Xiaomi Akui Batal Garap HP Tipis Ala iPhone Air, Ternyata Ini Biang Keroknya

Xiaomi akhirnya mengakui bahwa mereka sempat menyiapkan ponsel supertipis yang terinspirasi dari iPhone Air, tetapi proyek itu dibatalkan sebelum masuk jalur produksi massal. Pengakuan ini membuat rumor lama soal Xiaomi 17 Air mendapat konteks baru, sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan itu tidak sekadar ikut tren desain, tetapi juga menimbang batasan teknis dengan sangat ketat.

Presiden Xiaomi, Lu Weibing, menyampaikan bahwa perencanaan dan riset awal untuk ponsel tipis tersebut sudah rampung. Perangkat itu bahkan disebut nyaris diproduksi massal sebelum keputusan pembatalan diambil pada menit terakhir.

Alasan Xiaomi membatalkan proyek

Menurut penjelasan Weibing, keputusan itu tidak diambil karena desainnya tidak menarik. Xiaomi justru menilai ponsel tipis dan ringan seperti itu memerlukan banyak kompromi pada pengalaman pakai.

Masalah yang disorot mencakup daya tahan baterai dan kinerja perangkat. Semakin tipis bodi ponsel, kata Weibing, semakin sulit untuk memasukkan baterai besar, sistem pendingin yang tepat, dan hardware yang mumpuni untuk pemakaian harian.

Xiaomi kemudian menyimpulkan bahwa HP setipis iPhone Air tidak bisa memenuhi standar pengalaman yang ingin mereka berikan kepada pengguna. Karena alasan itulah proyek Xiaomi 17 Air akhirnya dihentikan.

Bocoran yang sempat beredar

Sebelum pengakuan itu muncul ke publik, kabar soal HP tipis Xiaomi lebih dulu beredar lewat bocoran. Penampakan awal perangkat muncul dalam sebuah video yang dibagikan pembocor Bald Panda pada Januari 2026.

Dalam video tersebut, perangkat yang ditampilkan diklaim sebagai Xiaomi 17 Air. Dari desainnya, ponsel itu terlihat mirip iPhone Air, tetapi Xiaomi membekalinya dengan kamera belakang ganda yang disusun horizontal.

Bocoran itu juga menunjukkan bodi yang sangat tipis. Ketebalannya diperkirakan sekitar 5,5 mm, sedikit lebih tipis dibandingkan iPhone 17 Air yang disebut memiliki ketebalan sekitar 5,6 mm.

Layar besar di bodi tipis

Meski mengusung profil ramping, perangkat itu diyakini tetap membawa layar berukuran besar. Layar yang disebut berada di bagian depan memiliki ukuran sekitar 6,59 inci.

Kombinasi bodi tipis dan layar besar inilah yang membuat proyek itu menarik perhatian sejak awal. Namun justru kombinasi tersebut pula yang tampaknya menghadirkan tantangan teknis terbesar bagi Xiaomi.

Bukan sekadar meniru desain

Xiaomi memang beberapa kali terlihat mengadopsi pendekatan desain yang mirip produk Apple untuk menarik minat pengguna. Xiaomi 17 Pro dan Xiaomi 17 Pro Max, misalnya, memakai modul kamera belakang ala iPhone 17 Pro, meski tetap diberi sentuhan layar interaktif.

Kasus Xiaomi 17 Air menunjukkan bahwa tiruan visual bukan satu-satunya pertimbangan dalam pengembangan produk. Di balik desain yang tampak menarik, Xiaomi menilai pengalaman pengguna tetap harus menjadi batas utama.

Dengan proyek yang tidak pernah melewati tahap prototipe, cetakan rekayasa awal yang beredar kini dipahami sebagai eksplorasi desain internal. Artinya, perangkat itu tidak pernah benar-benar diposisikan sebagai produk yang segera meluncur ke pasar.

Source: tekno.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button