Xiaomi Pad 8 Pro resmi meluncur ke pasar global dengan fokus pada tiga hal yang paling dicari di kelas tablet premium: bodi tipis, performa tinggi, dan fitur produktivitas. Perangkat ini langsung menarik perhatian karena memakai Snapdragon 8 Elite, layar 144Hz, dan baterai besar dalam sasis setebal 5,8mm.
Di atas kertas, kombinasi itu menempatkan Xiaomi Pad 8 Pro sebagai penantang kuat di segmen tablet flagship. Xiaomi juga membawa sejumlah fitur yang mendekatkan pengalaman pakai ke laptop, sehingga perangkat ini tidak hanya mengejar hiburan, tetapi juga produktivitas harian.
Desain tipis, bobot ringan, baterai tetap besar
Salah satu nilai jual utama Xiaomi Pad 8 Pro ada pada desainnya yang sangat ramping. Ketebalannya hanya 5,8mm dengan bobot 485 gram, sehingga menjadi salah satu tablet LCD tertipis yang pernah dirilis Xiaomi untuk pasar global.
Data dari artikel referensi menyebut bodi Pad 8 Pro lebih tipis 0,4mm dibanding Xiaomi Pad 7 Pro. Selisih ini memang terlihat kecil di atas kertas, tetapi terasa relevan karena banyak pengguna tablet menambahkan casing atau keyboard cover yang otomatis membuat perangkat lebih tebal.
Menariknya, Xiaomi tidak mengorbankan daya tahan baterai demi desain. Tablet ini justru membawa baterai 9.200mAh, atau lebih besar 350mAh dari generasi sebelumnya.
Kapasitas itu penting untuk perangkat yang ditujukan ke pemakaian panjang. Pengguna yang sering membuka dokumen, rapat video, menonton, atau bermain gim akan terbantu karena tidak harus terlalu sering mencari colokan.
Xiaomi juga menyertakan dukungan pengisian cepat 67W dan reverse charging 22,5W. Adaptor juga disebut disesuaikan dengan wilayah pemasaran, sehingga fitur fast charging bisa langsung dipakai tanpa harus membeli charger terpisah.
Layar tajam 11,2 inci dengan 144Hz
Untuk sektor visual, Xiaomi Pad 8 Pro memakai panel LCD 11,2 inci dengan rasio 3:2. Resolusinya mencapai 3.200 x 2.136 piksel dengan kerapatan 345 ppi, yang berarti tampilan teks dan gambar tetap tajam untuk membaca, menggambar, hingga menonton video.
Refresh rate 144Hz menjadi poin penting lain di kelas ini. Angka tersebut membuat perpindahan antarmuka, scrolling, dan animasi terasa lebih mulus, terutama saat tablet dipakai untuk gaming atau pekerjaan yang menuntut respons cepat.
Xiaomi juga menyematkan Dolby Vision, Adaptive HDR, dan tingkat kecerahan puncak hingga 800 nits. Paket spesifikasi ini membuat layar lebih fleksibel dipakai di dalam ruangan maupun area yang lebih terang.
Di sektor audio, perangkat ini mengandalkan empat speaker dengan Dolby Atmos. Dukungan Hi-Res Audio dan Hi-Res Wireless Audio juga ikut hadir untuk memperkuat pengalaman hiburan, baik saat memakai speaker internal maupun perangkat audio nirkabel yang kompatibel.
Snapdragon 8 Elite jadi senjata utama
Daya saing Xiaomi Pad 8 Pro paling kuat ada pada chipset yang dipakai. Tablet ini menggunakan Snapdragon 8 Elite, platform kelas atas terbaru dari Qualcomm yang diarahkan untuk perangkat premium dengan kebutuhan performa tinggi.
Berdasarkan klaim Xiaomi dalam artikel referensi, lonjakan performanya cukup besar dibanding Snapdragon 8s Gen 3 pada Pad 7 Pro. Xiaomi menyebut CPU lebih cepat 81 persen, GPU naik 103 persen, dan skor AnTuTu meningkat 68 persen.
