. Lagier memperkirakan total dana yang dibutuhkan untuk merakit perangkat ini sekitar 30 dollar AS atau sekitar Rp 517.000.

Jika dibandingkan dengan e-reader komersial seperti Kindle yang disebut dibanderol Rp 1 juta hingga Rp 7 jutaan, biaya rakit e-reader mini ini terlihat jauh lebih rendah. Perbandingan itu menunjukkan bahwa perangkat sederhana dengan fungsi terbatas tetap bisa dibuat dengan anggaran yang tidak besar.

Desain dan panduan juga dibagikan

Bagi pengguna yang ingin mencoba membuat perangkat serupa, Lagier turut menyediakan file desain dan panduan perakitan. Materi itu dibagikan melalui platform Ko-Fi dan dijual seharga 5,80 dollar AS atau sekitar Rp 100.000, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Digital Trends.

Langkah ini membuat proyek e-reader mini tersebut tidak berhenti sebagai eksperimen pribadi, tetapi juga menjadi referensi bagi pembuat lain yang tertarik pada perangkat elektronik ringkas dan rakitan mandiri. Dengan ukuran sekecil ibu jari, perangkat ini memperlihatkan bagaimana sebuah e-reader tetap bisa memuat fungsi inti membaca digital dalam format yang jauh lebih sederhana.

Source: tekno.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button