Xiaomi Buds 6 menawarkan kombinasi yang menarik di kelas harga di bawah Rp 2 juta: bentuk semi in-ear yang ringan, suara bertenaga, serta peredam bising aktif atau ANC. Namun, efektivitas ANC pada perangkat ini sangat bergantung pada posisi earbuds di telinga.
Perangkat true wireless stereo ini dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang kurang nyaman memakai earbud in-ear dengan silikon. Desainnya membuat Xiaomi Buds 6 terasa lebih longgar, tetapi tetap mampu bertahan cukup stabil untuk berjalan cepat dan olahraga ringan.
Ringan dipakai lama, tetap mantap di telinga
Setiap earbud Xiaomi Buds 6 berbobot 4,4 gram dan memakai bentuk kepala membulat dengan tangkai pendek. Tidak ada ear tip silikon yang masuk ke lubang telinga, sehingga pemakaian berjam-jam untuk musik maupun podcast terasa lebih nyaman.
Charging case berbentuk persegi pipih dengan tampilan dual-tone, terutama pada varian Titan Grey. Di bagian depan tersedia lampu indikator baterai, sedangkan bagian bawah memuat port USB-C dan tombol pairing yang juga dapat menjadi pintasan untuk memulai perekaman audio.
Xiaomi Buds 6 sudah memiliki rating IP54 untuk ketahanan terhadap percikan air dan debu. Perlindungan ini membuatnya lebih aman digunakan di luar ruangan, meski aktivitas yang terlalu intens tetap berisiko membuat earbud bergeser atau terlepas.
Kontrol luas dan koneksi ke dua perangkat
Panel sentuh pada tangkai mendukung tekan, tekan-tahan, serta geser, dengan pengaturan yang dapat disesuaikan melalui aplikasi Xiaomi Earbuds. Gestur tersebut bukan hanya untuk musik dan ANC, tetapi juga dapat dipakai memanggil asisten suara, memotret dari jarak jauh, merekam audio, serta mengaktifkan subtitle AI.
Ketika panel disentuh, earbuds memberikan bunyi klik pelan sebagai penanda tanpa terlalu mengganggu lagu. Meski demikian, bentuk semi in-ear membuat perangkat ini sensitif terhadap sentuhan sehingga posisi earbud dapat ikut bergeser saat kontrol digunakan.
Konektivitas Bluetooth 5.4 memungkinkan Xiaomi Buds 6 dipasangkan ke perangkat Android maupun iOS. Fitur Dual Connection juga memungkinkan perangkat terhubung ke dua perangkat sekaligus, sementara In-ear Detection dapat menjeda musik otomatis ketika earbud dilepas.
Fitur pencarian perangkat tersedia melalui aplikasi Xiaomi Earbuds, Apple Find My, dan Google Find Hub. Pelacakan lewat aplikasi Xiaomi terbatas ketika earbud tercecer, sedangkan Apple Find My dapat melacak case baik saat kosong maupun ketika earbud masih tersimpan di dalamnya.
Profil suara seimbang dengan karakter bass yang kuat
Xiaomi Buds 6 mengandalkan dynamic driver 11 mm dengan triple magnetic circuit dan rentang frekuensi 16-40 kHz. Xiaomi menyebut sistem tersebut meningkatkan sensitivitas frekuensi rendah hingga 40%.
Perangkat ini mendukung Harman AudioEFX, Snapdragon Sound, serta Hi-Res Audio Wireless untuk pemutaran lossless hingga 24-bit/48kHz. Pengguna dapat memilih enam profil audio, termasuk Harman AudioEFX dan Harman Master, atau mengatur equalizer secara manual.
Berdasarkan pengujian yang dilaporkan inet.detik.com, karakter suaranya cenderung seimbang dengan bass yang terasa kuat. Karakter tersebut cocok untuk musik elektronik, R&B, dan rock, dengan profil Harman AudioEFX yang menonjolkan instrumen serta vokal tanpa terdengar berlebihan.
Detail instrumen berlapis dan pemisahan stereo menjadi salah satu kekuatan Xiaomi Buds 6. Treble seperti hi-hat dan simbal juga tetap terdengar jelas saat memutar lagu rock.
ANC cukup untuk kebisingan konstan
Mode ANC dapat dipilih antara Balanced dan Deep melalui Xiaomi Earbuds, tetapi perbedaan kedua tingkatannya tidak terlalu kentara. Peredaman ini cukup membantu mengurangi white noise seperti kipas angin dan kebisingan latar di kantor.
Berbeda dengan earbud in-ear, desain semi in-ear tidak menutup saluran telinga secara rapat. Karena itu, suara dari luar lebih mudah masuk ketika posisi earbuds sedikit bergeser, sehingga pengguna perlu memastikan letaknya pas untuk mendapatkan ANC yang lebih terasa.
Daya tahan baterai
Masing-masing earbud membawa baterai 35 mAh, sedangkan charging case berkapasitas 475 mAh. Xiaomi menyatakan case dapat memperpanjang total pemakaian hingga 35 jam.
| Kondisi penggunaan | Hasil penggunaan earbuds | Klaim Xiaomi |
|---|---|---|
| ANC dimatikan | Hingga 6 jam pada volume 50% | Hingga 6 jam |
| ANC diaktifkan | Sekitar 3 jam pada volume 50% | Hingga 3,5 jam |
Hasil penggunaan yang dilaporkan inet.detik.com menunjukkan perbedaan paling besar muncul saat ANC dinyalakan. Daya tahannya masih sejalan dengan klaim perusahaan, tetapi pengguna yang mengandalkan ANC sepanjang hari perlu lebih sering memanfaatkan charging case.
Dengan suara yang fleksibel, bobot ringan, dan fitur pelacakan lintas platform, Xiaomi Buds 6 menawarkan nilai yang kuat untuk pengguna semi in-ear. Keterbatasan utama berada pada ANC yang tidak sekonsisten earbud in-ear karena hasilnya sangat dipengaruhi kecocokan posisi di telinga.
