Vivo X300 FE Belum Masuk Indonesia, Padahal Sudah Kantongi TKDN

Vivo X300 FE mulai jadi sorotan karena sudah meluncur secara global bersama X300 Ultra, tetapi perangkat ini belum muncul saat seri X300 Ultra dibawa ke Indonesia. Situasi itu membuat pertanyaan soal kemungkinan debut X300 FE di Tanah Air makin relevan, apalagi model ini sudah mengantongi TKDN Kemenperin.

Di sisi lain, Vivo Indonesia belum memberi kepastian. Hadie Mandala, Product Manager Vivo Indonesia, mengatakan perusahaan masih fokus ke X300 Ultra dan tetap memantau kebutuhan pengguna X-series di Indonesia sebelum memutuskan membawa X300 FE.

Peluang hadir masih terbuka

Pernyataan itu setidaknya menunjukkan bahwa pintu untuk X300 FE belum tertutup. Vivo menilai kebutuhan pasar Indonesia terlebih dulu, sehingga keputusan akhir kemungkinan bergantung pada respons dan karakter pengguna X-series di sini.

Kondisi ini menarik karena X300 FE berada di posisi yang lebih compact dan lebih terjangkau dibanding varian Ultra. Kombinasi itu biasanya punya daya tarik sendiri bagi pengguna yang menginginkan ponsel kelas premium dengan ukuran lebih ringkas.

Apa yang dibawa X300 FE

Vivo X300 FE datang dengan layar 6,31 inci LTPO AMOLED beresolusi 1.5K atau 2640 x 1216 piksel. Panel ini mendukung refresh rate adaptif 1-120Hz, kecerahan puncak hingga 5000 nits, PWM Dimming 4320Hz, dan ZEISS Master Color Display.

Bodinya berukuran 150,83 x 71,76 x 7,99 mm dengan bobot 191 gram. Vivo memakai frame aluminium grade kedirgantaraan, kaca SCHOTT Xensation, serta memberikan sertifikasi IP68 + IP69 dan ketahanan jatuh SGS Five-Star.

Pilihan warnanya terdiri dari Urban Olive, Lilac Purple, dan Noir Black. Dengan dimensi tersebut, X300 FE masuk kategori ponsel flagship yang tetap nyaman dipakai satu tangan.

Performa dan software

Di sektor dapur pacu, Vivo X300 FE mengandalkan Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5 berbasis 3nm dengan GPU Adreno 829. Varian memorinya tersedia dengan RAM 12GB LPDDR5X dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 512GB.

Vivo juga membekali sistem pendingin VC Liquid Cooling seluas 4005 mm². Perangkat ini menjalankan Android 16 dengan OriginOS 6, lalu dijanjikan mendapat update OS selama 5 tahun dan security patch selama 7 tahun.

Kamera ZEISS dan baterai besar

Untuk kamera, X300 FE memakai sistem ZEISS dengan sensor utama 50MP Sony IMX921 berapertur f/1.57 dan OIS. Di belakang ada juga kamera telephoto periscope 50MP Sony IMX882 dengan 3x optical zoom dan hingga 100x digital zoom, serta kamera ultrawide 8MP dengan sudut pandang 106 derajat.

Kamera depan memakai sensor 50MP ZEISS Wide-Angle. Fitur fotografinya mencakup ZEISS Multifocal Portrait, AI True Clarity Engine, Street Photography Mode, serta perekaman video 4K 120FPS dan 8K 30FPS.

Bagian baterai menjadi salah satu daya tarik paling kuat. Vivo menyematkan kapasitas 6500mAh, yang diklaim sebagai yang terbesar di kelas ukuran layar ini, dengan dukungan 90W Wired FlashCharge dan 40W Wireless FlashCharge.

Fitur tambahan yang dibawa

Vivo X300 FE juga dibekali sensor sidik jari ultrasonik di dalam layar yang tetap bisa dipakai saat jari basah. Selain itu ada stereo speaker Hi-Res Audio, Wi-Fi 7, Bluetooth 6.0, NFC, serta fitur AI seperti AI Creative Camera, AI Noise Eraser, AI Search, Origin Island, dan Private Space.

Dengan bekal spesifikasi tersebut, X300 FE terlihat disiapkan sebagai opsi menarik di lini X-series. Tinggal menunggu apakah Vivo Indonesia melihat profil perangkat ini cocok untuk pasar dalam negeri dan memutuskan membawanya ke Indonesia.

Source: inet.detik.com
Exit mobile version