WhatsApp Uji Guest Chat, Kini Bisa Hubungi Orang Tanpa Akun WA

Author: Qoo Media

WhatsApp sedang menguji fitur baru yang memungkinkan pengguna mengirim pesan kepada orang yang tidak memiliki akun WhatsApp. Fitur ini dikenal dengan nama “Guest Chat” dan dirancang untuk membuka percakapan sementara lewat tautan web yang aman.

Informasi awal menyebut fitur ini sudah mulai muncul di versi WhatsApp Beta untuk Android dan iOS. Namun, aksesnya masih terbatas pada sebagian penguji dan belum tersedia luas untuk semua pengguna.

Apa itu Guest Chat di WhatsApp

Berdasarkan laporan WABetaInfo yang dikutip Gadgets 360, Guest Chat memungkinkan peserta tamu masuk ke ruang obrolan tanpa perlu mendaftar akun WhatsApp. Pengguna cukup membuat tautan undangan, lalu membagikannya kepada orang yang ingin diajak bicara.

Saat tautan dibuka, tamu dapat mengakses percakapan melalui perangkat seluler atau browser desktop. WhatsApp juga memberi label “Guest” atau “Tamu” pada lawan bicara ini agar pengguna bisa langsung mengenali bahwa mereka bukan akun terdaftar.

Fitur ini menjawab kebutuhan komunikasi singkat dengan orang di luar ekosistem WhatsApp. Dalam praktiknya, skema seperti ini bisa berguna untuk layanan pelanggan, koordinasi cepat, atau komunikasi satu kali tanpa harus meminta orang lain mengunduh aplikasi.

Masih tahap uji coba

Fitur Guest Chat sebenarnya sudah pernah terdeteksi dalam tahap pengembangan sejak Oktober. Pada fase awal itu, fitur tersebut bahkan belum bisa dicoba oleh penguji beta.

Kini, menurut WABetaInfo, sebagian pengguna beta Android dan iOS sudah dapat mengaksesnya. Meski begitu, statusnya masih pengembangan sehingga ada kemungkinan perubahan sebelum dirilis ke versi umum.

Kondisi ini penting dicatat karena fitur beta sering hadir dengan kemampuan yang belum lengkap. Meta sebagai induk WhatsApp juga belum mengumumkan jadwal peluncuran publik secara resmi.

Cara kerja tautan undangan

Menurut informasi yang beredar, tautan Guest Chat bisa dibuat dari bagian “Undang teman” atau dari bagian bawah daftar kontak di aplikasi. Setelah itu, tautan dapat dikirim lewat SMS atau disalin untuk dibagikan melalui email dan aplikasi pesan lain.

Skema ini membuat komunikasi tidak sepenuhnya bergantung pada sesama pengguna WhatsApp. Dengan kata lain, WhatsApp sedang mencoba memperluas pintu masuk percakapan tanpa menghapus lapisan keamanan utama yang sudah menjadi ciri layanannya.

Berikut alur singkat fitur ini:

  1. Pengguna membuat tautan undangan di aplikasi WhatsApp.
  2. Tautan dibagikan ke orang yang belum punya akun WhatsApp.
  3. Penerima membuka tautan dari ponsel atau desktop.
  4. Percakapan dimulai dalam mode tamu.
  5. Akun tamu akan ditandai dengan label khusus.

Tetap memakai enkripsi ujung-ke-ujung

Salah satu poin yang paling penting dalam uji coba ini adalah aspek keamanan. WABetaInfo menyebut obrolan tamu tetap mempertahankan enkripsi ujung-ke-ujung seperti percakapan biasa di WhatsApp.

Laporan itu menjelaskan bahwa ketika tamu masuk ke percakapan, WhatsApp Web akan membuat pengidentifikasi unik. Identitas unik ini kemudian dipakai untuk membentuk kunci enkripsi pada obrolan tersebut.

Jika mekanisme ini benar diterapkan penuh saat peluncuran, WhatsApp berupaya menjaga standar privasi meski salah satu pihak tidak memiliki akun resmi. Langkah ini penting karena perluasan akses pesan sering menimbulkan kekhawatiran soal keamanan data dan identitas pengguna.

Fitur yang belum didukung

Karena ditujukan sebagai solusi percakapan sementara, Guest Chat disebut hanya mendukung fungsi yang terbatas. Jadi, pengalaman chat dengan tamu tidak akan sama dengan obrolan biasa antar pengguna WhatsApp.

WABetaInfo melaporkan beberapa fitur belum tersedia dalam mode ini. Pembatasan itu tampaknya sengaja dibuat agar sistem tetap ringan dan fokus pada komunikasi teks dasar.

Berikut fitur yang belum didukung dalam Guest Chat:

Fitur Status di Guest Chat
Obrolan grup Tidak didukung
Kirim foto dan video Tidak didukung
Dokumen dan lampiran Tidak didukung
GIF dan stiker Tidak didukung
Pesan suara Tidak didukung
Panggilan suara Tidak didukung
Panggilan video Tidak didukung

Pembatasan tersebut menunjukkan bahwa WhatsApp belum ingin menjadikan Guest Chat sebagai pengganti penuh akun biasa. Fitur ini lebih dekat ke jembatan komunikasi sementara, bukan pengalaman WhatsApp yang lengkap.

Ada masa kedaluwarsa otomatis

Aspek lain yang menarik adalah batas umur percakapan. WABetaInfo menyebut obrolan tamu akan kedaluwarsa otomatis setelah 10 hari tidak aktif.

Jika masa aktif habis, pengguna yang mengundang harus membuat tautan baru untuk melanjutkan percakapan dengan orang yang sama. Mekanisme ini memberi sinyal bahwa WhatsApp ingin menjaga fitur tetap bersifat sementara dan tidak berubah menjadi jalur komunikasi permanen di luar sistem akun.

Pendekatan ini juga bisa membantu menekan risiko tautan lama tersebar tanpa kontrol. Dalam konteks keamanan, masa kedaluwarsa membuat akses percakapan lebih mudah dikelola.

Bisa diblokir seperti akun biasa

Meski peserta tamu tidak memiliki akun WhatsApp, kontrol dasar tetap tersedia bagi pengguna. WABetaInfo menyebut tamu bisa diblokir dengan cara yang sama seperti akun WhatsApp biasa.

Fitur ini penting karena komunikasi melalui tautan terbuka memiliki potensi disalahgunakan. Dengan opsi blokir, pengguna tetap memiliki alat perlindungan jika menemukan spam, gangguan, atau percakapan yang tidak diinginkan.

Dari sisi produk, langkah WhatsApp ini menunjukkan arah baru dalam layanan pesan instan. Platform tidak lagi hanya fokus pada komunikasi antar akun yang sudah terdaftar, tetapi juga mulai mengakomodasi koneksi cepat dengan pengguna di luar aplikasi melalui sistem yang terkontrol.

Bila nantinya dirilis lebih luas, Guest Chat berpotensi dipakai untuk kebutuhan yang sangat praktis, seperti kontak awal bisnis, bantuan pelanggan, atau komunikasi singkat dengan orang yang belum siap membuat akun. Untuk saat ini, fitur tersebut masih berada di jalur uji coba, dengan akses terbatas di WhatsApp Beta Android dan iOS serta fungsi yang masih difokuskan pada pesan dasar yang aman.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di artikel sumber: inet.detik.com
Terbaru