Vivo kembali menambah amunisi di lini Y Series lewat peluncuran Vivo Y60 di China. Ponsel ini langsung mencuri perhatian karena membawa baterai 6.500 mAh dan layar dengan refresh rate 120 Hz, dua fitur yang biasanya menjadi daya tarik utama di kelas menengah.
Kombinasi itu membuat Vivo Y60 terlihat fokus pada daya tahan dan kenyamanan penggunaan harian. Di satu sisi, kapasitas baterainya naik dari 6.000 mAh pada pendahulunya menjadi 6.500 mAh, sementara di sisi lain layar ber-refresh rate tinggi menjanjikan tampilan yang lebih mulus saat berpindah antarmenu atau menikmati konten.
Baterai besar dengan klaim daya tahan panjang
Vivo mengklaim baterai 6.500 mAh pada Y60 mampu menemani pengguna menonton video pendek hingga 21 jam. Perangkat ini juga diklaim sanggup dipakai navigasi lewat aplikasi peta sekitar 9 jam atau melakukan panggilan telepon hingga 32 jam dalam sekali pengisian penuh.
Perusahaan juga menyebut performa baterai tetap berada di atas 80 persen meski sudah melewati sekitar 1.600 siklus pengisian daya. Saat baterai habis, pengisian dilakukan melalui USB-C dengan dukungan fast charging 15 watt.
Selain itu, Vivo Y60 mendukung reverse charging lewat kabel USB-C untuk mengisi daya perangkat lain. Namun, Vivo tidak merinci kecepatan pengisian pada mode tersebut.
Layar 120 Hz dan desain yang lebih lega
Di sisi visual, Vivo Y60 memakai panel LCD 6,74 inci dengan desain waterdrop notch. Layar ini memiliki resolusi HD Plus 1.600 x 720 piksel dan rasio aspek 20:9.
Refresh rate 120 Hz menjadi salah satu nilai jual utamanya karena membuat gerakan di layar terasa lebih halus. Spesifikasi ini memberi kesan bahwa Vivo menargetkan pengguna yang menginginkan pengalaman scrolling dan animasi yang lebih nyaman di kelas perangkat terjangkau-menengah.
Performa, kamera, dan software
Untuk dapur pacu, Vivo Y60 mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 4 Gen 2. Chip tersebut dipasangkan dengan RAM LPDDR4X hingga 8 GB dan penyimpanan UFS 3.1 hingga 256 GB.
Pada sektor kamera, ponsel ini membawa kamera belakang 13 MP dengan autofocus dan LED flash. Di bagian depan, tersedia kamera 5 MP untuk selfie dan panggilan video.
Vivo Y60 menjalankan Android 16 dengan antarmuka OriginOS 6. Kombinasi ini menempatkan perangkat sebagai ponsel yang sudah langsung memakai software terbaru di lini Y Series.
Fitur konektivitas dan ketahanan
Fitur lain yang disematkan cukup lengkap untuk kelasnya. Vivo Y60 mendukung dual SIM 5G, Bluetooth 5.1, WiFi dual-band, GPS, USB Type-C, jack audio 3,5 mm, IR blaster, dan sensor sidik jari di sisi bodi.
Ponsel ini juga mengantongi sertifikasi IP65 yang membuatnya tahan debu dan cipratan air. Di sisi ketahanan fisik, perangkat ini sudah mengantongi sertifikasi SGS Five-Star Drop and Shock Resistance untuk benturan dan jatuh.
Harga dan varian
Di China, Vivo Y60 hadir dalam tiga pilihan warna, yaitu biru, ungu, dan hitam. Bodinya punya ukuran 167,40 x 77,10 x 8,39 mm dengan bobot 209 gram.
Untuk harganya, varian 6/128 GB dibanderol 1.799 yuan atau sekitar Rp 4,6 juta. Varian 6/256 GB dijual 1.999 yuan atau sekitar Rp 5,1 juta, sedangkan model tertinggi 8/256 GB dipatok 2.299 yuan atau sekitar Rp 5,9 juta.
Hingga kini belum ada informasi soal ketersediaan Vivo Y60 di pasar global, termasuk Indonesia. Kehadiran ponsel ini di China setidaknya menunjukkan arah baru Vivo dalam menggabungkan baterai besar, layar kencang, dan fitur tahan banting dalam satu paket.
Source: tekno.kompas.com