Windows 11 masih menjadi pilihan utama banyak gamer PC, tetapi data uji terbaru menunjukkan posisinya mulai mendapat tekanan dari Linux. Dalam benchmark gaming yang membandingkan Windows 11 dan CachyOS, distro Linux itu justru mencatat performa rata-rata 8,6 persen lebih tinggi di lima game modern.
Hasil ini menarik karena Windows tetap menjadi platform native untuk game PC, sementara CachyOS menjalankan banyak judul melalui Proton. Meski begitu, pengujian pada sistem yang sama memperlihatkan bahwa Linux kini tidak lagi sekadar alternatif, melainkan sudah bisa bersaing ketat di kelas performa gaming.
Benchmark pada perangkat yang sama
Pengujian dilakukan melalui skema dual-boot agar perbandingan berlangsung adil. Windows 11 yang dipakai adalah build 25H2, sedangkan CachyOS menggunakan build Maret, dan keduanya dipasangi driver GPU terbaru.
Perangkat uji tergolong kelas menengah dan cukup representatif untuk gamer harian. Konfigurasinya memakai Intel Core i5-12400F, RAM 24GB DDR4 3200 MT/s, serta GPU AMD Radeon RX 6700 XT 12GB.
Di Windows, pengujian memakai Radeon Adrenalin 26.3.1. Di CachyOS, sistem memakai Mesa 26.0.4, yang memang dikenal menjadi bagian penting dari tumpukan grafis open-source Linux.
Hasil raster menunjukkan CachyOS unggul
Pengujian tersebut fokus pada raster tanpa ray tracing, dengan FSR dan frame generation dimatikan kecuali pada skenario tertentu. Dari lima game yang diuji, CachyOS unggul di semua judul meski selisihnya berbeda-beda.
- Dead Space Remake: Windows 11 70 FPS, CachyOS 76 FPS
- Resident Evil 4 Remake: Windows 11 84 FPS, CachyOS 95 FPS
- Scorn: Windows 11 118 FPS, CachyOS 120 FPS
- Silent Hill 2 Remake: Windows 11 53 FPS, CachyOS 54 FPS
- The Witcher 3 Next-Gen: Windows 11 95 FPS, CachyOS 111 FPS
Rata-ratanya menunjukkan CachyOS unggul 8,6 persen dari Windows 11. Kenaikan terbesar terlihat pada The Witcher 3 Next-Gen dan Resident Evil 4 Remake, yang masing-masing mencatat performa lebih tinggi sekitar 16,8 persen dan 13,1 persen.
Mengapa Linux bisa melaju lebih cepat
Faktor utama dari hasil ini tampaknya datang dari kombinasi GPU AMD dan ekosistem open-source Linux. Driver Radeon di Linux bersifat terbuka, sehingga pengembangan di Mesa, Vulkan, dan Proton bisa bergerak lebih fleksibel.
Kondisi itu memberi ruang optimalisasi yang kadang sulit dicapai di lingkungan Windows yang lebih tertutup. Dalam praktiknya, lapisan kompatibilitas seperti Proton memang membawa overhead, tetapi optimalisasi software stack Linux bisa menutup selisih itu bahkan membalikkan hasilnya.
Tren ini juga sejalan dengan upaya Valve yang terus memperkuat Proton untuk kebutuhan Steam Deck. Dukungan lintas platform di ekosistem Steam terus berkembang, dan ribuan game kini tercatat bisa dimainkan di Linux dengan status kompatibilitas yang beragam.
Saat ray tracing diaktifkan, hasilnya tidak seragam
Gambarannya berubah ketika ray tracing dinyalakan. Pada mode ini, Linux tidak selalu unggul dan hasilnya sangat bergantung pada implementasi masing-masing game.
Berikut ringkasan hasil ray tracing dari pengujian tersebut:
| Game | Windows 11 | CachyOS |
|---|---|---|
| Resident Evil 4 Remake | 77 FPS | 83 FPS |
| Silent Hill 2 Remake | 30 FPS | 24 FPS |
| The Witcher 3 Next-Gen | 51 FPS | 51 FPS |
Resident Evil 4 Remake masih memberi keunggulan untuk CachyOS. Namun pada Silent Hill 2 Remake, Windows 11 lebih cepat, sementara The Witcher 3 Next-Gen menunjukkan hasil yang sama di kedua sistem.
Masalah terbesar masih ada di game online
Meski performa single-player di Linux semakin kompetitif, kendala terbesar tetap ada pada game multiplayer. Banyak judul online populer masih bermasalah karena sistem anti-cheat tidak selalu kompatibel dengan Proton.
Dalam praktiknya, sejumlah game online berjalan baik, tetapi banyak yang tetap diblokir atau tidak stabil di Linux. Karena itu, Windows masih menjadi pilihan yang lebih aman untuk pemain kompetitif yang sangat bergantung pada mode online dan layanan anti-cheat.
Situasinya juga menjelaskan mengapa Windows tetap dominan di gaming PC. Dukungan native, kompatibilitas game online, dan ekosistem perangkat lunak masih lebih matang di platform Microsoft.
Apa arti hasil ini bagi gamer Radeon
Untuk pengguna GPU AMD yang fokus pada game single-player, hasil benchmark ini memberi sinyal kuat bahwa Linux sudah sangat layak dipertimbangkan. CachyOS bukan hanya mendekati Windows 11, tetapi juga bisa melampauinya di beberapa judul modern yang populer.
Namun hasil tersebut belum bisa digeneralisasi ke semua perangkat dan semua GPU. Pengguna NVIDIA dan gamer yang rutin bermain game multiplayer masih perlu menilai kompatibilitas masing-masing judul sebelum benar-benar beralih dari Windows.
