Waving Dan Jumping Saat Konser, Fancam Tetap Stabil Berkat Horizontal Lock Galaxy S26 Ultra

Menonton konser besar sering membuat penonton terbelah antara menikmati momen dan menyelamatkan rekaman. Saat banyak orang memilih ikut waving atau jumping, hasil fancam biasanya justru ikut goyang dan sulit ditonton ulang.

Pengalaman itu terlihat saat konser One Ok Rock di Indonesia Arena, Jakarta. Di tengah penonton yang larut dalam lagu, rekaman tetap bisa stabil berkat fitur Horizontal Lock di Samsung Galaxy S26 Ultra.

Saat vokalis Takahiro Moriuchi atau Taka beberapa kali mengajak penonton bergerak kanan-kiri dan melompat mengikuti lagu, suasana arena langsung berubah lebih riuh. Momen seperti itu terasa paling kuat saat lagu “Delusional: All” dan “Tropical Therapy” dibawakan.

“Delusional: All” dikenal sebagai lagu rock yang energik dan penuh semangat juang. Sementara “Tropical Therapy” punya irama upbeat yang tetap terasa menenangkan dan emosional.

Di kondisi seperti itu, banyak penonton menyalakan flash ponsel lalu ikut bergoyang bersama. Namun gerakan tangan dan tubuh sering membuat video miring, berguncang, bahkan terasa pusing saat diputar ulang.

Stabil meski tangan ikut bergerak

Horizontal Lock hadir untuk mengatasi masalah itu lewat peningkatan Super Steady Video. Fitur ini menjaga orientasi video tetap horizontal secara real-time, meski tangan terus bergerak saat merekam.

Samsung memanfaatkan sensor gyroscope dan accelerometer untuk membaca gerakan perangkat. Data itu lalu diproses ISP pada chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy untuk melakukan koreksi langsung saat perekaman berlangsung.

Hasilnya, video terasa lebih stabil dan nyaman ditonton. Efek miring yang sering muncul di rekaman konser bisa ditekan tanpa menghilangkan momen penonton yang ikut bergerak.

Fitur ini juga gratis dan sudah tersedia bawaan di ponsel. Pengguna tinggal membuka aplikasi kamera, masuk ke mode Video, mengaktifkan Super Steady, lalu memilih opsi Horizontal Lock yang diwakili ikon orang berlari dengan garis horizontal di tengahnya.

Cara kerja di konser ramai

Dalam praktiknya, penggunaan fitur ini tetap punya batas. Horizontal Lock hanya bisa dipakai di kamera utama 200 MP pada zoom 1x atau 2x, serta kamera ultrawide 50 MP di zoom 0,6x.

Fitur ini belum mendukung kamera telefoto. Karena itu, pengambilan gambar yang ingin tetap stabil sambil menjaga subjek terlihat dekat biasanya lebih aman dilakukan di 1x atau 2x.

Pada konser One Ok Rock, hasilnya tetap terasa jelas meski tangan ikut melambai ke kanan dan kiri. Tanpa Horizontal Lock, video cenderung terus miring mengikuti gerakan tubuh, tetapi saat fitur aktif orientasi gambar tetap tegak.

Masih ada sedikit goyangan, tetapi itu wajar ketika penonton ikut antusias bergerak. Dengan guncangan yang minim, rekaman tetap layak jadi kenang-kenangan tanpa mengorbankan keseruan di dalam arena.

Tertolong juga di kondisi minim cahaya

Keunggulan lain datang dari kemampuan kamera di kondisi gelap. Galaxy S26 Ultra membawa peningkatan aperture kamera utama 200 MP dari f/1.7 menjadi f/1.4 untuk menangkap lebih banyak cahaya.

Bukaan lensa yang lebih besar membantu hasil video konser malam hari terlihat lebih terang dan minim noise. Jadi, stabilitas gambar tidak berdiri sendiri, karena kualitas visual juga tetap dijaga saat pencahayaan panggung berubah-ubah.

Dengan dukungan itu, rekaman konser tidak harus kaku hanya karena ingin stabil. Penonton masih bisa ikut waving dan jumping, lalu pulang membawa video yang tetap lurus, terang, dan enak dilihat kembali.

Source: tekno.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button