Vivo Y31d Pro hadir sebagai pilihan baru di lini Y series untuk segmen kelas menengah di Indonesia. Daya tarik utamanya ada pada baterai 7.000 mAh yang dipasangkan dengan pengisian cepat 90 watt.
Kombinasi itu membuat ponsel ini langsung menonjol di tengah pasar yang masih banyak bertumpu pada baterai sekitar 5.000 mAh. Namun, daya tahan besar sering memunculkan kekhawatiran soal bobot, dan di sini Vivo mencoba menjawabnya dengan bodi yang masih terasa nyaman digenggam.
Saat dipegang, Vivo Y31d Pro justru terasa standar untuk sebuah ponsel berbaterai jumbo. Bobotnya sekitar 219 gram, lebih ringan dari Zenfone 11 Ultra yang memiliki bobot 225 gram.
Ketebalannya juga tergolong ramping, yakni 8,49 mm. Angka itu lebih tipis dibanding Zenfone 11 Ultra yang setebal 8,9 mm.
Meski begitu, bentuk bodi masih memberi kesan lebar. Lebarnya mencapai 78,43 mm, lebih besar dari Zenfone 11 Ultra yang berada di 76,8 mm.
Kesan lebar itu makin terasa saat layar mulai menyala. Bezel yang cukup tebal ikut membuat perangkat tampak kurang langsing, terutama ketika digunakan dengan satu tangan.
Untuk pengguna dengan ukuran tangan kecil, kondisi tersebut bisa menyulitkan jangkauan ke seluruh area layar. Di sisi lain, layar depannya memakai desain punch hole untuk kamera depan 8 MP dan berukuran 6,75 inci.
Panel ini mendukung resolusi 1.570 x 720, refresh rate 120 Hz, dan tingkat kecerahan puncak hingga 1.250 nits. Layar juga sudah mendapat lapisan pelindung sejak keluar dari kemasan.
Desain belakang yang manis dan elegan
Varian warna putih memberi karakter visual yang cukup menonjol. Penampangnya berwarna putih susu dengan efek kilau halus yang diklaim menyerupai kain satin.
Modul kamera berbentuk persegi memakai finishing metal dan tampak senada dengan penampang serta bingkai perangkat. Di dalamnya ada dua kamera belakang, yaitu kamera utama 50 MP f/2.0 dan kamera penunjang efek bokeh 2 MP f/2.4, ditambah lampu flash LED.
Kombinasi tersebut memberi kesan manis dan elegan dari sisi belakang. Meski begitu, kaca pelindung lensa di modul kamera terlihat cukup besar jika dibandingkan dengan komponen lensanya.
Di sisi kanan, perangkat ini membawa tombol volume dan tombol daya. Tombol power juga berfungsi sebagai sensor pemindai sidik jari untuk membuka kunci perangkat.
Bagian bawah ponsel memuat port USB-C, speaker, dan mikrofon. Slot kartu SIM justru ditempatkan di sisi kiri, bukan di bagian bawah seperti pada banyak ponsel lain.
Isi kemasan dan harga resmi
Kotak Vivo Y31d Pro hadir berkelir putih dan menampilkan dua varian warna perangkat. Di sisi kemasan, Vivo juga mencantumkan sejumlah informasi penting seperti baterai 7.000 mAh, kamera 50 MP, dan sertifikasi ketahanan debu serta air IP69.
Bagian belakang kotak memuat keterangan soal konfigurasi RAM dan penyimpanan internal, nomor IMEI, hingga pabrik tempat ponsel dibuat. Isi paket penjualan juga cukup lengkap untuk kelasnya.
Di dalam kotak terdapat unit ponsel, softcase transparan, adapter charger, kabel USB-C, SIM ejector, kartu garansi, dan panduan singkat. Softcase transparan itu membuat desain penampang ponsel tetap terlihat saat dipakai.
Adapter dan kabel USB-C hadir dalam warna putih. Adapter-nya mendukung output hingga 90 watt, dan Vivo mengklaim pengisian dari 1 persen ke 100 persen bisa selesai dalam 58 menit.
Vivo Y31d Pro sudah dijual di Indonesia dalam tiga konfigurasi. Varian 6/128 GB dibanderol Rp 4,3 juta, varian 6/256 GB Rp 4,9 juta, dan varian 8/256 GB Rp 5,5 juta.