Klaim vendor tentu tetap perlu dilihat dalam konteks pengujian masing-masing. Namun, secara umum Snapdragon 8 Elite memang diposisikan sebagai chipset flagship yang cocok untuk multitasking berat, pengolahan grafis intensif, dan beban kerja produktivitas yang lebih serius.
Pilihan memori yang disediakan juga menunjukkan orientasi tersebut. Xiaomi menawarkan beberapa konfigurasi berikut:
- 8GB LPDDR5X + 128GB UFS 3.1
- 12GB LPDDR5T + 256GB UFS 4.1
- 12GB LPDDR5T + 512GB UFS 4.1
Kombinasi RAM cepat dan penyimpanan modern memberi keuntungan dalam kecepatan buka aplikasi, transfer data, dan stabilitas saat menjalankan banyak tugas sekaligus. Ini menjadi faktor penting untuk pengguna yang ingin menjadikan tablet sebagai perangkat kerja utama atau perangkat kedua pengganti laptop ringan.
Fitur ala PC untuk kerja mobile
Xiaomi tidak hanya menjual spesifikasi mentah. Pad 8 Pro juga dibekali mode kerja yang dirancang agar tablet terasa lebih mendekati komputer pribadi.
Mode split-screen kini mendukung rasio 5:5 secara vertikal dan 9:1 secara horizontal. Pengaturan ini memberi ruang lebih fleksibel saat pengguna ingin membuka dua aplikasi sekaligus, seperti dokumen dan browser, atau chat kerja dan catatan.
Perangkat ini juga memiliki workstation mode atau desktop mode. Xiaomi melengkapinya dengan dock yang bisa menampung lebih banyak aplikasi, sehingga navigasi saat bekerja terasa lebih praktis.
Browser bawaan ikut diperbarui dengan fitur tab, klik kanan, dan hover preview. Fitur seperti ini penting karena penggunaan tablet untuk kerja sering terhambat justru bukan pada chipset, melainkan pada keterbatasan software dan antarmuka.
Jika implementasinya stabil, Pad 8 Pro berpotensi menarik minat pengguna yang membutuhkan tablet untuk presentasi, mengetik, mengedit dokumen, hingga mengelola banyak jendela aplikasi. Pendekatan ini membuat Xiaomi tidak sekadar bersaing lewat harga dan spesifikasi, tetapi juga lewat pengalaman pakai.
Aksesori dan kamera mendukung pemakaian serbaguna
Untuk menunjang produktivitas, Xiaomi menyiapkan beberapa aksesori resmi yang kompatibel. Daftarnya meliputi:
- Xiaomi Pad 8 Pro Focus Keyboard dengan engsel floating dan touchpad
- Keyboard standar dengan kickstand
- Cover model origami untuk mode potret dan lanskap
- Focus Pen Pro dengan desain tanpa tombol dan squeeze gesture
Aksesori tersebut memperjelas target pasar Pad 8 Pro. Tablet ini tidak hanya ditujukan untuk konsumsi konten, tetapi juga untuk pengetikan, navigasi yang lebih presisi, dan input stylus.
Di sektor kamera, Xiaomi memasang kamera belakang 50MP. Kamera ini cukup untuk kebutuhan dokumentasi, pemindaian dokumen, atau foto kasual yang masih relevan pada tablet.
Kamera depannya beresolusi 32MP ultra-wide dengan sudut pandang 19mm. Spesifikasi ini lebih penting untuk rapat video dan panggilan daring, karena bidang pandang yang lebih lebar memudahkan pengguna tetap terlihat tanpa harus memegang perangkat terlalu jauh.
Xiaomi juga menambahkan sensor sidik jari di sisi bodi. Fitur ini tidak hanya berguna untuk membuka tablet dengan cepat, tetapi juga disebut dapat membuka smartphone Xiaomi yang terhubung, sehingga integrasi antardevice menjadi nilai tambah di dalam ekosistem merek tersebut.







