Pemerintah India akhirnya membatalkan rencana yang akan memaksa aplikasi perpesanan mengeluarkan pengguna dari sesi web setiap enam jam. Keputusan ini membuat layanan seperti WhatsApp Web, Telegram Web, dan Signal Web tetap dapat dipakai tanpa gangguan logout berkala yang sempat dikhawatirkan banyak pengguna.
Meski begitu, aturan lain tidak ikut dicabut. Pemerintah tetap mendorong kewajiban pengaitan akun aplikasi pesan dengan SIM aktif, hanya saja tenggat kepatuhannya diundur hingga akhir Desember.
Logout paksa WhatsApp Web batal diterapkan
Laporan The Hindu yang mengutip pejabat Department of Telecommunications atau DoT menyebut India tidak lagi melanjutkan skema logout otomatis tiap enam jam untuk layanan berbasis web. Kebijakan yang semula diproyeksikan menekan penyalahgunaan layanan pesan itu kini tidak jadi diterapkan dalam bentuk paling ketat.
Sebelumnya, DoT mengajukan dua langkah utama untuk memperkuat pengawasan pada aplikasi perpesanan. Pertama, platform diminta memastikan akun terhubung dengan SIM aktif pada perangkat yang sama.
Kedua, sesi web seperti WhatsApp Web harus berakhir otomatis setiap enam jam. Pemerintah saat itu beralasan langkah itu dibutuhkan untuk menekan spam, penipuan finansial, dan risiko keamanan nasional.
Kini, pendekatan itu berubah. DoT menyatakan mekanisme logout akan ditentukan lewat analisis berbasis risiko, bukan aturan otomatis yang seragam untuk semua pengguna.
Namun, istilah tersebut belum dijabarkan secara rinci. Belum ada penjelasan resmi tentang indikator risiko, pemicu sistem, atau bagaimana aturan itu akan berlaku pada layanan pesan terenkripsi yang dipakai lintas perangkat.
Mengapa rencana awal menuai penolakan
Penolakan datang dari pelaku industri digital yang menilai aturan itu terlalu luas. Broadband India Forum, yang di dalamnya terdapat perusahaan besar seperti Meta dan Google, menjadi salah satu pihak yang paling keras menyuarakan keberatan.
Forum itu memperingatkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi berbenturan dengan prinsip konstitusional. Keberatan itu memperkuat pandangan bahwa regulasi teknis yang terlalu umum dapat mengganggu layanan digital yang sudah menjadi bagian penting dari kerja harian dan komunikasi bisnis.
Internet and Mobile Association of India atau IAMAI juga menolak rencana logout berkala itu. Asosiasi ini menilai jutaan warga India memakai WhatsApp Web setiap hari, sehingga pemutusan sesi secara paksa akan mengganggu produktivitas dengan manfaat keamanan yang dinilai terbatas.
Kekhawatiran itu masuk akal karena WhatsApp Web bukan lagi sekadar fitur tambahan. Banyak kantor, toko daring, dan usaha kecil memakainya untuk melayani pelanggan, berkoordinasi dengan tim, dan membalas pesan sepanjang hari kerja.
Aturan SIM binding tetap berjalan
Meski kewajiban logout enam jam tidak jadi, DoT tetap mempertahankan aturan SIM binding. Pemerintah masih ingin aplikasi perpesanan memastikan nomor yang terdaftar benar-benar terhubung dengan SIM aktif di perangkat pengguna.
Perubahan hanya terjadi pada jadwal kepatuhan. Jika sebelumnya perusahaan diminta menyerahkan laporan kepatuhan pada akhir Maret, tenggat baru kini bergeser hingga akhir Desember.
Perpanjangan waktu ini memberi ruang lebih besar bagi perusahaan teknologi untuk menyesuaikan sistem mereka. Tetapi tantangan teknisnya tetap berat karena aplikasi perpesanan tidak selalu memiliki akses langsung ke data SIM di perangkat modern.
Android dan iOS sama-sama membatasi akses ke informasi sensitif itu. Akibatnya, belum jelas bagaimana WhatsApp, Telegram, Signal, dan layanan lain bisa memenuhi aturan tersebut tanpa perubahan besar pada arsitektur aplikasi atau dukungan sistem operasi.
Perbedaan dengan aplikasi pembayaran
Verifikasi berbasis SIM sebenarnya bukan hal baru di India. Aplikasi pembayaran berbasis UPI seperti PhonePe dan Google Pay sudah memakai verifikasi SIM melalui SMS untuk memastikan nomor yang digunakan masih aktif.
Tetapi pendekatan itu tidak bisa langsung disalin ke aplikasi pesan. Pola penggunaannya berbeda, terutama karena aplikasi pesan mendukung multi-device dan akses web yang tidak selalu bergantung pada satu perangkat utama.
Berikut perbedaan yang paling menonjol:
- Aplikasi UPI biasanya memakai verifikasi SIM saat registrasi atau validasi akun.
- Aplikasi pesan mempertahankan sesi aktif di web dan perangkat lain.
- Sistem operasi membatasi akses aplikasi ke data SIM.
- Aturan baru berpotensi memengaruhi pengalaman pengguna lebih luas dibanding aplikasi pembayaran.
Dampak untuk pengguna WhatsApp Web
Bagi pengguna di India, keputusan ini berarti WhatsApp Web dan layanan serupa tidak akan diputus otomatis setiap enam jam. Kondisi ini penting bagi pekerja kantoran, pelaku UMKM, dan tim layanan pelanggan yang mengandalkan akses web sepanjang hari.
Tanpa logout paksa, alur kerja di komputer tetap lebih stabil. Pengguna tidak perlu mengulang login berkali-kali hanya untuk mempertahankan percakapan yang sedang berjalan.
Namun, wacana pengawasan berbasis risiko menunjukkan pemerintah belum sepenuhnya mundur dari pengawasan layanan pesan. Fokusnya kini bergeser ke model yang lebih fleksibel, walau detail pelaksanaannya masih belum dibuka ke publik.
Sikap ini juga sejalan dengan pola regulasi yang belakangan terlihat di India, ketika tekanan publik dan industri dapat mendorong pemerintah melonggarkan kebijakan yang terlalu ketat. Dalam kasus WhatsApp Web, yang sudah pasti berubah adalah ancaman logout berkala, sementara aturan SIM binding tetap mengintai hingga tenggat baru di akhir Desember.
